Tipu-Tipu Demi Kesehatan

Dulu, waktu menyiapkan MPASI untuk Nadira, saya sudah bertekad akan memberinya beragam jenis sayur-sayuran. Pasalnya, saya terobsesi supaya Nadira cinta sayuran, tidak seperti saya dan Mama saya yang hanya suka jenis sayuran tertentu. Rasanya bangga sekali membayangkan Nadira mengunyah brokoli kukus sebagai cemilan, karena saya benci sekali sama brokoli :D

Obsesi saya itu cukup berhasil. Dari usia 6 bulan, saat pertama kali ia belajar makan, hingga sekitar usia 1,5 tahun, Nadira sukaaaa sekali sayur. Dikasih sayuran apa pun, pasti dilahap. Mulai dari yang umum seperti wortel, bayam, toge, brokoli hingga yang agak asing seperti kobucha dan zucchini.

*gambar dari sini

Setelah 1,5 tahun, mulai, deh, mimpi buruk saya muncul. Nadira ogah-ogahan makan sayur! Aduuuuh … saya pun berusaha mati-matian membuat dia kembali menyukai sayur seperti waktu bayi dulu. Tiap masak, selalu saya buatkan sayur, entah disop, ditumis atau lainnya. Tapi, ya, gitu, deh. Ia hanya mau beberapa jenis seperti sawi putih, kol, kacang panjang dan buncis. Lainnya, ia lepeh.

Gara-gara itu, saya pun memutar otak. Saya berusaha menyelipkan sayur di dalam makanannya tanpa kentara. Biasanya sih saya parut, iris halus atau bahkan dijadikan puree. Soalnya, jika terlihat secara jelas, biasanya langsung dilepeh tuh.

Yang paling sering saya masak adalah wortel karena jenis sayuran ini cukup tahan lama di kulkas dan mudah diutak-atik. Karena Nadira suka sekali makan telur (sampai saya takut dia bisulan!), saya biasanya menyiasati asupan gizinya dengan menambahkan tumisan daging cincang dan wortel parut ke dalam telur dadarnya. Caranya, gampang banget. Tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum, lalu masukkan daging, dan aduk-aduk sampai berubah warna. Kemudian masukkan wortel parut, garam, gula dan lada. Aduk-aduk hingga matang.

Saat membuat nugget, siomay dan berbagai macam lauk pun, sering saya masukkan sayuran. Tak hanya wortel, tapi juga brokoli, buncis, sawi, dll.

Selain makanan yang savory atau gurih, bisa juga, lho, memasukkan sayuran ke dalam kue. Salah satu yang sering saya buat adalah carrot cake yang superlezat itu. Sebelumnya, Affi pernah posting resepnya. Resep andalan saya sebenarnya agak berbeda dengan yang Affi buat. Tapi menurut saya, sih, rasanya mirip-mirip, dan yang pasti, sama-sama ada sayurnya! :)

Selain itu, bisa juga Mommies coba membuat muffin menggunakan beberapa puree sayuran. Biasanya, untuk menutupi rasa langu, sayuran dikukus terlebih dahulu lalu dihaluskan dengan blender. Kemudian ditambahi bahan lain seperti puree pisang dan spices seperti kayu manis atau cokelat. Dijamin si kecil nggak tahu kalo kue favoritnya mengandung sayuran :)

Seorang teman juga punya resep andalan berupa cake daging cincang, yang isinya menggunakan daging cincang dan wortel. Lezat banget, lho! Nanti kapan-kapan saya minta dan share di sini, deh, resepnya.

Well, mungkin bagi sebagian orang, cara ini nggak baik ya. Memang, sih, saya mengakui, akan lebih baik jika anak mengenal sayur as a whole dan menyukai apa adanya. Tapi buat saya yang cukup desperado dengan ketidaksukaan Nadira pada sayur dan khawatir takut dia kekurangan gizi, ya lebih baik pakai cara ini, deh. Any other suggestion? Please kindly share, ya, Mommies :)


15 Comments - Write a Comment

Post Comment