Aman dengan Hewan Peliharaan

Beberapa waktu lalu si kecil Azka Zahra (3 y 8 m) merengek minta dibelikan hamster atau kelinci seperti yang dimiliki teman sebaya sekaligus tetangga sebelah rumah. Keinginannya ini mau tidak mau memaksa saya browsing untuk mencari tahu, hewan peliharaan apa yang aman untuk si kecil dan bagaimana supaya aman dari infeksi yang sangat mungkin ditularkan mengingat sistem kekebalan tubuh si kecil yang belum sempurna. Risiko lain adalah kemungkinan si kecil digigit atau dicakar hewan peliharaan.

Di sisi lain, hewan peliharaan memberi dampak positif untuk si kecil, beberapa diantaranya adalah membantu mengembangkan keterampilan sosialnya,  si kecil lebih aktif namun santai, dan secara tidak langsung mengajarkan anak mengenai persahabatan.

Berikut tulisan hasil googling yang saya jadikan sebuah tulisan. Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Hewan peliharaan yang sehat dan bersih

Ketika hewan peliharaan sudah menjadi bagian dari keseharian, Anda rawat dan pelihara sebelum kehadiran si kecil, maka ketika si kecil lahir pastikan hewan peliharaan tidak menimbulkan risiko kesehatan pada si kecil, salah satu caranya dengan memberinya vaksin dan memeriksakan kesehatannya secara rutin pada dokter hewan. Dan salah satu penunjang kesehatan hewan peliharaan adalah kebersihan tempatnya tinggal (jika ia memiliki kandang) berikut wadah makan dan minumnya.

Infeksi yang ditularkan hewan peliharaan bukan saja berasal dari dirinya juga kotorannya, jadi pastikan hewan peliharaan  tidak membuang  kotorannya di sembarang tempat yang memungkinkan di jangkau si kecil.

Tahapan mengenal hewan peliharaan

Usia 0-3 tahun

Rasa ingin tahu, membuat si kecil terlihat antusias dengan hewan peliharaan Anda. Dan ketika si kecil mulai bisa berjalan, ia menjadi begitu penasaran dan gemas dengan hewan peliharaan, entah bulu lembutnya yang membuatnya tertarik, suaranya atau suaranya. Si kecil berkeinginan memeluk dan memegangnya erat-erat .

Yang perlu Mommies tahu :

*Kebanyakan infeksi yang ditularkan dari hewan peliharaan pada si kecil akibat kebiasaannya   memasukkan tangan atau mainan ke mulut setelah berkontak tangan dengan hewan peliharaan. Dan karena sistem kekebalan tubuh si kecil belum sempurna mereka menjadi gampang tertular atau terinfeksi.

*Hewan mungkin terkejut karena suara yang keras, jeritan melengking atau suara-suara yang bising dan gerakan yang tiba-tiba, dan ini membuatnya menjadi agresif dan marah, dengan respons menggigit atau mencakar.

Kiat aman :

*Pada usia ini si kecil tidak bisa dibiarkan berinteraksi dengan hewan peliharaan tanpa pengawasan, selain risiko kesehatan seperti infeksi juga cakaran atau gigitannya.

*Pastikan tangan anak dicuci tangan dengan sabun setelah si kecil kontak dengan hewan peliharaan.

*Beri tahu kecil bahwa binatang harus disentuh dengan pelan,  lembut dan suka dibelai seperti halnya dirinya yang suka diusap-usap anda.

Usia 3-5 tahun

Si kecil mulai belajar dan berusaha memahami ‘konsep’ makhluk hidup dan binatang sebagai bagian dari kehidupan. Ini mungkin mengingatkannya pada dongeng–dongeng fafel yang Anda bacakan sebelum tidur. Si kecil mulai merasa memiliki hewan peliharaan dan menganggapnya sebagai teman.

Yang perlu Mommies tahu :

*Si kecil senang jika dilibatkan dalam aktivitas merawat hewan peliharaan walaupun sekedar memberi makan karena si kecil mulai merasa ‘memiliki’ hewan peliharaan.

*Hewan seperti halnya manusia, ada saatnya menginginkan sendiri, tanpa diganggu. Seperti misalnya saat makan, tidur, atau bermain dengan anak-anaknya. Dan biasanya mereka marah jika diganggu walalupun dengan sentuhan ketika sedang melakukan aktivitas tersebut di atas. Ada juga bagian-bagian tubuh tertentu dari hewan yang tidak suka disentuh.

*Namun ada kalanya si kecil kesal dengan hewan peliharaan karena misalnya hewan peliharaan menggigit mainannya dan membawanya.

*Si kecil mulai menganggap semua hewan peliharaan baik seperti hewan peliharaan milik Anda. Sehingga si kecil tidak canggung dan segan menyentuh hewan peliharaan milik tetangga atau temannya.

