Do You Enjoy Driving with the Kids?

Mommies yang tinggal di Jakarta atau kota lain yang sarat kemacetan pasti sudah familiar deh dengan situasi berikut ini: kita mengajak anak-anak ke suatu tempat dengan mobil, mereka berangkat dengan gembira, menyanyi dan mengobrol sepanjang jalan … kemudian sampai di satu titik di mana mereka mulai merasa bosan plus rewel. Suasana ceria berubah menjadi tegang karena kemacetan menyebabkan mobil hanya beringsut maju secara perlahan, sementara keluhan anak-anak mulai membuat migren.

“Kok belum sampai juga sih?”

“Aku lapaaar!”

“Aku mau pipiiiis!”

“Kita udah deket beluuuuum?”

Akhirnya bukan cuma anak-anak yang cranky, mood jelek tersebut pun menular ke ibu, bahkan suami yang tidak salah apa-apa bisa kena getahnya kita judesin ketika mencoba memberikan usul (yang seringkali … umm …”kurang pintar”).

Hayoo, siapa yang pernah mengalami ini? :D

Ada penelitian yang dilakukan oleh Tomtom, perusahaan penyedia servis dan produk lokasi serta navigasi di dalam mobil, yang melibatkan 5,000 ibu-ibu dari seluruh dunia. Penelitian ini menemukan bahwa dibutuhkan rata-rata 27 menit bagi anak-anak sebelum merasa bosan dalam perjalanan panjang menggunakan mobil. Padahal tahu sendiri, ya, kalau bepergian di Jakarta, bisa sampai ke tujuan sebelum 27 menit itu, sih, berkah banget. Apalagi kalau road trip bersama anak seperti yang pernah dilakukan Lita!

Nah, kalau Mommies pernah merasa bete dan stres menghadapi suasana seperti di atas, jangan merasa bersalah. Ibu-ibu dalam penelitian Tomtom itu juga mengalami hal yang sama, kok. Walaupun 60 persen para ibu mengatakan bahwa “kebersamaan keluarga” merupakan bagian terbaik dalam perjalanan keluarga, namun ibu dari seluruh dunia menyadari bahwa berkendara dengan anak-anak dapat memicu stres. Kenyataannya, 41 persen mengatakan bahwa berada dalam mobil bersama dengan anak-anak menimbulkan stres lebih banyak daripada ketika di kantor. Sebanyak 40 persen ibu juga mengakui bahwa seringkali mereka tidak dapat mengetahui keberadaan toilet terdekat jika anak-anak membutuhkannya sehingga menyebabkan kepanikan, sementara 36 persen menyatakan bahwa mereka sering berargumen dengan pasangannya ketika berkendara dengan anak-anak.

Hal ini pastinya semakin sulit kalau kita yang harus mengemudikan kendaraan sendiri. Kalau ada pasangan atau supir, kita masih bisa jadi “cheerleader” untuk membantu anak-anak mengurangi rasa bosan mereka. Tapi kalau seperti saya, yang harus menyetir sendiri ke mana-mana dan terkadang berdua saja dengan Aluf, saya butuh persiapan untuk mengantisipasi kondisi seperti ini. Berikut kiat-kiatnya, semoga bisa membantu Mommies yang lain :)

  • Perkirakan kondisi jalanan dan usahakan untuk menyesuaikan waktu perjalanan dengan tingkat kemacetan. I know, it’s easier said than done, secara Jakarta itu macetnya nggak kenal waktu. Tapi, contohnya, daripada pergi ke mal yang ramai di jam makan siang di hari Sabtu, lebih baik pergi lebih awal (pas mal baru buka) atau lebih siang sekalian.
  • Berhubung kita harus menyetir mobil dan nggak bisa menghibur si kecil yang bete, siapkan cemilan atau mainan favorit yang bisa ia jangkau dari car seat atau booster seat-nya. Hati-hati jangan sediakan camilan yang gampang membuat dia tersedak ya, Mommies.
  • Musik! CD berisi lagu-lagu favorit adalah andalan saya banget untuk menghalau rasa bosan. Nggak apa-apa, deh, soundtrack The Princess & The Frog dipasang selama dua jam penuh asal anak perempuan saya ini nggak minta turun di pinggir jalan :D
  • Kalau memungkinkan, gunakan alat navigasi di dalam mobil yang bisa memberi kita informasi rute tercepat yang bisa kita ambil. Sudah beberapa hari ini saya menggunakan Tomtom GO 2050 World di mobil. Ini berguna banget untuk digunakan saat berpergian ke tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Review menyusul, ya!

  • Usahakan si kecil dalam keadaan kenyang dan sudah ke kamar mandi sebelum berangkat. Tapi kalau perjalanannya memang lama dan rasa ingin ke toilet datang juga, kita memang sudah harus tahu tempat-tempat apa saja yang kita lewati yang menyediakan fasilitas kamar mandi umum. Nah, sekali lagi, alat navigasi seperti Tomtom ini berguna sekali karena alat ini bisa menunjukan point of interest seperti restoran, SPBU, dan mal sepanjang perjalanan.

But of course, most importantly, no matter what happens, try to keep calm. Menurut pengalaman saya, kalau kita bete dan panik, anak juga akan semakin rewel dan susah diajak berkomunikasi.

Enjoy driving with your kids, Mommies! :)


11 Comments - Write a Comment

  1. Nambahin yaa..
    – pantau via twitter atau radio, kondisi jalan yg kemungkinan akan dilalui
    – arahkan anak untuk tidur kalo udah bosen. This works during semarang-surabaya dan semarang-jakarta.
    Tapi suka ada PRnya kalo dalkot. Pas di jalan anteng tidur, pas sampe masi tidur & tantrum klo dibangunin krn masi ngumpulin nyawa (-_-“)

  2. affi

    Iya kir bener banget tuh, gue juga mengandalkan Twitter untuk mantau kondisi jalanan. Tapi berhubung nyetir sendiri, gue cek sebelum berangkat, begitu di mobil nggak bisa sering-sering ngecek.

  3. nenglita

    I feel you, Fi!
    Gue bisa dibilang sering banget berduaan doang sm Langit. Mule dari dia masih ASIX sampe sekarang. Mulai dari Bekasi- Daan Mogot, sampe Bekasi- Cempaka Mas. Beuh, luar biasa ya, menantang.
    Kalau masalah jalan, gue mah udah pasrah sama jalanan Jakarta. 27 menit kalo dari rumah gue baru sampe pintu tol doang kayanya -___-

  4. wah kalo dulu lagi jalan berduaan (pas anak saya masih <3 tahun) dia suka bosen di mobil, tapi sejak beli CD anak-anak dan kita nyanyi bareng… aman deh. Ga terlalu sering lagi ngerengek dan pas cape jadi lebih sering tidur karena bawa makanan sepanjang jalan

  5. Senasib!
    Sebelum jalan b3an dg kakak Adri dan dek Jihan, gw pantau Twitternya TMC Polda, sambil beberes. Tp untungnya,klo perjalanan jauh&macetozzz, cukup bawain makan&minuman, bantal-guling, krn mreka pasti makan, trs tidur….tauk2 pas bangun dah nyampe di tujuan. Seringnya begitu….tp pernah juga nyetir dengan mangku si adek yg udh ga betah di car seatnya x_x

Post Comment