Membuat Puting Menjadi Kebal—Perlukah?

Kehamilan saya sekarang memasuki trimester akhir, dan seperti para ibu lain, saya berniat memberikan ASI ekslusif langsung dari gentongnya. Saya pun sudah mempelajari berbagai hal tentang menyusui, termasuk dukanya.

Salah satu cobaan ibu menyusui yang sering terjadi adalah ‘hancurnya’ puting. Entah itu cracked nipples, lecet, bahkan luka parah sampai bleeding. Semua sumber mengatakan, hal tersebut diakibatkan oleh latch-on yang salah ketika menyusui. Namun kalau saya perhatikan pengalaman para kerabat di lapangan, kok kayaknya banyak faktor X, ya, di luar salah latch-on?

Lalu, apakah busui punya pilihan lain? Ya, nggak. Maju terus pantang mundur, dong. Memang sih, ada berbagai alat bantu seperti nipple shield atau breastpump untuk mengistirahatkan puting sementara. Tapi tetap saja, luka seringkali tak terhindarkan.

*gambar dari sini

Dulu, Mama menyusui saya selama 2,5 tahun, dan juga mengalami kehancuran puting. Tentu saja, saya jadi curhat ke Mama soal ini: apa dong pencegahannya?

Jawaban beliau, “Buat puting kamu jadi kebal dari sekarang!”

Hah? Gimana caranya? Beliau lanjut menjelaskan, dari sekarang saya kudu rajin menggesekkan kain kasar ke puting. Saat mandi, gosok dengan washcloth kasar. Selesai mandi, gosok lagi dengan handuk lembab. Gerakan menggosok bisa diganti dengan gerakan lain, misalnya mencubit atau menarik puting. Tidak perlu keras-keras, karena bisa memicu kontraksi. Yang penting tujuannya satu—membuat puting ‘kebal’.

Ya ampun, ngeri amat! Apalagi saat hamil begini, payudara ‘kan terasa lebih sensitif! Saya bergidik setengah mati, dan menolak mentah-mentah ide tersebut. Saya yakin 100%, ritual tersebut hanyalah mitos para ibu di kampung zaman dulu.

Maka kagetlah saya, ketika saya menemukan bahwa bumil-bumil di Barat juga mengenal konsep ini. Memang, ini konsep jadul, sering dipraktikkan pada tahun 80-an. Tetap saja, jaman sekarang masih ada yang melakukannya. Hasilnya pun bervariasi. Ada yang mengaku ritual ini sukses membuat putingnya kebal, ada juga yang bilang nggak ngaruh.

Tengok beberapa testimonal dari ibu-ibu di babycenter.com:

There is absolutely NO need to “toughen” your nipples. My wonderful friend told me that instead, it is much easier to “soften” them. About 1 month before your due date, rub Lansinoh on your nipples about 2 times per day, especially after your shower. Once your baby is born, continue using Lansinoh. You can put it on after every feeding if you need. I breastfed my daughter every 2 hours for nine months, and I NEVER cracked or bled. You don’t even need that much, just enough to cover your nipple with a thin layer. Please don’t hurt yourself in preparation. Just moisturize, it’s much more pleasant and just as effective, if not more.

posted 1/13/2008 by Alimom06

Toughening up your nipples is very unnecessary. Skin stretches better when the skin is healthy and moisturized. To pull on and scrub will only damage and dry out the very sensitive skin. Soft supple skin will aid your baby (who will need time to learn) in drawing the nipple in to his/her mouth. Use a lanolin product to keep the skin on your nipples healthy while you are pregnant, nursing, and pumping. If the skin starts feeling sensitive (which is bound to happen) use a breast shield just to give the skin a chance to rest and recuperate. All the women who told me to toughen up my nipples did not have as successful a time breastfeeding as I did. I nursed my son to 11 months and self weaned. I was also able to pump and fill my deep freeze with breast milk. I used Lansinoh before a shower to lock in natural moisture, before and after nursing for the first 4-6 weeks (my skin didn’t need it after a while), and every time before I pumped. Breastfeeding doesn’t have to be painful. Toughening up the nipple can also cause changes in your cervix. That can pose many problems for your baby unless your baby is full term.

posted 7/31/2008 by a BabyCenter Member

My OB nurse said DO NOT try to scrub your nipples with a washcloth to toughen them up (something they used to teach people in the 1980’s, apparently). This can actually induce premature labor in some people. Scary!

