Anak Cowok, Kok, Main Masak-masakan?

by: - Tuesday, April 24th, 2012 at 8:01 am

In: Mommy Chatter 22 responses

0 share

Pernah mendapat pertanyaan serupa? Saya, mah, sering :D

Gara-gara suka ikutan nonton Junior Masterchef, saat usianya menjelang dua tahun dulu, Rakata mulai sok-sokan meniru aktivitas memasak. Misalnya memasukkan lego ke dalam wadah sambil diaduk-aduk pakai tongkat drum atau pensil, sambil bilang, “Ibu mau dibikinin apa?”

Di kesempatan lain, Rakata seolah memutar sesuatu di sofa. Setelah ikut nimbrung main, baru, deh, saya ngeh bahwa Rakata lagi berimajinasi memutar kenop kompor :D

Tapi yang paling sering itu, dia menjadikan majalah dan koran sebagai nampan, lalu di atasnya disusun berbagai benda seolah-olah makanan. Dengan berhati-hati, dia menyajikan ke kami dan bilang, “Silakan ….” Kalau yang terakhir ini, mungkin ditiru dari pramusaji, ya, karena keseringan diajak jajan ke resto, hahaha.

Ya sudah, melihat kesukaannya ini, saya pun membelikan Rakata seperangkat mainan masak-masakan. Suami sempat ragu, “Memang tidak apa-apa, ya?” tanyanya.

Hmm … mainan masak-masakan, dari dulu memang identik untuk anak perempuan. Sama halnya seperti boneka. Lain halnya dengan mobil-mobilan dan robot-robotan yang identik dengan anak laki-laki. Dosen saya pernah ada yang bilang (FYI, saya kuliah di jurusan psikologi), bahwa pengategorian ini secara tidak langsung ‘menjebak’ anak dalam stereotip peran jenis kelamin tradisional. Anak laki-laki itu urusan yang ‘keras’, anak perempuan yang ‘lembut’.

Walah, hari gini, sih, kayaknya peran jenis kelamin tradisional ini sudah tidak terlalu relevan, ya? Sering saya lihat sopir TransJakarta dan kenek Kopaja perempuan, sebaliknya desainer dan makeup artist andal justru laki-laki. Memang, sih, tidak seperti perempuan yang mengundang kekaguman jika terjun ke profesi yang ‘laki-laki banget’, masih banyak suara miring jika laki-laki terjun di ‘profesi perempuan’. Tapi, itu bukan alasan kita untuk menghakimi seseorang, kan?

Lagipula, membelikan mainan masak-masakan untuk anak laki-laki menurut saya merupakan salah satu langkah menanamkan nilai egalitarian pada anak. Cieh, canggih, ya, bahasanya? :D

Intinya, sih, mengajarkan anak mengenai kesetaraan. Salah satunya, ya, bahwa masak-masakan bukan hanya urusan perempuan. Memangnya kenapa kalau anak laki-laki suka masak? Bagus, dong, jadi setelah besar nanti tidak merepotkan istri, hahaha.

Setelah mendengar penjelasan saya, suami sepakat. Bahkan. suami jadi orang pertama yang membela jika ada yang mempertanyakan kesukaan Rakata main masak-masakan. Btw, ‘mainan perempuan’ yang kami belikan tidak sebatas kompor-piring saja, lho. Suatu sore di Blok M Square, tanpa ragu suami juga membelikan Rakata mainan rumah boneka :D

Tidak sedikit pun terlintas ketakutan di hati, jika saya membelikan mainan seperti ini untuk Rakata lantas dia bakal jadi keperempuan-perempuanan. Wong pas kecil saya paling suka manjat pohon dan main perang-perangan, setelah besar gini tetap jadi wanita manis dan feminin *minta diulek high heels*

 

 

 

 

Share this story:

Tags:

Recommended for you:

22 thoughts on “Anak Cowok, Kok, Main Masak-masakan?

  1. Pingback: Eka Kusumawati
  2. Pingback: monica
  3. Pingback: Shinto
  4. Pingback: Affi Assegaf
  5. Pingback: Hera Diani
  6. Pingback: Kavita Rezi
  7. Pingback: Ibun Ayu
  8. Pingback: dara suwarno
  9. Pingback: Kusuma Ningrum
  10. Pingback: Gallagher
  11. Pingback: fuji fauziah
  12. Pingback: Kusuma Ningrum
  13. TOSS!!! gw pikir bagas jg aneh doyannya maen masak2an. tapi karna gw pikir bapaknya suka masak dan suka masakin ibunya jadi mungkin meniru. tapi ternyata memang gapapa ya? hehehehehe. naahh kalo ide rumah2an boleh juga tuuh di tes, walopun gw ga bakal membiarkan bagas maen barbie kaya emaknya dulu :D thank u artikelnya, sangat menarik!

    1. Vicky demen masak juga? hahahaha, mentang-mentang temen baek, Darwin ama Vicky tuh setipe banget yaaa…
      sok atuh Dar, kita liburan bareng biar itu bapak-bapak sibuk ngurusin kita, sementara kita leyeh-leyeh bersama :D

  14. Ih setuju pisan, Mel. Nadira aja punya mainan mobil-mobilan, kereta-keretaan dan robot-robotan. Ya emang sih, secara alami, dia lebih suka princess dan boneka, tapi gue tetep sodori dia berbagai pilihan. Sehingga dia nggak terjebak dalam stereotipe gender kayak yang dilakukan masyarakat umum. Mungkin kalo gue punya anak cowok juga, ya gue bakalan sodorin boneka, rumah2an dll juga.

    Btw kalo Rakata hobi masak sampe gede, dijamin banyak cewek yang nempel deh. Kan cowok yang jago masak itu seksi lhooooo… :D

  15. Rakata lucu sekali! Salut sih gue sama bapak2 yang membiarkan anak2 lelakinya main permainan ‘anak perempuan’. Kalo suami gue, ummm, kayanya akan agak susah nih. Padahal Langit dia beliin aneka mainan lelaki juga -___-

  16. gue termasuk yang awalnya takut loh..abis azka kok demen jg ya main masak2an..
    walo skrg udah bosen sih..

    sempet juga pas mau nonton disney on ice kan ternyata banyak princess nya..hampir gue batalin karena takut azka jadi suka princess :p *emaknya parno an dan mikir terlalu cetek yah*

    eniweii jadi intinya gpp yah..jadi agak tenang gue ternyata banyak jg anak nya yang suka masak2an :))

Leave a Reply