Mengatur Anggaran Rumah Tangga

by: - Wednesday, April 25th, 2012 at 8:00 am

In: Money Talks 54 responses

0 share

Dari awal membahas soal keuangan, suami sudah menyatakan kalau dia menyerahkan semua urusan pemasukan dan pengeluaran pada saya. Dia hanya berpesan supaya saya punya catatan khusus pengeluaran bulanan untuk melihat alur kas kami sehat atau tidak. Akhirnya saya pun membuat catatan finansial kami di Excel. Tidak canggih tapi cukuplah untuk memantau ‘kesehatan’ alur kas keluarga (termasuk deg-degan kalau sedikit keluar jalur).

Beberapa poin yang jumlahnya “pasti” setiap bulannya seperti uang operasional kami ke kantor (termasuk uang makan), patungan kebutuhan rumah (maklum, masih tinggal di rumah keluarga),  dan investasi (didebit langsung tiap bulan) bisa langsung disalin dan dimasukkan ke dalam beberapa worksheet sekaligus. Untuk yang tidak pasti, seperti pengeluaran jalan-jalan akhir minggu yang kadang menggunakan kartu kredit, saya masukkan tiap Senin. Nah, kalau itu, kan, untuk pencatatannya. Bagaimana soal batas masing-masing pos pengeluaran? Tentu saja dibahas dengan suami terlebih dulu dan disepakati bersama, hehe. Untuk tiap pengeluaran di luar yang rutin, biasanya kami akan bicarakan sebelum siklus baru jadi sudah ada persiapannya.

Sejauh ini, sih, pengaturan seperti ini cukup berhasil, ya. Kuncinya cuma satu … disiplin. Disiplin memasukkan angka ke dalam file dan disiplin mengikuti batas yang ada. Hal yang bagi kami agak sulit diprediksi adalah pengeluaran kebutuhan rumah. Kami masih tinggal di rumah keluarga di mana pengeluaran rumah tangga ditanggung bersama tetapi ya, pasti ada beberapa situasi yang terjadi di luar dugaan dan agak sulit bagi kami untuk angkat tangan. Untuk menyiasatinya, kami punya pos cadangan. Untuk mencegah belanja kebutuhan rumah tangga supaya tidak melebihi anggaran, dalam satu bulan saya hanya dua kali belanja di swalayan. Satu kali belanja besar dan satu kali belanja printilan alias membeli barang-barang yang kebetulan sudah habis di tengah bulan. Saat berbelanja pun daftar barang harus dibuat sedetail mungkin supaya belanja tidak over budget.

Uang belanja atau uang operasional dari awal sudah sengaja diambil untuk disimpan di rumah, hal ini dilakukan karena kami mau meminimalisir kunjungan ke ATM, hehe. Pokoknya semua harus terukur. Kalau pun sampai harus ke ATM karena simpanan di rumah habis, itu juga masuk ke dalam catatan. O, ya, untuk memudahkan penyimpanan, saya menggunakan folder plastik yang dalamnya sudah terbagi menjadi beberapa bagian jadi masing-masing pos ada tempatnya (gambar di bawah ini).

 

 

Beberapa waktu lalu kami mengadakan #MDquiz berhadiah tiket seminar finansial, Mommies diminta share kiat mereka dalam mengatur keuangan rumah tangga bulanan, berikut kiat yang masuk ke kami:

@linalinsky Transfer ke rekening fixed expenses, transfer ke rekening investasi, transfer ke rekening belanja bulanan, ambil tunai “uang simpen” di rumah

@dikaHuza Sejak gaji perbulan, buat daftar pengeluaran rumah tangga,suami, istri anak dan harus commit, dana darurat disiapkan 10%, sisanya tabung

@mirzashopper dibagi-bagi primer (tagihan, sekolah, bensin) dan sekunder (belanja, invest), lalu tersier, sisa dibagi 4 dikeluarin tiap minggu

@tazya pake sistem amplop dan bikin budget belanja mingguannya, catat di aplikasi ‘Expenses Manager’ setiap hari

@deriel_elgeha siapkan rancangan budget di akhir bulan sebelumnya, dahulukan invest dan saving, plus manajemen amplop never fails me.

