The Power of ASI

Mommies, tidak perlu diragukan lagi, bahwa salah satu kebahagiaan menjadi seorang ibu adalah bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.  Salah satunya tentu memberikan nutrisi yang paling baik di masa pertumbuhannya, yaitu dengan memberikan ASI eksklusif  dari lahir sampai 6 bulan dan terus hingga dua tahun atau lebih.

Sebelum kita melihat lebih jauh dari sisi finansialnya, ada fakta yang ingin saya share.  Menurut survei yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terhadap 1500 ibu hamil di Amerika Serikat,  75% berhasil memberikan ASI eksklusif, namun hanya 15% yang terus memberikan ASI di umur bayi 6 bulan dan seterusnya (sumbernya bisa dibaca di sini). Jadi, ada PR yang besar ya, bahkan di negara yang sudah maju pun keberhasilan ibu memberikan ASI ternyata masih relatif rendah.

Berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman, ada dua hal yang merupakan faktor suksesnya pemberian ASI, terutama dari sisi internal:

  • Educate yourself

Ini sangat berpengaruh. Pengalaman dengan dua anak, yang pertama tidak punya ilmu sama sekali dan anak kedua yang jauh lebih rajin membaca referensi dan datang ke beberapa kelas persiapan melahirkan dan ASI. Contoh, ketika anak pertama, saya tidak pernah menyimpan ASI yang sudah diperah, karena saya dulu stres sendiri melihat hasil perahan yang selalu sedikit. Ternyata, setelah mendapatkan ilmunya, tidak perlu stres dengan perahan yang sedikit, karena dengan memompa secara reguler, akan menciptakan demand, yang akhirnya bisa meningkatkan hasil perahan. Tentunya ilmu ini tidak disia-siakan, langsung dipraktikkan pada saat menyusui anak kedua. Alhamdulillah ASIP mencukupi kebutuhan si bayi, terutama di saat ibu sedang bekerja.

  • Support system

Yang dimaksud dengan support system di sini adalah orang-orang yang nantinya akan membantu kita dalam membesarkan anak kita. Yang paling pertama, tentunya adalah pasangan. Ajak suami untuk mengikuti kelas/training tentang ASI. Sebenarnya di dalam kelas tidak hanya diajarkan mengenai teori, tapi juga mengingatkan para (calon) ayah untuk memberikan semangat kepada para ibu yang mungkin sudah lelah secara fisik dan emosional, sehingga merasa tidak mampu lagi untuk memberikan ASI bagi anak-anaknya. Dan dukungan itu ternyata luar biasa pengaruhnya. Tidak hanya dari suami, tapi juga dari orang tua, dan saudara-saudara.  So, educate not just yourself, but your family, too.

Lalu dari sisi finansial, tentunya ada berapa hal yang musti kita siapkan untuk mendukung kesuksesan pemberian ASI ini. Berikut contoh tabel perbandingan biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan diri untuk memberi ASI dengan biaya untuk pembelian susu formula selama satu tahun:

Selisih biaya yang kita keluarkan dalam setahun adalah sekitar 8 juta rupiah. Jadi, dari sisi finansial pun pemberian ASI mengurangi beban ekonomi yang musti ditanggung oleh keluarga. Yang perlu diingat adalah biaya ini harus kita siapkan sebelum melahirkan. Oleh karena itu, perlu menyisihkan dananya di awal masa kehamilan.

Setelah semua sharing saya, mudah-mudahan makin membuat Mommies terus bersemangat untuk memberikan ASI pada bayinya. Enjoy the most beautiful moment with your baby! :)

*Penulis, Reliza Arfiani (Icha- @relizakodri) adalah Planer di QM Financial. Icha menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Indonesia. Kemudian meneruskan S2 di International University of Japan di Niigata, Jepang.

 

*foto thumbnail milik Ariminrua saat mengikuti kontes Indahnya Masa Menyusui


18 Comments - Write a Comment

Post Comment