Bunda, Adik Dari Mana, Ya?

“Bunda, adik datang dari mana?” Mungkin ini adalah salah satu hal yang paling takut saya dengar dari Aira, dan akhirnya diajukan juga olehnya pada saya sewaktu saya mengandung Aidan.

Pastinya adik tidak dibawa burung bangau macam film bayi-bayi hewan di film Dumbo, atau keluar dari dalam mentimun macam kisah timun mas, atau muncul dari dalam kerang raksasa di tengah laut macam Aphrodite.

Dari awal saya tau saya harus memberikan jawaban yang masuk akal jika sampai waktunya pertanyaan ini diajukan oleh Aira. Dulu sekali saya pernah membaca buku tentang edukasi seks (ya, pertanyaan soal adik datang dari mana menurut saya termasuk dalam edukasi seks) atau membicarakan tentang seks dengan anak. Di buku tersebut dijelaskan sejauh mana kita bisa menjelaskan soal hal ini pada anak usia tertentu. Sayangnya buku ini buku impor, jadi tentunya pakemnya akan berbeda dengan kita di Indonesia. Tapi satu yang saya ingat sekali, adalah untuk selalu memberi jawaban secukupnya saja, sesuai pertanyaan anak. Tidak perlu jadi terlalu mendalam, melebar, dan ilmiah. Jawaban tingkat dewa soal bayi datang dari mana tentunya juga akan tidak bisa dipahami oleh anak usia balita, misalnya.

Misalnya, teman saya punya pengalaman, anaknya bertanya adik datang dari mana. Si ibu sudah dengan keringat dingin dan muka merah padam menjelaskan tentang ayah-ibu yang saling mencintai, lalu soal ovarium dan sperma, padahal ternyata si anak hanya bertanya adik lahir di mana, yang jawabannya adalah rumah sakit. Titik.

Nah, waktu pertanyaan itu datang dari Aira, saya sedang mengandung Aidan, dan usia Aira waktu itu 5-6 tahun, jadi tidak terlalu sulit menjelaskan pada Aira. Pertanyaan yang diajukan cukup banyak, soal adik di dalam perut. Momennya tepat sebenarnya, saya sedang mengandung Aidan, jadi contohnya jelas. Waktu itu Aira sedang senang-senangnya membaca ensiklopedi, jadi sumber jawaban saya tentunya memanfaatkan media ini. Plus waktu itu saya beruntung bisa menemukan CD anak-anak yang menjelaskan soal proses bayi membesar di dalam perut. Animasi dan penjelasannya sederhana. Setelah itu dia dengan bangga akan cerita ke orang-orang kalau sebelum jadi bayi di dalam perut kita disebut fetus, dapat makan dari Bunda lewat semacam selang yang namanya plasenta.

Pertanyaan memang kemudian melebar, tapi melebar ke depan, yaitu bagaimana adik nanti keluar dari perut Bunda. Saya jelaskan bisa dengan 2 cara. Cara alamiah, melalui ‘jalan lahir’ atau dioperasi oleh dokter. Fortunately, pertanyaan berhenti di sini. Tidak ada pertanyaan lebih jauh soal jalan lahir, dan tidak ada pertanyaan melebar ke belakang, soal bagaimana si fetus bisa ada di perut Bunda.

Jadi, tidak ada panduan baku soal menjelaskan soal dari mana bayi datang, terutama pada anak yang usianya masih sangat muda. Perlu diingat adalah perhatikan benar-benar pertanyaan yang diajukan anak, dan beri jawaban secukupnya saja. Jawab pertanyaan sebatas yang ditanyakan anak dan berikan jawaban dengan percaya diri, jangan sampai anak bertanya-tanya kenapa kita keringat dingin saat menjawab pertanyaannya. Hehe. Good luck, Mommies!

 

 


13 Comments - Write a Comment

Post Comment