Menyiapkan Dana Liburan, Yuk!

Selalu menyenangkan kalau membayangkan liburan. Apalagi  tiap hari harus berhadapan dengan kemacetan ibukota. Rasanya sumpek banget, ya!

Buat saya, liburan itu penting sekali, terutama berlibur bersama keluarga. Liburan itu waktunya ayah ibu dan anak-anak melakukan aktivitas bersama-sama. Priceless moment!

Tapi tunggu dulu, priceless moment itu akan menjadi pricey-moment-you-don’t-want-to-remember kalau  tidak mempersiapkan dana liburan kita dengan baik.  Nggak lucu, ya,  karena dananya nggak cukup, gesek kartu kredit sana-sini, kembali ke Jakarta, bingung gimana cara bayarnya.  Jadi, di sini saya mau berbagi pengalaman mempersiapkan dana liburan ini.

Untuk mempersiapkan dana liburan, yang pertama kali adalah menentukan tujuannya. Apakah mau liburan di Bali? Atau mau ke Singapura? Atau mungkin ke Eropa?  Ingat, dana liburan itu sangat spesifik, range dana yang disiapkan bisa ‘hanya’ 5 juta hingga ratusan juta rupiah. Jadi penting untuk menentukan tempat terlebih dahulu.

Setelah kita  sudah tahu mau ke mana akan pergi, do the research. Yang paling mudah adalah mengunjungi situs-situs agen perjalanan dan melihat harga paket liburan yang mereka tawarkan. Ambil harga paket liburan itu ditambah dana shopping kita di sana sebagai total dana liburan yang akan kita siapkan. Atau mungkin kita ingin berlibur ke tempat yang sudah familiar, jadi tidak membutuhkan jasa agen perjalanan? Maka dana liburan kita adalah:

  1. Dana transportasi, termasuk tiket pesawat, sewa mobil, bensin, dan biaya-biaya transportasi yang akan kita keluarkan selama kita berlibur.
  2. Dana penginapan dan makan sehari-hari.
  3. Dana tiket masuk kunjungan wisata.
  4. Dana shopping.

Misalnya saja, setelah kita hitung-hitung, total dana liburan yang kita butuhkan adalah 20 juta rupiah. Apakah kita bisa pergi saat ini juga? Jika kita mampu, maka kita tinggal menyisihkan dana tersebut dari uang yang kita miliki. Tapi kalau belum, maka kita membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya. Berapa lama? Sangat bergantung kemampuan masing-masing. Ingat, 20 juta rupiah  itu nilai sekarang, ya, ada inflasi sebesar 10% yang mengikuti dana liburan kita. Dua puluh juta rupiah nilai saat ini akan berubah menjadi 26,62 juta rupiah dalam waktu 3 tahun.

Berikutnya adalah cara berinvestasi. Jadi, untuk mengejar angka 26,62 juta rupiah,  kita melakukan investasi bulanan sebesar 700 ribu rupiah (pembulatan) selama 3 tahun, pada produk yang memberikan return sebesar 7% per tahun, contohnya reksadana pasar uang. Cukup reasonable bukan melakukan investasi seperti ini?

Jadi, penting sekali buat kita menyiapkan dana liburan dari awal, supaya kita benar-benar menikmati waktu liburan kita.  Have a great holiday!

*Penulis, Reliza Arfiani (Icha) adalah Planer di QM Financial. Icha menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi jurusan
Akuntansi Universitas Indonesia. Kemudian meneruskan S2 di International
University of Japan di Niigata, Jepang.

 


17 Comments - Write a Comment

  1. Huaaa jadi pengen liburan! Hihihihi

    Kalo gue n suami, kdg memang gesek kartu kredit pas liburan, tp emang udah direncanain. Kyk 2010 kmrn pas mau ke jpg, dimana2 yen abis karena lg melemah. Jd kita udah rencanain, buat tiket msk disney n belanja di dalam, kita gesek. Tentu aja, udah dibudgetin juga berapa2nya.

    Ah nabung buat liburan lagi ah ^_^ thanks for sharing ya!

  2. Liburannnn!
    Gue selalu bayar hotel dan tiket pake kartu kredit, tapi sudah masuk budget lho. Untungnya, ada asuransi perjalanan untuk kartu kredit tertentu, dan sekalian ngumpulin poin yang nantinya bisa jadi voucher belanja :)
    Tapi untuk belanja, makan, dan biaya selama di tempat liburan selalu bawa cash yang sudah ditentukan, dan bebas dihabiskan selama liburan itu.

Post Comment