Tentang Popok Sekali Pakai

Pas saya melahirkan Langit, cloth diaper modern yang booming beberapa tahun terakhir, belum populer seperti saat ini. Pilihannya hanya popok kain tradisional, yang saya gunakan sampai Langit puput pusar. Wah, popok jenis ini memang menuntut kesabaran, terutama saat tidur malam hari, ya, setiap buang air kecil pasti bangun. Selain kasihan anak, yang butuh istirahat malam hari, juga  kasihan saya dong, nggak punya waktu istirahat.

Saya patut bersyukur karena Langit puput pusar di hari kelima. Jadi bisa cepat-cepat dipakein popok sekali pakai, lalu baik Langit maupun saya bisa tidur dengan lelap di malam hari.

Eh, tunggu dulu, ternyata nggak semudah itu. Banyak hal yang tetap harus diperhatikan saat menggunakan popoksekalipakai.

  • Kendati banyak popok sekali pakai yang klaim bisa digunakan semalaman, tapi sebaiknya mommies tetap mengecek popok sekali pakai anak setiap 3 jam sekali. Apalagi bagi yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia, popok sekali pakai terlalu lama juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan kulit.
  • Jangan menunggu lama untuk mengganti popok sekali pakai  jika anak buang air besar besar di popok sekali pakai.
  • Idealnya popok sekali pakai hanya menampung sebanyak 3 kali buang air kecil
  • Beberapa bayi tidak membutuhkan  nappy cream, tapi pada bayi berkulit sensitif, sebaiknya mommies menggunakan nappy cream dengan bahan dasar petroleum ointment dan whitezinc oxide
  • Saat mengganti popok sekali pakai, bersihkan organ tubuh yang tertutup popok sekali pakai dengan seksama. Idealnya menggunakan air, tapi jika tidak, cukup dengan tissue/ handuk basah
  • Kalau biasanya ibu-ibu membeli pakaian atau sepatu seukuran lebih besar dengan alasan bisa dipakai lebih lama, maka tidak berlaku pada popok sekali pakai. Pilihlah yang sesuai dengan ukuran anak. Hal ini sehubungan dengan ukuran lingkar paha, jika terlalu besar bisa menyebabkan popok sekali pakai bocor samping.
  • Pilihlah popok sekali pakai yang memiliki sisi elastis di bagian selangkangan dan di pinggang

Kenapa sih urusan pospak begitu complicated? Wih, iya dong, seperti sudah ditulis di artikel Gangguan Tidur Anak, saat tidur (malam hari) hormon pertumbuhan keluar 75%. Kalau anak kekurangan tidur, nggak cuma cranky, tapi juga bisa terganggu pertumbuhannya.

Nah, tapi sayangnya, nih, ternyata masih cukup banyak balita yang terganggu tidurnya. Misalnya salah satu survey di Surabaya pada bulan Februari 2012 yang hasilnya, hanya 27% bayi yang terbangun dengan tersenyum, tidak bangun lebih dari 3 kali dalam semalam dan tertidur kembali setelah popoknya diganti. Nah, relevan kan, dengan ‘kerepotan’ perihal popok sekali pakai? Kalau saya sih, memilih anak saya bangun sambil tersenyum daripada dengan tangisan…


13 Comments - Write a Comment

  1. Waktu masih bayi banget, Maika ganti pospak di malam hari sekitar 1-2 kali. Tapi setelah di atas setahun paling sekali aja, atau tengah malam sebelum saya tidur, akan tahan sampe pagi. Bagusnya Maika juga jarang banget rash.

Post Comment