@sintatampubolon biasakan punya catatan rutin pengeluaran/bulan dengan pembagian pos yang jelas & masih terus belajar mencari format yang pas

@ekarayya tentukan besarnya alokasi dana belanja kebutuhan barang 1 bulan dan kebutuhan mingguan. Bulanan 1x belanja, mingguan untuk kebutuhan sehari-hari. Tarik dari ATM awal minggu.

@irmasav3 buat daftar pengeluaran rutin, pake sistem amplop, aware akan promo-promo di supermarket

Wah, ternyata metode saya mirip dengan Mommies di luaran. Rata-rata memakai sistem amplop dan rajin mencatat tiap pengeluaran. Aduh, kalau dijabarkan kok sepertinya rempong banget, ya. Tapi memang harus dijalani seperti itu, sih, kalau mau tujuan-tujuan finansial tercapai. Format dan persentase masing-masing pos tiap keluarga pun berbeda, inilah alasan pentingnya kita terus mencari sampai ketemu bentuk yang tepat. Nah, Mommies lainnya gimana … ikutan share dong kiat mengatur keuangan rumah tangganya, kita belajar sama-sama :)

 

Foto ilustrasi diambil dari sini

Foto folder diambil dari sini

 

Share this story:

Recommended for you:

54 thoughts on “Mengatur Anggaran Rumah Tangga

  1. Pingback: Mommies Daily
  2. Pingback: Yanti Prakoso
  3. Pingback: deean anggraini
  4. Pingback: dhiva husril
  5. Pingback: Hapsari Herlambang
  6. Pingback: Meilia Astuti
  7. wow!! Mirip sama aku…

    Budget dan Expenses di catat dengan rapi di excel (diupdate setiap sore/malam hari supaya nda ada yg terlupa/terlewat).
    Untuk bon2 tagihan dan struk pembayaran juga kami simpan di plastic folder (supaya memudahkan cross-check klo ada yg beda dari catatan Budget & Expenses).

    Awalnya sie emang terkesan ribet, tp setelah dijalani malah enak kok krn sudah terbiasa ^^

  8. Sistem amplop emang paling kepake, deh. Dulu temen gue ada yang punya semacam dispenser uang yang perhari hanya bisa ngeluarin selembar uang (tergantung besarnya berapa), gue ga tau sih belinya dimana. Tapi kayanya jadi pengen cari sekarang2 ini, dimana penghematan semakin dibutuhkan :D

  9. Gue gak pake sistem amplop sih. Dan gue agak parah, alokasi budget gue per bulan aja gak lebih dari sekian .. hehehe..
    Tapi gue selalu mencatat semua pengeluaran gue. Dan masih aja terkaget2 dengan jumlahnya di akhir bulan :(

  10. Gue mirip kayak Nopai. Semua pengeluaran gue catet di memopad BB. Tapi yang parah itu laki gue, karena dia tipe yang royal bener. Gampang dikilik-kilik buat minta traktir/bayarin. Di sini nih bolong finansial yang paling berasa, tapi kalo gue marah-marah mulu, berasa gue orang terpelit sedunia deh T__T

  11. Pingback: Mommies Daily
  12. Pingback: Fransisca Wayan S.
  13. Pingback: Vendy Sasmita, SH.
  14. Pingback: irfan ayudeffa
  15. Pingback: Intan Rizka Taher
  16. Pingback: Fadilah Anggraini
  17. Pingback: mitiw
  18. Pingback: Friaaaannnn
  19. Pingback: ade fardian
  20. Pingback: ARJI
  21. Pingback: Suami Siaga
  22. Pingback: Alifah Zaki Amalia
  23. Pingback: Huthree Sinaga
  24. Pingback: Huthree Sinaga
  25. Pingback: dianita setya
  26. Pingback: Victy Arti Buana
  27. Pingback: satriajuniarti
  28. Pingback: mutia azaria
  29. Pingback: forgotten santhy
  30. Pingback: Musriati Rahman
  31. Pingback: Sri Mardiati
  32. Pingback: Alee
  33. Pingback: Amelia Novita Sari
  34. Pingback: Nofilia Fitrianti
  35. Pingback: Fika
  36. Pingback: adinda ayu rizkia
  37. Pingback: Mommies Daily
  38. Pingback: Herlyanti (Lya)
  39. Pingback: BundaZaki
  40. Pingback: isyana n rachmat
  41. Pingback: karlina octaviani
  42. Pingback: Endri

Leave a Reply