posted 2/28/2012 by tngomaureen

I toughened up my nipples before both of my children, and will do it again! While breastfeeding, I never had any pain or discomfort, or suffered from cracked nipples or other problems. People will tell you that your body was made to nurse so it won’t hurt. Your body was made to have a baby, too, but I can assure you, you will be sore! About 6 weeks before my children were born, I began roughing up my nipples with a washcloth in the shower. I also would pull on them at least 100 times a day, usually while going to the bathroom or right before bed. This will make you sore, but it is better to get it over with while you have an option to stop, rather than be in agony while you are nursing every couple of hours. Also, when you begin nursing if you ever notice a sore spot in your breast, this could be the onset of a breast infection. I had this with my second child. All I did was massage the tender area while he was nursing to help unclog the duct. It helped, and it never got worse!

posted 1/11/2008 by haleyhutch

Murni karena penasaran, akhirnya saya coba mempraktekkan metode Mama, hehehe. Ngilu sih, mencubit-cubit puting sendiri dengan washcloth kasar. Awalnya saya cuma bertahan beberapa detik, tapi pernah juga kuat melakukan 50 cubitan (halus) di masing-masing puting.

Saya nggak rajin melakukan hal ini karena malas, ngilu, dan skeptis dengan hasilnya. Meski demikian, saya tetap sangat takut dengan yang namanya puting luka, entah karena susahnya latch-on nanti, atau karena faktor lain. Maka dari itu, saya tetap rutin mengoleskan nipple cream dan tidak menyabuni areola saat mandi, agar nantinya tidak kering.

Sampai sekarang, saya masih pesimis dengan keuntungan ‘mengebalkan puting’ ini, tapi belum merasakan kerugiannya juga, sih .…

Bagaimana dengan calon busui lainnya? Persiapan apa yang para bumil lakukan terhadap puting sebelum menyusui? Would you toughen them up?


21 Comments - Write a Comment

  1. ameeel

    ideeeeemmmmm! gw pun melakukan ritual mengebalkan puting ini, hahahahaha… kalo gw dulu, sejak hamil masuk bulan ke 8, suka kompres puting pake minyak pijet (lupa mereknya, dari sariayu kalo nggak salah), trus abis dikompres dan dibersihin, itu puting langsung gw tarik-tarik, trus dipelintir ke kiri dan ke kanan kayak kalo lagi muter kenop kompor gitu….
    hasilnya, gw nggak pernah sekalipun ngalamin puting lecet, luka, dan masalah nyusuin lain. Lancar jayaaaaa…. pas hamil kedua, karena masih nyusuin yang pertama, jadi nggak pake ngebalin puting gini lagi. Pede aja lancar karena masih nyusuin juga :D

  2. wah, the things that we do for our babies ya?

    i had a major drama pas mulai netekin, my boobs termasuk yg ga ada putingnya alias puting rata.
    sama bidan, di tarik2, di pelinter and di pake-in jarum suntik buat narik keluar (this hurt like hell…)…
    baby susah latch on karena ga ada nipplenya…. semakin lapar, semakin nangis dan semakin paniklah aku plus ditambah boobs yg sakit membatu karena supply yg banyak.

    untungnya i had full support from hubby – dia yg calm both me and the baby and yakini that we were a good team and could do anything. Puji syukur sampe sekarang nenen lancar…..

    would totally do it all over again.
    breast feeding is such a blessing……

    i believe you will never be fully ready, just wait and face the moment… everything will be ok!

  3. affi

    Gue juga pernah denger tuh bikin puting kebal itu, tapi nggak melakukan karena keburu ngeri duluan ngebayanginnya. Sebenernya lebih karena takut kontraksi sih, apalagi sebelum hamil Aluf gue juga sempet keguguran. Palingan gue rajin bersihin aja, pijet2 payudara dikit2 pas mandi, yang standar2 aja deh. Sama kayak tamiantie, karena gue putingnya nggak terlalu menonjol jadi latch on-nya sempet susah. Nah itu kayaknya yang bikin puting lecet deh. Dulu sempet nyari2 Lansinoh itu tapi nggak ada yang jual, akhirnya dapet Medela PureLan. Sama aja sih karena kandungannya sama2 Lanolin, tapi belum sempet dipakein lecetnya udah keburu sembuh hihihi

    Kalo memang nggak menyakitkan sih, dilakukan aja Lei ritual ‘pengebalan puting’ itu :D But I tend to agree with Tamiantie, you can never be fully ready for these things but you’ll be just fine. Sakitnya itu nanti bikin kangen kok kalo udah sukses dilewati (boong banget :D)

