Mantra Si Ayah

Ya, suami saya punya mantra ke anak kami, Mushawi aka Awie (19 bulan). Hihihi, saya sendiri, sih, yang menyebutnya “mantra”. Jangan dibayangin seperti mantranya dukun ya … yang pakai kemenyan, bunga tujuh rupa, dan jampi-jampi. Ini “mantra” versinya suami saya yang ampuh dalam mendekatkan hubungannya dengan Awie.

*gambar dari sini

Suami saya bukan tipe ayah yang “romantis”. Malah menurut saya, suami saya itu tipe ayah yang cenderung “cuek”. Dulu, saya sempat khawatir bagaimana Awie bisa dekat dengan ayahnya kalau begini kondisinya. Tapi sejalan dengan waktu, hubungan kedua pria di keluarga kecil saya itu justru semakin erat. Tiap kali ayahnya tidak ada di depan matanya, Awie pasti langsung bertanya, “Ayah nana (baca: Ayah mana)?” Senyumnya begitu manis begitu dilihat ayahnya menampakkan wajahnya. Atau, hanya dengan melihat gerakan tubuh ayahnya, yang menurut saya biasa-biasa saja, Awie bisa tertawa terbahak-bahak.

Bukan cuma itu. Kata pertama yang bisa diucapkan Awie dengan sempurna adalah “Ayah”. Cobalah tanya ke  anak itu, “Awie anak siapa?”, maka ia dengan segera menjawab, “Ayah.” Bahkan, ia hafal nama ayahnya tanpa ada yang mengajarkannya.

Saya pernah protes: “Awie anak bunda juga ya?” Awie tetap keukeuh, “Ayah.” Begitu pun saat diajarkan nama saya. Tetap nggak hafal juga. Ah, jangankan nama saya, saya minta memanggil saya “Bunda” pun ditolaknya mentah-mentah. Ia lebih suka memanggil saya “Emak”. *elapkeringetdijidat*

Ketika membahas hal ini dengan suami, komentarnya cuma ini: “Makanya, sering-sering panggil nama Awie. Kaya aku. Tuh, buktinya Awie panggil-panggil aku terus.” Suami saya memang sering menggumamkan nama Awie saat kami berkendara (dengan motor) dari rumah menuju kantor atau sebaliknya. Begini kira-kira gumamannya itu: “Awie bolo-bolo… anak ayah bolo-bolo.” Yup, Mommies. Itulah mantra suami saya yang dirapalkannya setiap hari di sepanjang perjalanan pulang dan pergi bekerja.

Awalnya, saya pikir ini kebetulan saja. Sampai akhirnya saya membaca sebuah artikel di salah satu koran online yang membahas tentang cara menjalin kedekatan dengan anak. Menurut artikel tersebut, salah satu caranya adalah dengan sering-sering membayangkan si anak. Ikatan emosional orangtua dan anak akan terjalin melalui pikiran.

Karena penasaran, saya pun mencobanya. Jadi, seharian itu, di kantor, saya menyebut-nyebut nama Awie (di dalam hati saja, sih, tapinya) sambil membayangkan wajah lucunya. Dan malamnya, ketika saya sampai di rumah, ibu saya dan maminya Awie (kakak sepupu saya, yang merawat Awie selama saya di kantor) mengatakan kalau seharian itu, Awie cari-cari saya terus (biasanya tidak begitu). Hihihi.

Well, boleh percaya, boleh tidak. Jika dipikir-pikir, ini mungkin yang dimaksud dengan kekuatan pikiran. Atau Hukum Tarik-menarik yang dibahas dalam The Secret mungkin. Entahlah. Yang pasti, inilah yang saya dan suami alami. Bagaimana dengan Mommies lainnya?

 


11 Comments - Write a Comment

Post Comment