Pasar Gembrong, Surga Mainan Murah

Bagi warga Jakarta, nama Pasar Gembrong mungkin tidak sehits Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara. Beberapa teman saya yang tinggal di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan saja banyak yang belum pernah dengar nama pasar yang terletak di kawasan Prumpung, tepatnya di trotoar perempatan Jl. DI Panjaitan dan Jl. Basuki Rahmat, Jakarta Timur, ini.

Saya sendiri meski selalu melewati Pasar Gembrong setiap pulang-pergi kuliah dan kerja, baru menginjakkan kaki langsung ke sini, ya, pas punya anak. Itupun setelah dipaksa suami, karena jujur saja saya agak malas belanja ke pasar. Desak-desakan di area sempit, panas, belum lagi tawar-menawar harga. Duh, membayangkannya saja sudah capek.

Apalagi, karena namanya juga di pasar, saya pikir mainan yang dijual ala kadar, tidak berkualitas. Makanya, hingga Rakata berusia satu tahun, saya lebih suka beli mainan di mal atau online shop.

Kunjungan pertama saya ke Pasar Gembrong itu sekitar pertengahan 2010, saat mesti beli kado untuk acara ultah yang diadakan sebelum lunch. Berhubung pagi-pagi mal masih tutup dan beli di online shop tidak mungkin barangnya sampai dalam waktu 2-3 jam, jadilah suami mengarahkan mobil ke Pasar Gembrong.

Jujur, reaksi pertama saya pas pertama kali masuk ke toko-toko di Pasar Gembrong adalah shock. Bagaimana tidak, hampir semua mainan yang ada di online shop, ada di sini! You name it, deh. Mobil-mobilan, boneka, kolam renang, kuda-kudaan, bola, remote control, sepeda, peralatan main pasir, alat masak-masakan, alat tukang-tukangan, piano-pianoan, pokoknya buanyaaaaaak. Mulai dari yang kualitas rendah hingga kualitas tinggi, tersedia.

Harganya pun masih bisa ditawar. Beberapa waktu lalu sebelum pindah ke Semarang, saya dan suami membawa Rakata-Ranaka ke sini buat borong mainan, hitung-hitung ‘upeti’ biar mereka betah di rumah baru, hehehe.

Di antara mainan yang saya beli adalah tenda-tendaan dengan terowongan penghubung. Di online shop, saya intip rata-rata dijual dengan harga Rp 270.000. Di sini, dijual dengan harga pembuka Rp 230.000. Satu kali tawar, langsung dilepas dengan harga Rp 190.000.

Mainan lainnya adalah satu karung berisi 300 piece balok susun semacam lego-legoan. Dari harga Rp 200.000, dilepas Rp 160.000. Lumayan, kan? Itupun nawarnya tidak pakai ngotot (atau dengan kata lain sebenarnya bisa lebih murah lagi jika kita ‘tega’, hehehe).

Toko favorit saya di sini adalah Kawan Lama, karena selain tunai juga menerima debit. Mainannya pun tergolong lebih lengkap dibanding yang lain. Meski ada juga mainan di toko lain yang ternyata tidak ada di Kawan Lama.

Bagi Mommies yang mau ke Pasar Gembrong, berikut kiatnya:

  • Survei harga terlebih dulu

Dengan begitu, jadi punya gambaran buat menawar harga. Pertama datang ke Pasar Gembrong, saya manut saja saat beli mainan piano-pianoan seharga Rp 100.000 (awalnya katanya Rp 120.000). Ternyata, sebenarnya bisa ditawar lagi hingga Rp 70.000 – Rp 80.000.

  • Datang pagi

Sejak pukul 08.00-09.00 beberapa toko sudah buka. Bukan hanya udara masih adem, parkir pun belum sulit. Makin siang, terutama saat weekend, cari parkirnya butuh perjuangan. Belum lagi rasa gerah yang menyengat. Kalau terpaksa datang siang, mending mobil diparkir di tempat lain, lalu lanjut ke sini dengan kendaraan umum. Atau kalau mau enak, datanglah ke sini di hari dan jam kerja. Tapi karena pembeli tidak se-riweuh pas weekend, biasanya penjualnya agak jual mahal dan pelit menurunkan harga.

Semoga membantu, ya. Selamat borong mainan, Mommies!