Peralatan Bayi, Dulu Dan Sekarang

Dari tahun ke tahun, ilmu pengetahuan terus berkembang. Contoh paling gampang, nih, misalnya jangka waktu pemberian ASIX. Dulu dikatakan cukup empat bulan pertama. Ternyata setelah melewati berbagai penelitian, nambah sedikit menjadi minimal enam bulan pertama. Sebagai orangtua, tentu sudah kewajiban kita, ya, Mommies, untuk mengikuti dan terus update informasi terkini.

Sudah bukan masanya percaya plek-ketiplek semua yang dikatakan orangtua/om/tante, apalagi kalau dasar alasannya cuma ‘katanya…’, bukan fakta ilmiah. Eh, membantah perkataan para tetua tidak berarti kita durhaka, lho, ya, hehehe.

Bagitu juga untuk urusan perlengkapan bayi. Apa yang dulu lumrah digunakan orangtua saat membesarkan kita, belum tentu sekarang penggunaannya masih dianjurkan. Setahu saya, setidaknya dua benda ini yang sudah tidak dianjurkan.

1. Gurita

Dulu:

Dipakai untuk mencegah perut bayi kembung, buncit, dan pusarnya bodong.

Sekarang:

Seketat apapun gurita diikat ke perut bayi, tidak membuat perut mengecil. Pasalnya, kulit-lemak-otot bayi masih tipis dan belum berkembang, sehingga perut kelihatan besar dan kembung. Nanti seiiring pertumbuhan bayi, perutnya secara alamiah akan mengecil.

Begitu juga dengan pusar bodong. Tanpa gurita, pusar bayi pun nantinya masuk dengan sendirinya. Tapi, ya, kalau memang bakatnya bodong, mau pakai gurita sekalipun tetap saja akan bodong :D

Gurita juga menyebabkan bayi sulit bernapas. Tidak seperti orang dewasa yang mengandalkan pernapasan dada, bayi masih dominan pernapasan perut.

Risiko lainnya, gurita dapat meningkatkan risiko gastroesofageal refluks (GER). GER adalah kembalinya makanan yang telah masuk ke dalam lambung. Isi lambung keluar, tetapi tidak sampai di mulut, melainkan hanya sampai di kerongkongan. Kondisi ini bisa menyebabkan dinding saluran makan terluka.

2. Baby walker

Dulu:

Dipakai untuk melatih kemampuan bayi berjalan, sekaligus ‘penghemat’ tenaga orangtua karena tidak perlu capek-capek menitah. Tinggal masukkan ke baby walker, bayi bisa leluasa ‘jalan’ ke sana ke mari.

*gambar dari sini

Sekarang:

Sejak 1995, American Academy of Pediatrics tidak menganjurkan pemakaian baby walker karena rentan cidera. Di AS, puluhan bayi meninggal akibat kecelakaan di baby walker, mulai dari menggelinding di tangga, benturan keras di kepala, hingga tenggelam karena bayi meluncur ke kolam renang.

Baby walker juga disinyalir justru menghambat perkembangan motorik kasar. Menurut sebuah studi pada 109 bayi yang dipublikasi di Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics, bayi yang menggunakan baby walker malah lebih lambat bisa berjalannya. Daripada menggunakan alat, tentu gerakan berdiri-merambat-melangkah sendiri, tetap lebih baik dalam melatih otot dan tulang.

Jika dua benda tersebut memang sudah tidak dianjurkan pemakaiannya, lalu kenapa masih banyak ditemukan di pasaran? Ya, menurut saya, sih, sama saja seperti rokok. Meski sederet efek negatif sudah digembar-gembor, tetap saja rokok mudah ditemui di setiap sudut jalan.

Seperti biasa, (lagi-lagi) merupakan tugas kita sebagai orangtua untuk melakukan seleksi :)

Btw, apakah Mommies tahu apa lagi perlengkapan bayi yang sudah tidak dianjurkan? Monggo di-share, lho.

 


24 Comments - Write a Comment

Post Comment