Bermain di Bawah Cahaya Taman Lampion

Pertengahan Juni lalu, saya dan suami mengajak Rakata-Ranaka road trip ke tiga kota: Salatiga, Solo, dan Yogyakarta. Kebetulan, mertua saya tinggal di Yogyakarta, jadi persinggahan di kota terakhir memang disengaja khusus untuk menengok beliau. Kedatangan dua cucu yang jarang ditemuinya, naluri mertua sebagai nenek yang suka memanjakan sepertinya langsung timbul :D

Bersemangat ’45, mertua mengajak kami ke Taman Lampion (sering disebut juga Taman Pelangi) di area Monumen Jogja Kembali. Mertua bilang, Rakata-Ranaka pasti suka tempat ini. Terakhir saya ke Yogyakarta tahun 2009, taman ini belum ada. Ternyata, memang baru diresmikan pada 17 Desember 2011 lalu.

Sesuai namanya, di Taman Lampion ada ratusan lampion, baik yang bergelantungan maupun ditata cantik seperti patung. Bentuk dan ukurannya beragam. Di antaranya jamur raksasa, burung, naga, ayam, zebra, kupu-kupu, hingga berbagai tokoh kartun seperti Donal Bebek dan Mickey Mouse. Bahkan ada satu jalanan yang di kiri-kanannya berjejer lampion Hello Kitty.

Tapi dibanding pendar cantik cahaya lampion, perhatian Rakata sepertinya lebih tertuju pada wahana-wahana permainan yang tersebar di sepenjuru taman, seperti bom bom car, rumah balon, becak mini, sepeda tandem, dan kereta mini.

Saya tidak sempat menghitung, tapi sepertinya ada lebih dari 10 wahana permainan di sini. Harga tiketnya bervariasi, dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000 di luar tiket masuk.

Stan makanan dan minuman pun cukup banyak. Uniknya, bukan hanya di meja makan biasa dan gazebo, pengunjung juga bisa menyantap hidangan di semacam gerbong kereta. Tapi karena sebelum ke sini kami baru saja makan besar, perut masih full sehingga tidak berminat icip-icip.

Meski buka setiap malam, taman ini katanya baru ramai oleh keluarga saat akhir minggu. Sementara di hari kerja, pengunjung lebih banyak karyawan yang kongkow melepas penat setelah seharian ngantor.

Memang, sih, sekedar duduk-duduk saja di sini juga menyenangkan. Mungkin karena lokasinya yang outdoor dan suhunya cukup adem (FYI, taman ini hanya buka di sore dan malam hari).

Satu hal yang merepotkan di sini adalah: membujuk Rakata keluar dari rumah balon :D

Memang, sih, saat itu waktu baru saja menunjukkan pukul 20.30. Tapi masalahnya, malam itu juga kami harus langsung tembak pulang ke Semarang karena besok paginya suami mesti ngantor. Suami dan mertua yang sempat menyusul ke dalam rumah balon, bahkan ‘diusir’ oleh Rakata, hahaha. Untungnya, tidak sampai 10 menit kemudian secara sukarela toddler yang sebentar lagi ultah ke-3 ini keluar.

Foto-foto yang saya sertakan di sini sayangnya tidak maksimal menggambarkan cantiknya permainan cahaya di Taman Lampion. Harap dimaklumkan saja, ya, kemampuan fotografi saya yang minus beserta kamera poket superjadul nampaknya memang bukan kombinasi tepat untuk menghasilkan foto ciamik :D

Lokasi Taman Lampion:

Jl. Raya Ring Road Utara, Yogyakarta

(di area Monumen Jogja Kembali)

Jam Buka:

17.00 – 23.00 (setiap hari)

Harga Tiket:

Weekday Rp 10.000, weekend Rp 15.000

 


9 Comments - Write a Comment

  1. Coming sooon… Bis Lebaran mo ke Jogja, dah pesen mo diajakin eyang2 ke sini. Kata adek-ku emang tempatnya recommend banget buat anak2. Jadi ngebayangin Tangguh girang banget disana (ntar kayak Rakata lagi ya ampe ga mau pulang, hehehe..). Mo ke Semarang juga bis itu, aduhhhh.. jalan-jalan.. can’t wait to see u soon..

Post Comment