Nikmatnya Memberikan ASI

Sepuluh bulan lalu saya melahirkan anak pertama dengan proses caesar, ketika anak saya lahir ada sedikit hambatan karena ASI saya keluar hanya sedikit bahkan sepertinya tidak keluar. Sempat sedih dan putus asa mau memberikan sufor saja tapi keluarga dan suami tetap support kalau ASI tetap ada dan saya diminta jangan stres karena malah mempersulit ASI untuk keluar. Sempat baby saya diberi sufor sedikit tetapi karena dorongan keluarga dan kemauan untuk mengonsumsi makanan memperlancar ASI bahkan setiap hari. Alhamdulillah, 3 hari setelahnya ASI saya keluar banyak … bahkan deras, kadang sampai membasahi baju kalau tidur malam.

*foto milik Iana, dalam Kontes Foto Indahnya Masa Menyusui

Awal menyusui memang sakit karena beberapa hari puting sempat lecet tapi suster menyarankan agar diolesi ASI saja. Hebat, ya, ASI itu … selain memberikan kekebalan tubuh bagi bayi juga dapat mengobati puting yang lecet juga. Seminggu setelah melahirkan menyusui memang masih sulit karena belum mampu menggendong bayi saya sendiri karena kondisi luka jahitan yang masih sakit. Keluarga dan suami siaga, siap memberi bantuan. Setelah sebulan ketika luka jahitan sudah mulai sembuh saya sudah bisa menyusui dan menggendong tanpa bantuan suami atau ibu kalau malam. Saya semakin senang menyusui karena saya pernah membaca diet terbaik pascamelahirkan itu, ya, saat kita menyusui. Untuk memberikan nutrisi yang lengkap untuk anak, saya jadi tidak pantang makan apa pun kecuali pedas dan dingin, makan buah-buahan sayur, dan berbagai jus juga susu untuk tetap “menderaskan” ASI, karena itu yang terbaik.

Ketika hamil para ibu banyak mengalami gangguan hormon salah satunya wajah jadi penuh jerawat tak terkecuali saya, karena tahu pasti ini gangguan hormon saya tidak pernah pakai produk pemutih apa pun, takut ada efek pada pemberian ASI. Jadi selama hamil dan menyusui, saya bebas produk-produk berbahan kimia untuk kesehatan anak.

Saat saya menyusui anak ada rasa puas dan bahagia karena saya dapat memberikan yang terbaik untuk anak. Menyusui juga dapat mempererat ikatan batin ibu dan anak. Menurut sebuah survei, seorang ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif bahkan jika ia sendiri yang merawat tanpa bantuan pengasuh jarang ada ibu yang ‘main tangan’ jika anaknya nakal. Apalagi ASI lebih praktis, kan, nggak usah bikin dulu kalau anak minta susu, lebih menyehatkan bagi ibu juga anak dan yang pasti, gratis!!!

Saat banyak mendapatkan informasi tentang ASI dari ibu, keluarga, teman, dokter, maupun buku dan internet, saya berniat melanjutkan memberikan ASI sampai 2 tahun nanti, bukan hanya 6 bulan. Bahagia sekali rasanya bisa memberikan yang terbaik dan sesuai kebutuhan anakku.


26 Comments - Write a Comment

Post Comment