  4. dulu sebelum lahiran gw rajin oles krim supaya puting gw “kenyal” dan lebih lembut. hamil pertama rajin, hamil kedua gak terlalu. yg pertama stlh gw dan baby pinter latch on (jadi aerola masuk, bukan skedar nen di puting) dan baby-nya senang dg puting yg gak keras, seminggu problem gw selesai. yang kedua bukan krn gak rajin tp mmg anak gw tongue tie gak bisa latch on dan mimik sempurna (nen bukan pk lidah tp pake gusi krn lidahnya jadi gak lincah) jadi sebulan puting gw berdarah. tp gw akui krn putingnya jarang dibersihkan, jadi keras malas cepat kering T_T.
    jadi kalo nanti dikasih yg ketiga gw akan pilih melembutkan puting gw, membersihkan pori2xnya agar lubang air susunya gak ketutup daki dan belajar lebih cepat latch on yg benar, supaya gak kelamaan kyk yg kedua. :)

  5. gue malah baru tau ada beginian. klo gw tiap punya NB emang bakal ada masa belajar sekitar 1-2mg. selama ini ngga pernah sampe cracked/bleeding sih pas punya NB. sakit kayak cracked (tapi gue liat ga ada cracking/bleeding juga sih) malah kejadian pas bocahnya dah gedean, 2th-an. bingung juga sebabnya apa. tapi karena waktu itu emang lagi hamil, dugaan gue cuma lower pain tolerance during pregnancy.

  6. sama kayak sepatukaca, nantiii kalo dikasih yang kedua (nanti ya Tuhan) gue prefer melembutkan dari pada mengebalkan..
    Gue pun nyesel karena ngga pernah rajin merawat PD menjelang persalinan, karena baru sekali gue pijet & bersihin putingnya, perut gue ngilu & kontraksi, abis itu kapok deh..
    Tapi nyeseeel banget, karena menurut perawatnya jalan ASInya jadi tersumbat, padahal produksinya banyak.. ASIpun baru keluar setelah 10hari.. :((
    selama hampir 40hari puting cracked & bleeding, gue baru bisa menikmati acara menyusui setelah 40hari, waktu itu gue kontrol ke dokter kandungan & nunuukin luka di puting gue, dokter nyuruh gue kompres lukanya pakai alkohol, diistirahatkan semalaman, and it work! besoknya luka puting gue kering & sembuh..buh.. tapi jangan ditanya perihnya kayak apa.. :D
    Sekarang menyusui jadi acara yang paling gue kangenin kalo lagi kerja..

    Eh. baru sadar.. panjang amat ya gue nulis.. maapkan yah.. :))

  7. Aduh Lei, kita koq sama rabid-nya sih soal persiapan netekin anak :’)

    Tapi gue gak tau sih bikin puting kebal. Gue cuma menimba ilmu (tsah) ke Klinik Laktasi di Carolus, kursus pijat, merah ASI dll pas hamil 8 bulan. Waktu itu diajarin cara pijat+bersihin PD supaya ASI lancar dan latch on gampang. Which in reality, it wasn’t that easy. Makanya setuju bener sama Mbak tamiantie di atas. Kita nggak akan pernah siap sebelum ngerasain sendiri. Tapi menurut gue sih, bekal segudang ilmu bagus banget buat persiapan.

    Gut lak yahh.. And Yaya, be nice to Mommy, ok? :)

  8. Leija

    Waaah ternyata ada juga ya, yang pengalaman berusaha “mengebalkan” puting, kirain gue doang… Eh tapi kalo kata AIMI nggak boleh lho hihihi. Katanya nggak ngaruh, dan malah bisa bikin kontraksi. Tapi karena gue masih takut, ya boleh deh dicoba-coba tetep, atas nama pencegahan, asal masih dalam batas kewajaran T__T”

  9. Eh, baru tau ada usaha ‘mengebalkan puting.’ pas konsul laktasi nggak dibilang apa-apa, paling cuma rajin bersihin & pijat payudara aja, apalagi waktu hamil 9 bulan ASI gue udah ‘matang’ alias udah siap keluar. habis ngelahirin juga diajarin lagi pijat payudara, yang sekarang jarang gue lakukan hehehehe. setelah hampir 4 bulan menyusui, alhamdulillah lancar. puting aman sentosa. paling sesekali aja keras membatu karena belum dipompa, jadi pas mau dipompa biasanya gue goyang-goyang trus urut yang bagian kerasnya ke aerola.jadi lancar dehh……malah gue lebih khawatir kalau anak gue tumbuh gigi. sekarang aja suka gigit & ditarik pake gusi sakit, gimana gigi…..

Post Comment