Kiat aman :

*Si kecil masih perlu diawasi ketika bermain dengan hewan peliharaan dan selalu pastikan si kecil mencuci tangannya setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan.

*Memberi tahu si kecil mana yang boleh dan tidak dilakukan terhadap hewan peliharaan. Kapan saat hewan suka dielus atau dibiarkan sendiri dan bagian mana dari hewan pelliharaan yang suka dibelai.

*Memberi tahu si kecil salah satu tanda ketika hewan peliharaan marah, yaitu dengan mendesis atau menggeram dan yang harus dilakukan adalah menjauhinya.

*Mengajarkan si kecil untuk selalu meminta ijin pemilik hewan peliharaan (tetangga atau teman) jika ingin menyentuhnya karena hewan peliharaan milik orang lain belum tentu merasa ‘aman’ di sentuh bukan pemiliknya- walaupun  si kecil pernah berkenalan–dan ini bisa mengakibatkan risiko si kecil digigit atau di cakar.

Usia 5-10 tahun

Pada usia ini si kecil mulai bisa ‘memutuskan’ apakah ia ingin memelihara hewan peliharaan sendiri atau tidak.

Yang perlu Mommies tahu :

*Jika si kecil ingin memiliki hewan peliharaan sendiri : Si kecil masih dalam proses belajar bertanggung jawab jadi ada kalanya, dia lupa atau malah enggan membersihkan, memberi makan atau bermain dengan hewan peliharaannya.

*Jika si kecil tidak berkeinginan mempunyai hewan peliharaan sendiri : hewan peliharaan Anda adalah tanggung jawab keluarga. Walaupun Anda yang bertugas membersihkan dan memberinya makan dan minum, tidak berarti si kecil tidak dilibatkan sama sekali. Karena kebersihan, kesehatan dan keamanan hewan peliharaan berpengaruh pada seluruh anggota keluarga.

Kiat aman :

*Jika si kecil memiliki hewan peliharaan sendiri, jangan lupa selalu mengingatkan tanggung jawabnya.

*Jika si kecil dilibatkan dalam membersihkan kandang hewan peliharaan anda, pastika ia memakai sarung tangan karet dan tetap mencuci tangannya dengan sabun setelah selesai.

Hewan peliharaan apa yang aman untuk si kecil?

Tidak semua hewan peliharaan aman untuk si kecil, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau pusat pengawasan dan kontrol penyakit Amerika Serikat menyarankan anak di bawah usia lima tahun tidak melakukan kontak dengan reptil, amfibi, bayi ayam, bebek, dan memegang  mengelus binatang-binatang di kebun binatang. Karena reptil dan anak ayam membawa bakteri  Salmonela yang jika terjangkit si kecil bisa menyebabkan diare dan kejang.

Sedangkan hewan di kebun bintang yang mungkin disentuh si kecil Karena kejinakannya  seperti kambing atau sapi, membawa serta bakteri E. Coli yang menyebabkan diare.

Anjing dan kucing memiliki parasit canis toxicara yang dapat menginfeksi melalui gelang pengenal anjing atau kucing  yang dapat menyebabkan kerusakan mata. Jadi jangan lupa untuk merawat juga gelang mengenal hewan peliharaan.

Yang boleh dan yang tidak

Jangan

*Menarik telinga, ekor dan kaki binatang

*Hindari wajah dan daerah kepala ketika membelai-belai anjing dan kucing

*Menyentuh anjing atau kucing liar atau hewan di kebun binatang

*Mendekati hewan yang sakit atau terluka atau hewan sedang marah (biasanya mendesis atau menggeram)

Boleh

*Meminta ijin ketika ingin menyentuh hewan peliharaan lain

*Mencuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan

*Bagian yang disukai kucing atau anjing untuk  dibelai  atau digaruk adalah sepanjang leher, punggung, dan bagian samping.

*Kucing dapat menggigit atau mencakar ketika digosok-gosok perutnya. Sebaliknya dengan anjing yang senang perutnya digelitik.

Kiat aman berhadapan dengan anjing yang ‘tidak ramah’

Berikut adalah kiat saat si kecil berhadapan dengan anjing yang ‘tidak ramah’;

Jika anjing melompat dan membuat takut:

Bersikaplah seperti pohon; berdiri diam dan tidak menjerit, menjatuhkan apa yang dipegang dan lipat tangan di dada. Berjalan perlahan ke belakang saat anjing bergerak menjauh.

Jika anjing menggonggong:

Jongkok  sambil menutup wajah dan diam. Jangan bergerak sampai anjing pergi.
Selamat bersenang-senang dengan hewan peliharaan Anda. (rs)


12 Comments - Write a Comment

Post Comment