Bergaul Dengan Orangtua Murid di Sekolah

Duluuu waktu Langit belum sekolah, saya sering membatin kalau melihat ibu-ibu sedang menunggu anaknya sekolah, “Ih, pasti lagi pada gosip” atau “Pasti pada nggak punya kerjaan, deh”. Ya, saya tahu, terdengar buruk sangka banget, ya?

Setelah Langit sekolah, sejauh ini saya baru beberapa kali absen mengantar Langit. Itu pun karena pekerjaan, keluar kota atau ada meeting di pagi hari. Sisanya, saya selalu berusaha mengantarkan dan menunggu sampai selesai berbaris di halaman sekolah lalu masuk ke kelas masing-masing.
Setelah beberapa kali mengantar dan sempat menunggu Langit sekolah, saya sadar, bahwa banyak sekali manfaat yang bisa didapat saat mengobrol atau bergaul akrab dengan orangtua murid lainnya. Antara lain:

  • Dari ibu-ibu yang nungguin anaknya setiap hari, saya selalu mendapat info atau update terbaru apa yang anak-anak lakukan di kelas atau cerita-cerita seputar sekolah bahkan komplen orangtua murid terhadap sekolah. Misalnya, pernah ada orangtua murid yang bercerita tentang seorang anak di Kelompok Bermain yang tiba-tiba ada di parkiran saat seharusnya anak-anak masih di kelas. Hal ini pun menjadi catatan kami para orangtua murid untuk kemudian menyampaikan ke pihak sekolah atau mewanti-wanti anak masing-masing supaya tetap berada di kelas selama masih harus berada disana.
  • Mengetahui info per harinya mengenai sekolah. Berhubung saya nggak tiap hari nungguin sampai sekolah selesai, jadi sering dapat info misalnya besok berenang harus bawa apa saja, besok ada acara apa di sekolah atau harus membawa foto keluarga, besok si A ulang tahun dan lain sebagainya. Walaupun hal ini bisa didapat di buku komunikasi sekolah, tapi rasanya kalau dapat info langsung dari sesama orangtua murid rasanya beda *halah*.
  • Mendapat kiriman foto kegiatan anak. Misalnya kemarin saya biasanya menunggu Langit kalau ada kegiatan renang, tapi karena harus ke kantor, maka beberapa orangtua murid yang stand by di sekolah mengirimkan foto-foto Langit saat berenang. Jadi, saya bisa tahu deh, Langit sudah berani berenang ke tengah sendirian walaupun hanya lewat foto.

Hmm, apalagi, ya? Kalau yang saya rasakan, sih, lebih banyak manfaatnya ketimbang kekurangannya. Walaupun, ya, kalau sudah mulai ngomongin ibu-ibu lain atau saling menyombongkan anak masing-masing saya memilih untuk diam atau melipir, “Gue berangkat kantor dulu, ya!” Hehehe.

O, ya, selain itu juga bisa punya suara jika sekolah ingin mengadakan sesuatu, misalnya saat mau field trip saya bisa urun rembuk mengenai perlu atau tidaknya pakai kaus seragam atau menu makanan di sana.

Ya, mungkin ada beberapa ibu bekerja yang berpikir, “Ikut saja, deh, apa yang sudah ditentukan.” Tapi kalau saya pribadi, ikut terlibat sampai hal terkecil dalam kehidupan Langit itu penting rasanya *lebay*.
How bout you? Ada yang sampai nge-gang sama orangtua murid di sekolah anak nggak? Kalau saya nggak sampai arisan, sih, tapi kadang-kadang dapat barang-barang lucu hasil gelaran lapak orangtua murid yang lain, hihihi.


27 Comments - Write a Comment

  1. wah, kalo aku sih lbh banyak manfaatnya bisa gaul dgn mak2 temen sekelas anakku :D
    krn aku pindah ke kota suami, jadinya ga punya temen trus mulai anakku sekolah baru ada temen lagi deh *curcol :p
    Dari gaul dengan sesama mak2 di sekolah, jd dpt banyak info sekolah yang bagus, krn sekolah anakku skrg ini cuman ampe Playgroup aza. Bisa berbagi ilmu Parenting, bisa tanya2 juga tempat2 blanja makanan, pesen kue ultah de el el dech … :)

  2. berhubung saya adalah stay at home mom jadi saya merasa enjoy nungguin anak di sekolah hihi…. habis kadang bosen juga di rumah hanya ditemani panci-panci, setrikaan n cucian…:) eh tapi bener lho, ibu-ibu di sekolahan tuh udah kaya anak SMA aja. ada geng2 gitu. dan orang tua anak2 yang sudah jadi kakak kelas kadang suka merasa lebih senior gitu (atau perasaan saya aja yah?) intinya sih, kalo buat saya pribadi, nungguin anak di sekolah itu menjadi sarana untuk melepaskan penat sebagai ibu tumah tangga dan jadi banyak teman juga kan :)

Post Comment