Tomcat si Serangga Beracun

Dapat broadcast message atau forward email tentang serangga beracun beberapa minggu lalu?
Serangga ini dari famili Staphylinidae, khususnya dari subfamili Paederinae seperti Paederus Riparius dan Paederus Littoralis, tapi lebih populer dengan nama Tomcat. Staphylinidae jenisnya sangat banyak, tapi hanya tiga jenis dari Paederinae yang mengandung racun pederin.
Serem memang ya, baca berita plus foto-foto akibat dari racun Tomcat ini. Tapi baca dari sumber-sumber awal kok rasanya banyak yang bikin ragu infonya.

Misalnya saja, kalau memang segitu bahaya dan hebohnya, kenapa di-google kata kunci (keyword) ‘tomcat’ keluarnya malah nama server, pesawat, dan …kucing?
Klaim bahwa racunnya lebih kuat/berbahaya sekian kali dari bisa ular kobra juga mesti ditelaah lagi. Secara tingkat racun bisa saja lebih kuat, tapi dari kefatalannya jelas berbeda. Karena jenis racun tomcat, sebagaimana serangga non-penyengat lain, hanya bekerja di permukaan kulit sementara bisa ular masuk ke peredaran darah, bahkan mempengaruhi syaraf.

*gambar dari sini

Belum lagi saran pengobatannya yang menggunakan acyclovir dan corticosteroid. Acyclovir jelas bukan obat yang tepat karena ini antivirus dan dibuat untuk mengatasi masalah kulit yang diakibatkan virus herpes seperti: herpes genital, cacar api/cacar ular, dan cacar air.
Steroid mungkin masih cocok karena iritasi kulit yang diakibatkan Tomcat termasuk jenis dermatitis. Tapi paling simpel, hindari terkena racunnya.

O, iya, Tomcat biasa hidup di tanah, dengan lingkungan sampah dedaunan, di bawah batu-batu, dan dekat sumber air. Jadi bila sedang berada di alam terbuka, waspadai tempat-tempat seperti ini. Pantau juga anak-anak yang sering bermain tanah atau batu. Mereka ini yang umumnya rentan terkena racun/sengat serangga atau tanaman.

Tomcat tidak menyengat atau mengigit, jadi kemungkinan kecil menyerang karena terganggu. Namun cairan tubuhnya mengandung racun. Karena itu jangan menepuk atau menggencet dengan dan diatas kulit.
Bagaimanapun, bila sampai terkena racunnya, bilas dengan air sabun sampai bersih untuk menghindari iritasi. Saya sendiri juga akan mengoleskan minyak serangga atau minyak tawon tradisional seperti biasa bila terkena iritasi serangga atau tanaman beracun.
Tetap pantau perkembangan ruamnya untuk mewaspadai kemungkinan alergi. Bila ruam makin parah dari sekedar merah-merah dan rasa panas terbakar, segera konsultasikan ke dokter.

Jadi, waspada boleh, tapi jangan panik dulu ya, moms! Terus pantau kondisi sekeliling rumah dan rajin membaca aneka informasi yang terpercaya :)

Sumber:
– http://entnemdept.ufl.edu/creatures/misc/beetles/rove_beetles.htm
– http://en.m.wikipedia.org/wiki/Rove_beetle
– http://www.drugs.com/acyclovir.html
– @blogdokter


7 Comments - Write a Comment

  1. adikku belum lama ini kena racun tomcat di punggung. sebelumnya dikira cacar ular karena mirip banget bentuknya. akhirnya sembuh dengan pengobatan tradisional untuk cacar ular sih. setelah sebulan baru mulai heboh soal tomcat ini dan baru tau itu penyebabnya. selama ini tomcat memang ada di sekitar kita cuma ga perna disadari. dan karena belakang rumah kebun lumayan luas jadi tomcat sering jalan-jalan ke rumah. malah perna ditemukan di kamar. kalau aku si ambil tissue baru dibunuh. habis itu cuci tangan yang bersih. oh ya kudu hati2 juga karena kalau dilihat sekilas tomcat mirip sekali sama semut merah yang versi besar. jadi kebiasaan membunuh serangga dengan digencet harus dikurangi.

  2. aku pernah kena tomcat T_T ugh sedih bgt ya.. dulu ke dokter dibilangnya gigitan serangga biasa dan dikasih resep obat. dari penjelasan dokternya yang santai, aku kira gak bahaya. tapi lama-lama kok menyeramkan ya bentuknya? dan gak menunjukkan ke arah penyembuhan. malah makin parah aja. karena kena lagi dibagian tubuh lain (bener-bener menyiksa deh), aku sempet kira itu herpes (karena belum tau ttg tomcat) dan pake obat herpes (acyclovir, minum dan salep). setelah pake acyclovir, bagian yang kena kedua itu emang cepet sembuhnya, cepet kering dan bekasnya juga sedikit, beda banget sama yang pertama yang pake obat dari dokter. sama mungkin jangan kena air. takutnya kalo lukanya pecah nanti malah melebar. hth ya.. semoga gak ada yang kena tomcat deh

Post Comment