Travelling Dan MPASI

Mei 2009 saat Maika berusia 9 bulan, saya membawa Maika pergi ke Sydney, Australia sekitar 3 minggu. Ini adalah perjalanan terjauh dan terlama Maika, walaupun sebelumnya saat usia 8 bulan sempat pergi ke Bali selama 3 hari.

Di usia 9 bulan ini makanan Maika sudah cukup variatif, yaitu buah-buahan (apel, pir, labu, pepaya, melon, jeruk, pisang, dsb), sayuran (buncis, wortel, bayam, ubi, brokoli, kentang), daging sapi, ayam, ikan, oatmeal, keju.

Di Sydney, kami tidak menginap di hotel, tapi di rumah adik ipar saya, sehingga saya bisa masak MPASI Maika selama di sana. Jadi pengalaman saya mempersiapkan MPASI Maika travelling selama 3 minggu akan saya bagi 2, yaitu  perjalanan dan selama di Sydney.

Sejak awal pemberian MPASI, saya berusaha menyediakan MPASI rumahan untuk Maika, tapi saya juga tidak menganggap makanan bayi siap saji sebagai ‘racun’ jika memang diperlukan. Fleksibel sajalah. Di usia 9 bulan ini, Maika makan sekitar 3-4 kali sehari. Bagusnya Maika masih full ASI, jadi soal susu tidak ada masalah :)  Maika juga termasuk pemakan segala, jarang ada jenis makanan yang ditolak oleh Maika.

MPASI selama perjalanan

Kami memilih pesawat yang transit dulu di Singapura sekitar 12 jam. Ya, kami memang bermaksud ‘jalan-jalan’ sebentar di Singapura. Memilih pesawat pagi dari Jakarta menuju Singapura dan pesawat paling terakhir (tengah malam) menuju Sydney. Jadi saya harus mempersiapkan MPASI untuk seharian dalam perjalanan.

Untuk camilan di perjalanan, dan bisa saja saat tinggal landas dan mendarat  Maika tidak mau menyusu, saya menyiapkan Gerber Finger Foods Puffs yang bentuknya bintang.  Saya juga membeli beberapa biskuit bayi untuk keperluan di pesawat yang cukup panjang.  Saya juga membawa 2 jars makanan bayi siap saji merk Heinz dan Gerber, yang ternyata tidak saya buka sama sekali.

O, ya, 2 minggu sebelum pergi semua makanan siap saji yang saya bawa, sudah saya coba berikan ke Maika. Hal ini untuk mengecek apakah ada reaksi alergi atau Maika kurang suka. Jadi semua makanan yang saya bawa sudah lulus tes.

Kami pergi ke bandara sekitar pukul 07.30. Maika hanya menyusu saja, belum makan apa-apa. Di bandara, sekitar pukul 08.30, saya suapkan Maika mashed potato yang sudah dicampur brokoli dan keju. Makanan ini telah saya siapkan semalam sebelumnya dan tinggal saya hangatkan di pagi hari. Maika terbiasa makan dengan suhu makanan suhu ruang, tidak mesti hangat, jadi saya hanya bawa pakai container makanan biasa.

Di dalam pesawat menuju Singapura ternyata disediakan makanan bayi siap saji dengan berbagai macam rasa. Jadi saya tinggal minta dihangatkan saja, tapi Maika hanya makan setengahnya saja. Dia lebih memilih menyusu dan finger foods-nya. Karena perjalanan hanya sekitar 1.5 jam, Maika anteng saja di selama di pesawat.

Sesampainya di Singapura, kami makan antara siang dan sore di restoran, dan saya minta dibuatkan mashed potato dengan keju. Malam harinya saat kembali ke bandara, kami beristirahat di salah satu airport lounge. Maika saya mandikan di sana dengan susah payah, karena waktu itu Maika terbiasa mandi di bak mandi, bukan dengan shower. Dalam airport lounge disediakan banyak makanan dan buah-buahan. Buah pepaya dan pisang jadi pilihan saya buat Maika, karena dengan mudah dapat dipotong kecil-kecil dan dihancurkan memakai garpu.

Tengah malam kami berangkat menuju Sydney, sengaja memilih tengah malam supaya Maika bisa tidur sepanjang perjalanan selama 7 jam, dan saya pun bisa istirahat. Saat tinggal landas, saya susui Maika sampai tertidur. Ternyata Maika tidak mau ditidurkan di bassinet yang telah disediakan, jadi sepanjang malam Maika tiduran di pelukan saya.

Untuk perjalanan pulang lebih simple, karena saya memilih pesawat pagi dari Sydney menuju Singapura, dan transit hanya sekitar 2 jam di Singapura lalu pulang ke Jakarta, saya menyiapkan 2 jars makanan siap saji dan finger foods saja. Maika hanya makan sekali selama di pesawat, sisanya menyusu dan makan finger foods.

Wah, baru di perjalanan saja ternyata sudah cukup panjang, ya. Nanti akan saya lanjutkan bagaimana MPASI Maika selama di Sydney dan kiat untuk Mommies yang mau travelling saat si kecil masih di tahap MPASI, ya!

 


10 Comments - Write a Comment

  1. asikkk! menunggu lanjutannya! kebetulan Lebaran nanti si kecil 7 bulan pas mudik. mana pake perjalanan darat 5 jam dulu baru sambung pesawat. total hampir 12 jam untuk mudik. memang paling simpel sih bawa buah-buahan ya. cuma kalo di kota saya jarang banget jual Heinz atau Gerber. kalau naik pesawat yang nyediain makanan bayi sih enak (mudah-mudahan dapet tiketnya!). ditunggu cerita berikutnya! TFS :)

  2. asiknya udah jalan-jalan jauh :D
    L kemarin mudik aja umur 6bulan bawa biskuit Heinz ajah sama gasol buat dirumah eyangnya dan cemilan dikreta pergi kita sengaja memilih kreta biar nyantai naik yang jam 8 malem sampe solo jam 5 pagi di kreta dari naik sampe turun L tidur terus dan yang bete pas pulang karena suami harus buru2 berangkat lagi kebandung terpaksa kita pilih naik pesawat waks …. bete juga waktu hamil aku naik pesawat liat bayi dikasih kapas dan dapet belt yang disambungin ke Ibunya kok anak gw enggak yak ? agak kecewa sama penerbangan itu terpaksa L aku sumpelin tissue kupingnya dan terus di nenenin awal terbang dia tidur anteng surga bener dah pas udah mau mendarat nangis errrr … dan turun mendarat masih nangis pas turun si pramugari cuma bilang “kenapa dede nangis” sebel pake nanya lagi :D

Post Comment