Mempersiapkan Budget Mudik

Budget Mudik Lebaran

Mudik sudah menjadi kebiasaan bagi kita, terutama menjelang hari raya besar seperti Lebaran.  Jika kita ulik dari artikel saya yang sebelumnya, sumber dari dana mudik ini adalah dari pendapatan THR kita. Bagaimana dengan yang tidak mendapatkan THR?  Tetap harus punya alokasi dananya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan investasi bulanan untuk tujuan mudik, dari setahun sebelumnya.  Toh,  kita akan tetap mudik juga, kan, jadi tidak ada alasan untuk menunda-nunda persiapan dananya.

Ketika kita mempersiapkan dana mudik, tentunya kita harus tahu apa saja yang menjadi bagian dari dana mudik itu sendiri sekaligus besarnya untuk setiap pos. Dengan begitu, ketika mudik kita sudah tenang dan tinggal menikmati perjalanan mudik, Insya Allah. :)

Budget Transportasi: Nah, ini yang paling duluan kita hitung dan pertimbangkan. Alternatifnya cukup banyak, bisa membawa kendaraan sendiri, atau transportasi umum seperti bus, kereta api, kapal laut, atau pesawat terbang.  Bagi yang membawa kendaraan sendiri, hitung perkiraan biaya-biaya yang akan kita keluarkan selama perjalanan, seperti perkiraan biaya bahan bakar yang akan dihabiskan, biaya tol, dan biaya parkir. Untuk yang menggunakan transportasi umum, jangan lupa hitung biaya tiket perjalanan dengan asumsi harga mudik, karena di saat mudik harga tike naik dua kali lipat.

*Gambar dari sini

Budget Penginapan: Untuk budget penginapan, beberapa keluarga mungkin harus menyewa penginapan ketika pulang kampung. Atau mungkin yang melakukan perjalanan darat cukup jauh, memutuskan untuk menginap satu hari untuk berisitarahat sebelum melanjutkan perjalanan. Jangan lupa ya, survei tempat biaya penginapan pada saat mudik. Sama dengan transportasi, harga penginapan akan naik saat musim mudik.

Budget Open House dan Angpao: Di dalam artikel sebelumnya sudah pernah dibahas bahwa dana open house dan angpao adalah bagian dari dana THR. Apakah kita mudik atau tidak, maka dana ini tentunya perlu kita persiapkan. Untuk yang melakukan mudik, kita mungkin bukan menjadi tuan rumah, tapi alangkah baiknya jika kita ikut menyumbang sejumlah uang untuk persiapan makanan ketika bersilaturahim di Hari Raya. Begitu juga dengan dana angpao. Sebelum kita mudik, dana itu seharusnya sudah available. Jangan lupa menghitung jumlah anak-anak/saudara-saudara yang kita niatkan untuk diberi angpao ini, sehingga tidak ada yang terlewat. :)

Untuk yang tidak mendapatkan THR, sekali lagi tidak ada alasan ya untuk tidak mengalokasikannya, jika memang mau mudik. Karena mempersiapkannya lebih awal  (1 tahun sebelumnya), jangan lupa dengan inflasi 10%. Contoh biaya perhitungan biaya mudik dengan investasi bulanan yang disiapkan setahun sebelumnya adalah seperti ini:

So mommies, let’s prepare for the mudik season. May we have a great one! :)

*Penulis, Reliza Arfiani (Icha- @relizakodri) adalah Planer di QM Financial. Icha menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Indonesia. Kemudian meneruskan S2 di International University of Japan di Niigata, Jepang.


10 Comments - Write a Comment

Post Comment