Penunjang Kenyamanan Tidur Si Kecil

Semakin besar Langit, semakin berkurang waktu tidurnya *lap keringat*. Satu sisi, saya merasa beruntung bahwa sejak newborn,  Langit bukan tipe yang sering terbangun di malam hari untuk mengajak main (biasanya ini yang sering bikin orangtua baru begadang). Ia tipe yang kuat melek, tapi begitu tidur, ya, sudah, tidur. Kalaupun terbangun malam hari, biasanya memang karena ada yang mengganggunya.

Beberapa pengganggu tidur sehingga bayi tidak tidur nyenyak di malam hari, misalnya saja kembung, kolik, adanya masalah di lingkungan rumah, popok basah, suhu yang terlalu dingin atau panas dan sebagainya.

Menyadari bahwa tidur harus nyaman, maka bagi saya pakaian tidur merupakan salah satu unsur penting dalam kenyamanan tidur bayi. Waktu Langit masih bayi, saya lebih suka memakaikan sleepsuit yang menutup kaki, sehingga nggak harus memakaikan kaus kaki atau selimut untuk menahan udara dingin.

Pemakaian selimut sendiri, menurut saya pribadi, nih, di wilayah tropis seperti Indonesia, nggak perlu yang terlalu tebal. Atau malah jika pakaian anak memang sudah cukup nyaman dan hangat, selimut bisa tidak digunakan. Tapi bukan berarti nggak boleh, lho, jika memang memakaikan selimut, saya sebisa mungkin hanya memakaikan hanya sebatas  dada dengan posisi tangan ada di luar selimut untuk mengantisipasi selimut berantakan yang (amit-amit jangan sampai) menutup wajah bayi sehingga menghalangi pernapasan dan bisa menyebabkan SID (Sudden Infant Death).

Untuk kenyamanan tidur, saat Langit masih memakai popok sekali pakai, saya juga memastikan bahwa popok sekali pakainya nyaman untuk dipakai semalaman. Beruntung, sejak usia 1 tahun, saat malam Langit nggak terlalu banyak buang air kecil. Jadi saya nggak perlu bangun untuk mengganti popok sekali pakainya.

Sekarang, karena Langit sudah cukup besar dan mau memilih pakaian sendiri, pemilihan pakaian tidur pun tak lagi hanya karena kenyamanan pakaian, tapi juga berdasarkan motif atau gambarnya! Pakaian tidur berbahan kaus merupakan pilihan pertama saya, selain adem juga menyerap keringat, tahu dong bahwa 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan saat anak tidur, nggak heran kalau saat tidur si kecil kerap berkeringat. Selain itu, saya lebih condong ke pakaian tidur berjenis celana, dibandingkan daster.

Menurut Mommies, pakaian tidur anak itu mendukung kenyamanan tidur anak nggak?


12 Comments - Write a Comment

  1. Betul sekali! Urusan tidur, apalagi tidur malam, semaksimal mungkin dibikin senyaman2nya. Agree banget masalah disposable diaper apalagi yg daya serapnya tinggi jadi ga kasian anakanya kepaksa bangun bolak balik tengah malam krn popok basah.

    PJ yang nyaman juga sangat mendukung kenyamanan tidur anak. Dulu sebelum bisa lancar jalan aku jg sama selalu pakein neng Cairo sleep suit yg nutup sampe telapak kaki. Tp semenjak dia udah lancar jalan, celananya yang ga nutup sampe telapak kaki krn takut dia kepleset2 kalau jalan. Daster sih kayaknya ngga yah karena bakalan sering tersingkap2 kl lagi tidur nanti malah silir kedinginan lagi..so yes I really vouch for good quality PJs * ga harus mahal yg penting nyaman

  2. Tadinya gue gak suka (baca: males ribet) pakein sleep suit buat Menik. Tapi kalo dipakein piyama, atasannya suka naik-naik, dan bener kata Lita, kalo dipakein selimut, ujung-ujungnya berantakan. Akhirnya sejak usia 3 bulan, Menik kenalan dan gue yang keranjingan sama sleep suit, karena hangat, nyaman, gak keangkat-angkat. :D

    Jadi baju tidur itu emang penting buat menambah kualitas tidur anak..

    Masalah kualitas tidur, mari sujud syukur dulu karena sejak usia 2 bulan, Menik selalu tidur pukul 19.30 dan malem bangun cuma minta susu :p Tapiii, baca opening artikel ini yang bilang “Semakin besar Langit, semakin berkurang waktu tidurnya *lap keringat*” bikin nyengir miris mendadak. Siap-siap ikut lap keringat kalo begituu :))

    1. Sleepsuit yg tutup sampe kaki itu memang savior banget dah! *lebay*

      Gue juga alhamdulillah langit ga suka bangun malam terus ajak main gitu, kalau malam ya tidur. Cuma ya gitu, malamnya kadang2 samaan kaya orang dewasa. Hiks.
      Tapi emang, makin gede kan tidurnya berkurang, mumpung Menik masih lumayan banyak waktu tidurnya puas2in deh me time pas anak tidur. Ntar segede Langit, boro2, mana ga mau tidur siang *curcol*

Post Comment