Camping Dengan Anak, Bawa Apa Saja, Ya?

Suami saya adalah penikmat kegiatan outdoor. Cukup banyak gunung di Indonesia yang ia jelajahi. Sebelum menikah pun, salah satu perjanjian kami adalah saya nggak boleh melarang dia naik gunung dan dia nggak boleh melarang saya … kerja! Haha.

Kegemarannya akan kegiatan outdoor ini ditularkannya ke saya yang kebetulan pernah menikmati kegiatan-kegiatan sejenis waktu masih muda *ya ampun, sekarang juga masih muda, kok! :p* dan tentunya, Langit.

Kami memang baru sekali mengajak Langit camping ke Gunung Bunder, Bogor. Waktu itu karena belum banyak teman yang saya tahu pernah mengajak balitanya berkemah, maka saya hanya membawa barang-barang yang sekiranya diperlukan. Belajar dari situ, ada beberapa barang yang perlu dipersiapkan saat mengajak balita berkemah, antara lain:

  • Sleeping bag. Banyak banget yang lucu-lucu ternyata! Tapi untuk dipakai saat camping beneran, pilih yang tahan air dan cukup tebal selain untuk kehangatan juga supaya nggak langsung kena tanah banget, gitu ….

*foto dari ini dan ini

  • Selimut. Pilih yang bahannya ringan tapi hangat. Kalau saya waktu itu membawa selimut seukuran badan Langit berbahan flanel.

  • Legging, jaket bertudung berbahan hangat dan jaket bertudung berbahan parasut. Legging berguna untuk menghangatkan kaki, saya membawa beberapa legging yang menutup sampai ke kaki untuk digunakan saat tidur. Jaket berbahan hangat juga digunakan untuk tidur dan saat bangun pagi sementara jaket berbahan parasut lebih berfungsi untuk melindungi pakaian supaya ga basah atau lembab.

Langit masih muka bantal :D

  • Lampu kecil untuk di dalam tenda. Kemarin kami hanya membawa lampu senter yang kemudian digantungkan di tengah tenda sebagai penerangan
  • Tisu basah. Ini penting banget kalau-kalau lokasi tenda nggak berdekatan dengan sumber air, tisu basah bisa digunakan untuk membersihkan tangan sebelum dan sesudah makan, membersihkan bagian intim setelah buang air kecil atau buang air besar, malah! O, ya, kalau si kecil terlalu kedinginan untuk mandi (kan ada beberapa balita yang belum terbiasa mandi air dingin, ya), tinggal lap saja pakai tisu basah. Sesekali nggak apa-apalah, ya :D Kalau saya, sih, karena kebetulan Langit hobi main air, jadi tinggal mandi di air terjun kecil yang jaraknya sekitar 1 km dari tenda saja.

  • Benda favorit anak. Biasanya anak ada benda kesukaan yang membuatnya nyaman, bisa boneka, mainan atau buku. Waktu camping, Langit membawa dua buah boneka favoritnya yaitu BJ dan Baby Bop.
  • Sepatu atau sandal cadangan. Lebih baik pilih yang modelnya sederhana, bahannya ringan dan mudah dibersihkan.
  • Camilan favorit. Ada anak-anak yang saat suasana berubah, bikin ia jadi agak susah makan. Mengakalinya, bawa makanan favorit anak. Kalau bisa yang simpel tapi mengenyangkan seperti roti, sereal, biskuit dan susu.
  • Hati yang gembira. Lho, jangan senyum-senyum, ini beneran! Kalau salah satu dari orangtua merasa terbebani dengan kegiatan outdoor, terpaksa menjalaninya, percaya, deh, akan menular ke anak. Jadi, suasana hati yang gembira ini penting banget supaya semua anggota keluarga bisa menikmati liburan kali ini.

Ada yang mau menambahkan? Selamat berkemah, Mommies!


18 Comments - Write a Comment

  1. Aduh setuju deh kalo bikin acara kemping. Gue udah lama tau sebuah camping ground bagus, dikelola sama kakaknya temen gue. Tempatnya masih asli, alami, tapi fasilitasnya komplit dan bersih (nggak tau deh sekarang… semoga masih bersih). Gue sendiri bukan “nature kid” gitu tapi suangaaaat pengen bikin calon anak cinta alam hehehe…

Post Comment