Menjadi Petani di Taman Wisata Mekarsari

Beberapa waktu lalu sekolah Langit mengadakan field trip ke Taman Wisata Mekarsari. Kebetulan sebelumnya, saya pernah baca di Twitter bahwa “Mekarsari nggak ada apa-apanya”.  Nah, lho, agak bingung juga, sih, nanti anak-anak pada ngapain, ya?

Ternyata untuk field trip, Mekarsari cukup memadai. Ada beragam paket-paket kegiatan yang ditawarkan sesuai keinginan. Untuk kelas Playgroup sekolah Langit, paket kegiatan yang diambil antara lain:

  • Melukis caping alias topi petani. Anak-anak dibiarkan duduk di tanah, lalu mereka melukis menggunakan cat air ke atas topi petani yang kemudian bisa dibawa pulang.

  • Belajar menari. Nggak belajar menari serius, sih, anak-anak hanya mengikuti gerakan tari daerah yang diperagakan oleh dua kakak pengajar. Awalnya hanya memakai hitungan saja, setelah dirasa anak-anak bisa mengikuti, baru menggunakan musik. Lucu banget lihat anak-anak yang baru saja belajar mengoordinasikan gerakan seluruh tubuhnya harus mengikuti satu gerakan tertentu dengan iringan musik.
  • Menanam padi. Nah, ini kegiatan paling seru! Anak-anak diberikan beberapa batang padi untuk ditanam di sawah, lalu mereka diajari cara menanam padi yang benar. Untuk sebagian anak yang jarang main kotor-kotoran mungkin agak ‘jijik’ turun ke sawah. Sementara anak lain pada senang bukan main! Walau hasilnya berantakan, tapi kelihatan sekali kalau anak-anak ini puas main kotor-kotoran plus menancapkan batang-batang padi di sawah.

  • Memandikan kerbau. Wah, ini apalagi … serunya bukan main! Anak-anak turun ke kubangan air bercampur lumpur terus mandiin kerbau, deh! Memang bukan memandikan beneran, cuma ciprat-cipratin kerbaunya pakai air saja. Malah sampai ada teman Langit yang berani dan minta naik ke atas kerbau.

  • Menangkap ikan. Nah, ini juga seru! Banyak anak-anak yang belum biasa menangkap ikan (ya pastinya, kita yang dewasa juga belum tentu bisa, kan?), apalagi ini menangkap ikannya pakai tangan kosong. Rame banget, deh, para ibu di pinggir kolam sibuk berteriak-teriak menyemangati anaknya yang kebingungan menangkap ikan. Salah satu teman Langit yang ternyata di rumah kakeknya sering ikut menangkap ikan pakai tangan kosong. Dia berhasil membawa pulang 5 ekor ikan! O, ya, ikan yang ditangkap boleh dibawa pulang, lho!

  • Keliling Taman Buah Mekarsari menggunakan kereta mini. Nah, setelah anak-anak bebersih dari aneka lumpur yang menempel, kami berkeliling taman buahnya mengendarai kereta mini. Koleksi buahnya banyak banget! Mulai dari yang standar seperti jeruk, duren, melon, sampai ada kurma!
  • Naik kuda poni. Di Mekarsari juga ada arena untuk anak-anak menaiki kuda poni, suasananya dibuat seperti peternakan gitu, lucu, deh!

Kesimpulan saya, ke Mekarsari memang lebih baik berombongan, karena bisa melakukan aneka kegiatan seru di atas. Kalau hanya dengan keluarga kecil, mungkin kurang seru, ya. Lalu yang menjadi nilai plus bagi saya pribadi, dengan aneka kegiatan berlumpur, tempat mandi dan bebersih juga tersebar di mana-mana, lho! Pancuran serta kamar mandinya juga bersih serta memadai.

Masalah harga nih, saya agak kurang paham, karena waktu itu biaya langsung diambil dari dana kegiatan sekolah. Tapi Mommies bisa lihat di situsnya, kok, Mekarsari.com.

Taman Wisata Mekarsari

Jalan Raya Cileungsi KM 03

(021) 8231811- 12

Email: tbm@mekarsari.com


13 Comments - Write a Comment

    1. Seru kok mak! Kemaren juga lihat ada anak2 sekolah mana gitu yang tanpa ortunya. Dan menurut gue sih, disini butuh ortu pas bebersih aja, nah anak2 sekolah itu yang mandiin ya guru2nya. Dante mah, pasti survive!

Post Comment