Pesat 6 Jawa Timur : Imunisasi dan Common Problems

Menyambung artikel Pesat 6 jawa Timur sebelumnya, sesi kedua diadakan 29 Januari bertempat di Sekolah Cikal, Bukit Darmo Golf Surabaya.

Tema sesi kali ini adalah pentingnya imunisasi dan seputar common problems pada anak. Penting untuk disimak Mommies ….

Sesi II – 29 Januari 2012

Topik 1 : Seputar Imunisasi

Imunisasi adalah sebuah cara untuk meningkatkan  pertahanan tubuh dengan cara memasukkan bakteri/virus mati atau yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh. Bakteri dan virus yang dimasukkan itu akan merangsang sistem kekebalan tubuh sehingga terbentuk sel-sel imun berupa antibodi terhadap bakteri/virus yang dimasukkan tersebut. Jadi, bila suatu saat bakteri/virus itu menyerang tubuh kita, antibodi yang berupa protein khusus ini akan mengenalinya dan tubuh pun mampu melawan penyakit tersebut.

Dalam sebuah komunitas, semua anak harus diimunisasi. Anak yang tidak diimunisasi berisiko terinfeksi jauh lebih tinggi dibanding anak yang diimunisasi.

Vaksinasi, zat yang digunakan untuk membentuk imunitas tubuh, terbuat dari mikroorganisme ataupun bagian dari mikroorganisme penyebab infeksi yang telah dimatikan atau dilemahkan, sehingga tidak akan membuat penderita jatuh sakit. Vaksin kemudian dimasukan kedalah tubuh yang biasanya melalui suntikan. Cara penyuntikan biasanya melalui paha, lengan, sudah tidak ada lagi dari pantat.

Efek samping vaksin antara lain demam, rasa tidak nyaman pada bagian yang disuntik, ada reaksi alergi namun ini jarang sekali terjadi. Diharapkan untuk segera menghubungi DSA bila terjadi demam tinggi, sulit bernapas, jantung berdebar.

Imunisasi bisa dilakukan secara simultan, multiple vaksin dalam satu kali kunjungan. Bisa diberikan di bagian tubuh yang berbeda, mis DPT + Hib di paha kiri dan kanan. Keuntungannya akan melindungi anak sedini mungkin pada awal usia yang rentan penyakit, dan mengurangi frekuensi kunjungan sehingga lebih efektif dari segi waktu, tenaga, biaya, dan mengurangi risiko trauma.

Imunisasi adalah salah satu wujud cinta kasih orang tua pada anak. Jangan ragu untuk melakukannya!

Topik II – Common Problems I (diare, muntah, dan konstipasi)

Buang air besar yang lebih sering dan lebih encer dari biasanya, pada bayi asi eksklusif terjadi lebih dari 5 kali, dan lebih dari 3 kali sehari pada anak yang lebih besar, itu yang dinamakan diare.
Gejala dan tanda-tandanya antara lain BAB sering dan lebih encer, nyeri pada perut, demam, nafsu makan dan BB menurun, lemas, dan dehidrasi.

Paling sering diare disebabkan karena rotavirus, namun tidak menutup kemungkinan juga disebabkan karena bakteri, jamur, dan efek samping obat-obatan. Penularannya melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau dari orang-ke-orang (kurang higienis)

Diare yang akut bisa menyebabkan dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi antara lain lemas, rewel, bibir/mulut dan lidah kering, ubun-ubun besar cekung (pada bayi), laju nadi cepat, dan tidak BAK lebih dari 8 jam (pada bayi), dan lebih dari 10 jam pada anak yang lebih besar.

Ketika anak sedang diare, jangan dipuasakan, tetap lanjutkan pemberian ASI bila masih menyusu, hindari cairan tinggi gula/laktosa, jika muntah tunggu 10-15 menit lalu tawarkan porsi kecil tapi sering, lalu lanjutkan makanan seperti biasa.

Umumnya diare akan sembuh sendiri dalam 3-7 hari, namun apabila terdapat tanda-tanda dehidrasi, diare berat atau berlanjut, muntah hebat, bahkan diare berdarah, ada baiknya untuk segera dibawa ke dokter.
Cegah diare dengan mencuci tangan yang benar dan teratur, cuci buah dan sayur sebelum diolah, dan masak makanan sampai matang.

