Liburan Bersama Tetangga

I am blessed with great neighbors. Ini kalimat yang akan saya ucapkan untuk mendeskripsikan tetangga saya. :)

Saya tinggal di perumahan kecil, ceritanya town house, yang kebanyakan penghuninya sebaya, dengan anak-anak yang juga seumuran. Ini saja pastinya sudah seru, karena anak-anak jadi punya teman main di rumah. Lebih serunya lagi, kami–-para orangtua, juga saling cocok, jadi akrab banget. Belum lagi ada beberapa keluarga yang saya juga cocok dan sejalan dalam hal kegiatan untuk anak-anak, termasuk untuk liburan. Jadi pastinya anak-anak tidak pernah kehabisan kegiatan selama liburan.

Awalnya, kami hanya sekedar merencanakan kegiatan anak-anak bersama di akhir pekan. Berkunjung ke istal kuda, outbond, berenang, taman bermain, jalan-jalan dengan Transjakarta atau yang terakhir agak jauh ke Gelanggang Samudera Ancol. Kalau yang sekedar kegiatan di komplek, sih, nggak usah ditanya, main di rumah tetangga sudah jadi jadwal kegiatan sehari-hari selama liburan. Apalagi kalau lagi libur biasanya mereka sesekali diizinkan main di jalanan komplek sampai larut malam, sementara para orangtua barbecue-an.

Anak-anak sangat menikmati liburan dengan tetangga sampai-sampai jika ada yang liburan keluar kota, biasanya yang ditinggal di komplek merana menanti kepulangan si tetangga, sementara  yang pergi liburan juga nggak sabar ingin cepat-cepat pulang. Maka kegiatan liburan dengan tetangga ini pun berkembang, menjadi pergi berlibur bersama tetangga. :D

Awalnya tidak disengaja, keluarga saya dan satu keluarga yang anak-anaknya sering main bersama kebetulan pergi ke Bandung di tanggal yang sama, dan kebetulan juga menginap di hotel yang sama. Jadilah akhirnya selama di Bandung anak-anak bisa berenang sama-sama dan jalan-jalan ke Bandung Tree Tops. Perjalanan ke Bandung kali itu terbukti jadi berlipat kali serunya. Maka pada kesempatan liburan berikutnya kami janjian liburan bersama-sama ke Yogya, menginap di hotel yang sama.

Perjalanan ke Yogya luar biasa seru. Karena terkadang ada tempat-tempat yang kalau kita hanya membawa anak kita sendiri saja mereka bosan dan tidak menikmati. Tapi begitu bersama teman-teman, kunjungan tadi menjadi jauh lebih menyenangkan dan menarik. Ke Candi Borobudur  misalnya. Coba bayangkan, kalau saya hanya bersama Aira dan Aidan, Aira pasti sebentar saja sudah bosan apalagi Aidan. Tapi begitu ditambah 3 anak lainnya, plus 1 pemandu, mereka dengan semangat mendengar cerita dari pemandu dan bertanya macam-macam, juga berlarian kesana kemari. Borobudur jadi lebih seru.

Yang pasti, jika ingin berlibur dengan tetangga pastikan kalau kita memang cocok dengan tetangga kita. Punya ide dan tujuan yang sama dalam mencari tempat yang akan dikunjungi karena teman seperjalanan kita bukan hanya sekelompok orang dewasa, tapi juga anak-anak. Jangan juga mengajak terlalu banyak keluarga, karena makin banyak kepala tentunya makin banyak mau juga, kan? Tempat yang ingin dikunjungi dan akomodasi sebaiknya dibicarakan di awal. Tidak masalah jika pesawat berbeda, tetapi akan jauh lebih menyenangkan jika kita menginap di hotel yang sama, anak-anak senang ‘saling mengunjungi’ kamar hotel dan melakukan aktivitas seru bersama-sama seperti berenang. Jika perlu menyewa mobil, jangan memaksa untuk hanya menyewa 1 mobil saja, apalagi jika tempat-tempat yang dikunjungi jaraknya agak jauh agar anak-anak nyaman. Memang nantinya terkadang anak-anak suka berkumpul di dalam 1 mobil, tapi jika mereka sudah lelah, lebih enak kalau mereka bisa istirahat di mobil. Plus terkadang masing-masing keluarga ada kegiatan yang hanya mereka lakukan sendiri, jadi tidak saling tergantung dan lebih fleksibel.

Saya keranjingan liburan bersama tetangga. Untuk liburan Juni-Juli nanti kami sudah merencanakan pergi berlibur bersama tetangga lagi. Kali ini 3 keluarga. Mudah-mudahan akan berkali lipat lagi serunya. Ayooo … siapa mau ikuti jejak saya? ;)

 


9 Comments - Write a Comment

Post Comment