Rainbow Cake, Pelangi Di Mana-Mana

Fenomena rainbow cake belakangan ini menjadi wabah di mana-mana. Tak hanya kue berlapis enam yang terdiri atas enam warna pelangi saja. Namun fenomena ini sampai menyentuh segala aspek. Dari kue kering seperti kue lidah kucing pelangi dan kue nastar pelangi, baju dan kerudung pelangi sampai Al-Quran pelangi!

*gambar dari sini

Untuk nonmakanan seperti buku atau baju, sih, mungkin tidak masalah, ya. Yang jadi perhatian adalah saat warna-warni itu masuk ke makanan, yang tentu saja sangat eye catchy, terutama untuk anak-anak. Padahal seperti kita ketahui bersama, yang namanya kue pelangi atau rainbow cake dalam bentuk apa pun, rata-rata menggunakan pewarna makanan agar mendapatkan warna yang cemerlang. Sementara itu, meski dikhususkan untuk makanan, yang namanya zat pewarna tidak selalu baik untuk kesehatan anak, apalagi jika digunakan secara berlebihan.

Untuk berurusan dengan zat pewarna makanan, saya sendiri pernah menggunakannya. Saat Nadira ulang tahun yang pertama dan saya membuatkannya cupcake berhiaskan buttercream, saya menggunakan zat pewarna makanan agar kue saya yang sederhana itu jadi terlihat lebih cantik. Waktu itu saya hanya menggunakan sesedikit mungkin zat pewarna. Selain agar warnanya soft tidak “gonjreng”, saya juga takut pada dampak negatifnya jika menggunakannya secara berlebihan.

Saya saat itu juga berpikir, nggak apa-apa jika sesekali membiarkan Nadira makan makanan yang mengandung zat pewarna. Toh hanya 1-2 kali dalam setahun, and it’s her special day, right?

Komentar yang sama juga saya lontarkan saat melihat fenomena rainbow cake di mana-mana. Sesekali menikmatinya, tidak salah, kan? Misalnya saat anak berulangtahun atau ada acara spesial lainnya. Masalah baru muncul jika kue-kue berwarna mencolok ini disantap tiap hari. Seram, euy!

Untuk alternatif, saya pernah berbincang dengan seorang teman yang berprofesi sebagai bakul kue. Ia menyarankan untuk mengganti zat pewarna makanan sintetis dengan pasta makanan dan zat pewarna alami. Pasta makanan yang dimaksud contohnya seperti pasta stroberi, pasta pandan, pasta jeruk dan lainnya. Memang sih warnanya akan kurang “gonjreng” dibanding zat pewarna makanan. Tapi menggunakan pasta makanan juga akan menambahkan flavor berbeda pada rainbow cake, karena tiap lapisan kue memiliki rasa yang berbeda-beda.

Sementara untuk pewarna alami bisa didapatkan dari buah, sayur dan daun-daunan. Saat iseng mencari di situs pencari, saya menemukan resepnya di http://mycharmingkids.net/2010/10/rainbowpancakes/. Memang sih ia membuat pancake, tapi kayaknya bisa deh diaplikasikan untuk membuat rainbow cake.

Untuk mendapatkan warna-warni di pancake-nya, pemilik blog tersebut menggunakan jus buah dan sayur. Bit untuk warna merah, ubi untuk warna oranye, nanas untuk warna kuning, bayam untuk warna hijau, blueberi untuk warna biru dan jus anggur kemasan untuk warna ungu. Terus terang melihat warna-warni rainbow pancake yang ia buat, saya jadi penasaran untuk membuatnya sendiri.

Untuk masyarakat Indonesia, mungkin bisa juga mencoba bahan-bahan tradisional seperti daun pandan dan daun suji untuk warna hijau, bunga telang untuk warna biru dan kunyit untuk warna oranye/kuning. Gimana, menarik, kan?


4 Comments - Write a Comment

Post Comment