Hobi Saya, Hobi Kamu, Hobi Kami

Sewaktu masih lajang dan belum berkeluarga, hobi saya adalah nomor satu.  sampai-sampai ada ekstra pengeluarannya sendiri. Kebetulan hobi saya berhubungan dengan crafting. Hampir semua jenis crafting saya coba. Saya pun suka menggambar, alhasil saya jadi mengumpulkan segala pernak-pernik dan peralatan bikin ini itunya. Belum lagi ditambah aneka buku komik jepang dan buku “how to” yang memenuhi rak. Hobi ini masih sempat berjalan hingga memasuki masa pernikahan (karena masa pacaran sampai tunangan cuma terjadi selama 6 bulan :D). Tak disangka memasuki kehidupan rumah tangga, hamil, melahirkan dan membesarkan anak, hobi yang sudah mendarah daging ini berhenti untuk beberapa saat.

Suami saya memiliki hobinya sendiri, yang sudah saya ketahui dan amini sejak kami kenal dulu.  Suami saya sangat suka motor-motor lama beserta printilannya. Sampai akhirnya, sekarang punya bengkel sendiri yang dinamai seperti nama anak kami, Bagas. Kesibukannya selain berkantor pun ia habiskan disana.

hobi saya, hobi kamu, hobi kami
hobi saya, hobi suami

Sedikit-sedikit saya masih menjalankan hobi sebagai “me time”, namun seiring waktu, hobi menyenangkan yang saya sukai ini menjadi “kalah” dengan kegiatan rumah tangga juga pekerjaan kantor yang cukup melelahkan. Sementara suami masih punya waktu lebih untuk mengurusi hobinya itu. Hal ini rupanya menimbulkan kecemburuan tersendiri bagi saya. Apalagi saat menjalankan hobinya, suami tidak perlu berhadapan dengan urusan rumah tangga dan anak.

Awalnya hal ini tidak menjadi isu penting. Namun setelah saya kembali menggeluti hobi karena akan memulai usaha sendiri, hal ini menjadi kendala. dan percikan keributan pun timbul disana. Saya merasa tidak diperlakukan adil dan tidak didukung, namun suami merasa ia mendukung tapi membatasi dengan komentar-komentarnya yang terkesan saya melupakan tanggung jawab atas anak.

Memang pernikahan mampu menimbulkan banyak lika liku, tak disangka hobi pun dapat menjadi salah satunya. Apa pun itu segalanya harus didiskusikan dari jauh-jauh hari, walaupun suami tahu bahwa saya akan menggeluti usaha baru dari hobi ini, ternyata menjalankannya butuh kesabaran ekstra! ;D

Jujur saja, niih, masih belum ketemu solusinya, bagaimana dengan Mommies? Apakah ada yang punya kendala yang sama? Mau dong di-share … ;)


6 Comments - Write a Comment

  1. gue sama suami juga punya hobi masing-masing yang beda. menurut gue, penting banget sih maintain hobi sebagai bentukk ‘pengingat’ bahwa kami masing2 adalah individu yang berbeda. Cuma harus diyakini aja, bahwa hobi masing2 ga mengganggu kepentingan keluarga :)

  2. Iya betul euy, sekarang anak kedua lahir, hidup makin tambah warna urusan pun bertambah hehe. Tapi emang bener toleransi yang dibutuhkan. Alhamdulillah malah sejak hamil, untuk urusan mengurus anak, suami sangat kooperatif! Memang benar semenyenangkan apa hobi tetap ga ada yang ngalahin kebahagiaan berkeluarga. Thanks sharingnya @nenglita ;)

  3. eaaa mbak daraaaa………..
    sampe detik ini, suami gue masih sibuk ngejalanin hobinya, fotografi. sebulan bisa 2-3 kali pas weekend dia pergi hunting foto sama teman2 komunitasnya. gue? ya ditinggal aja gitu. mau dia pergi ke pulau kek, ke pantai kek, atau cuma ke danau dekat rumah, tetep aja gue nggak diajak. yang bikin bete, klo dia baru pulang dinas trus bisa donk pergi ngeluyur hunting foto, padahal istri dan anaknya kangen!

    tapi gue sadar sih, hobi itu nggak mungkin dilarang. buat dia fotografi adalah passion yang harus selalu dipupuk. paling mungkin ya dikompromikan waktu dan kesepakatan bersama. in my case, setiap dia pulang foto, gue selalu minta dibelikan makanan, hahaha. selain sogokan, juga sekalian beli makan malam :p

    sementara kalau gue sedang berhobi ria (blogging, masak, nonton CSI, yang memang cukup dilakukan di rumah saja), dia dengan sukarela menjaga anak, meski kadang anaknya juga teriak2 heboh nyariin mamanya. lagian kalau kita lagi melakukan hobi, itu juga berarti waktunya suami bermain sama anak kan, membangun bonding antara ayah dan anak :D

    err atau cari hobi baru yang berhubungan dengan urusan rumah aja, jadi ngelakuin hobi, rumah pun beres, hehehehe :p

  4. hi..mbakk.. samaa bgt! pasangan ku juga suka banget sama motor tua dan VESPA! jujur waktu sebelum married, liatnya keren dan lucu gitu. tapi sekarang rasanya “panas” setiap kali aku dicuekin dan dia lebih fokus ke laptop nya buat hunting printil”an motor itu.. entahlah, sekarang aku ngerasa gak nyaman dengan hobi nya itu. walaupunnn harus diakui, hobi dia itu bisa ngasilin “tambahan” sih.. *maap ya mbak, malah jadi curhat bukan bantu kasih solusi*

Post Comment