Semua Ada Waktunya…

Siapa yang suka membandingkan anaknya dengan anak-anak lain? Jujur … saya sering melakukan hal itu. Bukan untuk membangga-banggakan kemampuan anak tapi lebih kepada panduan untuk saya agar tahu apakah kemampuan/pencapaian anak sudah sesuai dengan kelompok usianya. Tapi lantas hal tersebut tidak membuat saya kompetitif dengan mengharuskan Igo catch up atas “ketertinggalannya”.

Memang, sih, kadang terbersit pertanyaan “Kok beda, ya?” Tapi, ya, akhirnya saya bersikap masa bodoh saja. Dulu waktu mulai belanja keperluan bayi, iseng-iseng saya beli soft book juga. Maksud hati, sih, supaya kelak si jabang bayi senang membaca. Terlalu muluk nggak, sih, harapannya? Haha. Saat Igo beranjak besar, ia tetap cuek dengan buku. Saya tetap berusaha memperkenalkan baca dan buku kepadanya … tertarikkah dia? Hanya bertahan 10 detik. Haha.

Waktu banyak ibu membahas krayon yang aman untuk anak karena anak-anak mereka sudah tertarik membuat bentuk dan mewarnai, saya cuma baca-baca, tidak ikutan sharing karena Igo ogah-ogahan ketika saya sodorkan buku mewarnai dan krayon. Padahal kalau dipikir-pikir usia Igo “harusnya” sudah menunjukkan ketertarikkan. Begitu juga dengan flash card hahaha sukses ditaruh di dalam lemari oleh Igo. Katanya, “Nggak selu (seru, red), Ibu.”

Wajar juga, ya, kalau saya sedikit khawatir takut kecuekkan ini bablas. Jadi untuk mengakali agar Igo tertarik pada buku (misalnya) dengan mengajak Igo ke area buku transportasi. Igo suka sekali kereta api, apa pun yang berhubungan dengan kereta pasti dia sambut dengan ceria :D Benar saja, asyik sekali dia menyusuri rak-rak buku sambil sibuk bertanya, “Ibu, mana lagi yang isinya tentang kereta? Atu mau yang tentang Shinkansen!”

Koleksi buku kereta api Igo sudah ada beberapa sekarang. Saya sengaja membelikan yang tatanan kalimatnya masih mudah dicerna oleh Igo. Isi buku juga tidak mutlak harus dilengkapi animasi atau gambar kartun kereta. Belakangan malah Igo lebih tertarik dengan buku yang ilustrasinya berupa foto bukan gambar. Beberapa buku kereta apinya selalu ditenteng kemana-mana. Dan tiap kali ada kesempatan pasti dia langsung cerita, “Ini namanya kereta uap. Kalau itu kereta listrik.” Tidak ada waktu khusus Igo minta dibacakan buku (misalnya menjelang tidur), suka-suka dia saja. Malah kadang dia yang menawarkan untuk bercerita soal kereta ke saya atau ayahnya.

Menurut saya, tidak perlu khawatir (atau sampai pundung) jika anak batita belum menunjukkan ketertarikannya pada hal-hal yang kita rasa perlu. Tidak perlu dipaksa. Seperti pencapaian lainnya, tiap anak punya waktunya sendiri. Ya nggak, sih?

 


18 Comments - Write a Comment

  1. Membandingkan anak dengan positif perlu juga untuk pembelajaran kita sebagai orangtua tapi, ya, itu jangan sampai terbawa jadi kompetitif. Anak jadi dipaksa suka atau bisa melakukan hal yang diinginkan oleh kita, orangtuanya. Setuju sama Lita, yang penting kita rajin stimulasinya aja.

  2. Btw, Man, gw lagi pengen nulis di blog dengan tema yang sama, eh elo udah duluan. hihihi. Ito juga 9 bulan blm merangkak, haha, dan udah mau setahun juga belum jalan, tapi ya biar sajalah ya, tiap anak itu unik dan memiliki perkembangannya masing-masing. Yang penting jangan malas menstimulasi. Meski suka panas kuping juga kalau ada yang banding-bandingin, kok ini belum, sementara itu sudah.

    1. Rasanya “masalah” ini dihadapi oleh hampir semua orangtua, ya. Tapi memang tinggal bagaimana kita menyikapinya. Kadang kita bertanya-tanya kenapa, sih, kok perkembangannya berbeda dengan anak lain tapi kembali lagi … tiap anak punya waktunya sendiri. Kita tinggal stimulasi dan memfasilitasi. Dan yang penting juga, jangan sampai kita, orangtuanya, yang membandingkan anak kita dengan anak lain.

  3. Setuju banget mbk, kalo membandingkan anak kita dgn anak lain malahan bikin kita stree. Enjoy aja deh setiap perkembangan anak, sekaligus belajar untuk menggali banyak2 potensi anak yg mungkin kita belum tahu. Tq for sharingnya, berguna bgt buat sy :D karena belakangan sy juga tanpa sadar membandingkan anak sy dgn anak lain yg perkembangan motoriknya lbh cepat.

Post Comment