Kodok Ngorek ala Papa dan Sophie

Sophie (sekarang 26 bulan) amat suka bernyanyi. Sejak bicaranya lumayan jelas, Sophie selalu menirukan setiap lagu yang dia dengar, sehingga kami harus selektif memilih lagu untuk kami senandungkan atau putar di rumah kami. Sophie termasuk tipe anak yang suka sesuatu akan mengulanginya terus menerus sampai dia bosan sendiri. Hal ini juga berlaku untuk lagu-lagu yang dia nyanyikan. Ada masanya dia menyanyikan Lihat Kebunku nonstop setiap hari selama dua minggu. Ada masanya juga kami sampai bosan menyenandungkan Naik-Naik ke Puncak Gunung. Ya, Sophie memang selalu mengajak kami, Papa dan Mamanya untuk ikut bernyanyi bersamanya :)

 

Sejak tinggal dengan suami, kegemaran Sophie bernyanyi semakin tersalurkan. Papa lebih bisa meladeninya bernyayi, dibandingkan saya yang suaranya fals plus susah bernyayi dengan tempo lambat-lambat. Suami suka menyayikan berbagai jenis lagu, mulai dari tembang dolanan, lagu anak-anak dari Pak Kasur sampai lagu-lagu yang ada di Backyardigans atau Barney.Dan Sophie, tentu saja, mengikuti menyanyikan lagu-lagu tersebut, dan mengulang-ulang lagu yang dia suka.

Nah, Kodok Ngorek adalah tembang dpertama yang bisa dinyanyikan Sophie. Yaa kan liriknya simpel banget, nadanya juga gampang diingat. Awalnya Sophie cuma ikut berpartisipasi di bagian akhir kalimat saja, tapi dengan bertambahnya usianya Sophie mulai bisa menyanyikan seluruh lagu.

Kodok ngorek, kodok ngorek, ngorek nang pinggir kali/ Teyot teblung, teyot teblung, teyot teyot teblung

Entah bagaimana mulainya, suami mengganti lirik Kodok Ngorek tersebut sesuai dengan keinginan Sophie. Sebagian besar hasil modifikasi tersebut bicara tentang binatang dan suaranya. Misalnya, ketika Sophie tergila-gila dengan sapi, papa memodifikasi liriknyamenjadi seperti ini:

Sapi emo, sapi emo, sapi maem rumput/ Emo, emo, emo, emo, maem, maem, maem

Saat Sophie terpesona dengan bebek, lirik Kodek Ngorek pun menyesuaikan:

Bebek kwek kwek, bebek kwek kwek, bebek mandi di kali/ Kwek kwek, kwek kwek, kwek kwek, kwek kwek, ciblung, ciblung, ciblung

Saat ayam menguasai dunia Sophie, ada juga lirik yang bicara tentang ayam. Dengan tiga variasi, lho :)

Ayam jago, ayam jago, jago kukuruyuk/ kukuruyuk, kukuruyuk, jago kukuruyuk

Ayam babon, ayam babon, babon petok-petok/ Petok-petok, petok-petok, babon petok-petok

Ayam kecil, ayam kecil, ayam piyik-piyik/ piyik-piyik, piyik-piyik, ayam piyik-piyik

Dan seterusnya, sampai kambing, ikan emas, burung sampai lampu pun ada versi Kodok Ngoreknya :)

Sophie kadang dia langsung bernyayi versi mana yang dia mau, lalu meminta suami atau saya untuk ikut bernyayi dengannya. Kadang Sophie request di depan, biasanya dengan mengatakan, “Nyanyi ayam hago, Mama,” dan kamipun bernyayi bersama.

Belakangan, Sophie mulai bisa memodifikasi lagunya sendiri. Biasanya sih nama teman-temannya diucapkan berkali-kali dengan nada Kodok Ngorek.

Ege, Ege, Ege, Ege, Ege eman Usyi/ Ege, Ege, Ege, Ege, Ege eman Usyi <– Ege means Regge, teman sekelas Sophie. Eman is teman in Sophie’s spelling, Usyi adalah cara Sophie menyebutkan namanya

Aas, Aas, Aas, Aas, Aas eman Usyi/ Aas, Aas, Aas, Aas, Aas eman Usyi *Aas ini juga teman sekelas Sophie*

Lagu ini juga efektif untuk menghibur Sophie kalau lagi kangen saya. Papa punya lirik spesial setiap kali Sophie mencari saya.

Mama, mama, mama, mama, mama di Surabaya/ Mama, mama, mama, mama, mama sayang Sophie

Dan, sekarang kami memasukkan isu weaning ke dalam lagu ini.

Sophie, Sophie, Sophie, Sophie, Sophie sudah besar/ Sophie, Sophie, Sophie, Sophie tidak nenen Mama

Saya bersyukur punya suami yang kreatif memanfaatkan tools sederhana yang ada untuk berbagai tujuan dalam membesarkan Sophie.


11 Comments - Write a Comment

Post Comment