Bermain Fabel Origami, Seru!

Ke toku buku sudah menjadi rutinitas akhir pekan kami. Biasanya saya ke bagian buku fiksi, si ayah ke bagian buku politik dan sejarah, dan Cinta ke bagian buku anak. Akan selalu ada yang kami bawa pulang, minimal satu buku untuk masing-masing orang. Saya pikir, nggak terlalu besar anggaran beli 3 buku per minggu, daripada untuk beli tiket “ding-dong” mending untuk beli buku, ya, nggak?

Minggu kemaren saya dikejutkan dengan pilihan Cinta. Kali ini bukan buku cerita, tapi buku aktivitas yang sekaligus ada ceritanya juga. Buku apakah itu? Tadaaaa … ini dia bukunya:

Judul buku: Origami, berkreasi sambil bercerita
Penerbit: Indria Pustaka (Grup Puspa Swara), 2012
Penulis: Astri Damayanti
Tebal: 54 halaman, full color
Harga: Rp. 22.900

Pas lihat bukunya, memang langsung menarik mata. Ada petunjuk pembuatan origami 10 binatang yaitu ayam, angsa, kepiting, serigala, kelelawar, lumba-lumba, udang, kepik, anjing, dan kelinci. Apalagi sudah dilengkapi dengan kertas lipatnya sekalian. Praktis, deh.

Dari pilihannya sudah jelas Cinta ingin belajar origami dan membuat bentuk-bentuk binatang seperti yang ada di sampul buku itu. Memang selama ini saya suka membuat kreasi origami untuk Cinta, tapi saya hanya bisa buat pesawat terbang dan perahu saja, hahaha. Wah, berarti buku ini nggak cuma cocok untuk anak belajar origami, tapi juga untuk orangtuanya. Sudah saatnya menekuni kembali origami yang dulu dipelajari di sekolah, sekaligus mencoba bentuk-bentuk baru dan kreatif dari buku ini.

Sesampainya di rumah, kami langsung ‘serius’ mempraktikkan petunjuk-petunjuk yang ada di buku itu. Petunjuknya mudah diikuti, kalimatnya singkat, tahapannya dilengkapi gambar yang jelas dan berwarna. Kami berlomba-lomba membuat origami. Dan inilah hasilnya :


Kepiting dan lumba-lumba kreasi Cinta dan Mama

Buku ini tak hanya berisi petunjuk origami, tapi juga disertai fabel (cerita binatang). Ada sepuluh fabel dari binatang-binatang tersebut di atas. Jadi setelah membuat beberapa jenis binatang, Cinta minta dibacakan cerita dan kami mempraktikkan dialog-dialog nya. Seruuu … apalagi pas cerita saya lakukan improvisasi suara seperti Ki Dalang, ditambah lagi celetukan lucu Cinta yang keluar dari alur cerita, hahaha.

Sampai malam, “wayang origami fabel” ini terbawa sampai ke tempat tidur. Saya matikan lampu, diganti dengan senter sorot menghadap ke dinding, dan adegan percakapan antara binatang-binatang origami dilanjutkan. Seru, kan?


8 Comments - Write a Comment

Post Comment