Muntah merupakan mekanisme refleks untuk mengeluarkan benda asing dalam tubuh. Dapat menjadi sesuatu yang baik misalnya mengeluarkan makanan yang beracun atau terkontaminasi kuman. Biasanya disebabkan oleh infeksi virus (gastroenteritis), keracunan makanan, dan efek samping obat. Sama seperti diare, muntah yang terus menerus bisa menyebabkan dehidrasi.

Bila muntah berlebihan, lebih baik hentikan sementara makanan padat dan produk susu, berikan cairan dalam jumlah kecil dan tingkatkan asupannya bila mulai membaik. Kemudian mulai makanan biasa setelah 24 jam tidak muntah.

Seperti diare, muntah juga tidak memerlukan obat. Biasanya akan membaik sendiri, Tidak perlu antibiotik apabila tidak ada bukti infeksi bakteri. Dan segeralah ke dokter apabila ada tanda-tanda dehidrasi, tidak ada cairan yang bisa masuk, muntah kehijauan atau gelap dan mengandung darah.

Sementara konstipasi terjadi apabila buang air besar lebih jarang dan atau konsistensi sangat padat, lebih keras dari biasanya. Gejalanya mengejan dan nyeri saat BAB, feses kering, keras, lebih besar dari biasanya atau mengeluarkan feses kecil-kecil seperti kelereng, kembung, nyeri perut dan sedikit darah setelah BAB.

Saat anak konstipasi, usahakan beri kenyamanan saat BAB. Sebaiknya jangan ditahan, justru akan memperparah konstipasi.

Topik III – Common Problems II (batuk, pilek, asma)

Batuk merupakan refleks, mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk ke saluran napas. Ketika tersedak, otomatis kita akan batuk. Begitu pula ketika terkena infeksi flu, lendir yang berlebih akan dibatukkan.

Obati penyebab bantuk, bukan obati batuknya. Batuk karena virus bisa sembuh setelah tubuh selesai melawan virus. Antibiotik dan obat batuk tidak akan bermanfaat, lebih diutamakan memperbanyak cairan, maka batuk pun mereda.

Obat batuk yang tersedia di pasaran ada dekongestan yang mengurangi bumpet, namun tidak terbukti efektif. Ada juga antitusif yang menekan refleks batuk di medula otak, terdiri atas golongan narkotika (kodein) dan non-narkotika (DMP) namun tidak disarankan untuk anak. Selain itu ada ekspektoran yang meningkatkan volume sekresi, sehingga mengencerkan dahak namun tidak terbukti manfaatnya. Dan antihistamin yang meredakan hidung tersumbat, bersin-bersin namun tidak untuk common colds, melainkan untuk yang didasari alergi.

Buat anak merasa nyaman ketika batuk. Pelega tenggorokan yang terbukti efektif adalah cairan yang hangat dan cukup.

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) terdiri atas ISPA atas (cold/rhinitis, faringitis, tonsilitis, otitis) dan bawah (laringitis/tracheitis, bronkhitis, bronkhiolitis, pneumonia). Pada anak mayoritas ISPA atas (simple coughs atau colds) dan terjadi 6-8 kali per tahun.

Gejala common cold timbul 1-3 hari setelah tertular, nyeri atau gatal tenggorokan dan mampet lalu meler pada hari ke 2-3 disertai batuk. Biasanya menetap selama sekitar 1 minggu, paling lama 2 minggu.

Sepertiga ISPA diiringi gejala utama faringitis atau radang tenggorokan. Disebabkan oleh virus atau bakteri.

Faringitis virus timbul perlahan, gejala meliputi meler, batuk, dan diare. Disertai konjungtivitis (mata merah belekan). Sementara faringitis bakteri (streptokokus) gejalanya timbul lebih cepat, tidak disertai batuk, nyeri menelan hebat, dan pembengkakan kelenjar getah bening leher.

Sebagian besar faringitis streptokokus yang tidak diterapi akan membaik dalam beberapa hari, tetapi terapi antibiotik dini dapat menunjukkan perbaikan klinis dalam 12-24 jam.

Tonsil atau amandel adalah benteng pertahanan tubuh. Ketika nyeri, tonsil akan membesar. Fungsinya akan menurun setelah pubertas.

Alergi yaitu respons yg ‘salah’ dan berbahaya dari sistem imun tubuh thd zat asing yang tidak berbahaya (biasanya protein). Alergi: bukan penyakit, bukan diagnosis, biasanya timbul karena bakat (genetic feature).

Masih ada dua sesi lagi, tetap nantikan, ya! Silakan lihat jadwal dan informasi pendaftarannya di forum ini.


4 Comments - Write a Comment

Post Comment