Manfaat Bermain Puzzle Untuk Anak

“Mommy, temenin Jehan main puzzle dulu satu baru berangkat kerja”

Siapa yang tega bilang nggak  kalau anak sudah memohon seperti itu, ya? Waktu Jehan lagi giat-giatnya main puzzle, dia betah sekali duduk anteng dan mengutak-atik potongan puzzle. Bangun tidur pasti yang dicari langsung puzzle-nya.


Memangnya sekarang nggak suka main puzzle lagi? Masih suka, sih, tapi nggak segiat dulu karena saya juga kadang suka lupa untuk ajak main, jadi si anak distracted dengan aktivitas lainnya. Apalagi kalu belum ada puzzle baru, pasti dia bosan, kan? Belum lagi suka ada saja potongannya yang hilang lalu membuat dia kesal dan ngambek.

Awalnya saya tidak terlalu ngeh akan sisi positif dari bermain puzzle ini, selain karena terlihat lebih edukatif daripada mainan lainnya. Tapi ketika sering duduk bersama anak, saya baru sadar ternyata banyak sekali, ya, manfaatnya seperti antara lain:

  • Problem solving & analytical skill
  • Connecting/reasoning skill. “Ini yang bagian mulutnya, berarti tempatnya di bawah hidung, kan?
  • Bonding. Ini akan terjadi kalau kita duduk sama-sama, menemani sambil mengobrol dan sesekali membantu si anak menyelesaikan puzzle-nya
  • Patience. Main puzzle kadang bikin gemas juga kalau nggak langsung menemukan potongan yang seharusnya, di sinilah kita bisa mengajarkan anak bagaimana mengatasi frustrasi, “Kalau diberantakin malah tambah susah, lho, nyarinya, bagaimana kalau disusun berdasarkan warna dulu?”
  • Process oriented. Memang pasti rasanya lega dan senang sekali kalau sudah berhasil menyelesaikan puzzle, tapi dalam prosesnya itu juga anak belajar bahwa untuk menyelesaikan sesuatu yang besar, butuh untuk melakukan banyak hal-hal kecil, jadi harus menikmati setiap prosesnya. Every pieces solved is a milestone worth celebrating.
  • Learning about specific topic. Ini tergantung puzzle-nya tentang apa, ada yang tentang geografi, kebudayaan, alfabet, landmark, dan lain sebagainya.
  • Memory skills. Errr … ini berguna juga untuk saya yang sudah mulai pikun.
  • Confidence. Kepercayaan diri tumbuh seiring dengan berhasilnya si anak melakukan sesuatu. Kelihatan sekali, ketika berhasil memasang satu potongan yang agak sulit, pasti anak akan senyum sumringah dan terlihat bangga sekali.

Dan pastinya masih banyak lagi. Jangan lupa juga, ajak anak untuk mengalahkan record mereka sebelumnya. Jadi kalau untuk pertama kali si anak dapat menyelesaikan dalam 5 menit, tantang anak untuk menyelesaikannya dalam 4 menit.

Ambisius minta beli yang 100 pieces

Pilih-pilih puzzle:

  • Pastikan sesuai dengan umur yang dianjurkan. Kalau yang dimainkan untuk anak yang lebih besar, takutnya terlalu susah sehingga membuat si anak overwhelmed dan menyerah. Kalau yang dimainkan untuk anak yang lebih kecil jadinya nggak ada tantangannya lagi karena terlalu mudah.
  • Kalau belum pernah dikenalkan dengan puzzle, mulailah dengan yang gampang terlebih dahulu, nggak papa walaupun dianjurkan untuk anak yang berumur lebih kecil. Gampang di sini berarti puzzle terdiri dari potongan yang besar dan hanya ada beberapa potongan saja.
  • Selain cek dari jumlah potongannya, lihat juga gambarnya seperti apa, gambar yang mempunyai banyak potongan mirip (gambar lautan) pasti akan lebih susah untuk diselesaikan anak kecil dibanding puzzle dengan warna dan gambar berbeda.
  • Pilihlah yang terbuat dari bahan yang cukup tebal, sehingga mudah untuk didempetkan dengan potongan lainnya dan tidak cepat sobek.

Puzzle guidelines

Selamat bermain puzzle dengan si kecil, ya, Mommies :)


25 Comments - Write a Comment

  1. Langit ada masanya waktu itu anteng banget menyelesaikan puzzle. Tapi rupanya dia belum menemukan minatnya secara mendalam disitu deh, jadi potongan2 puzzle sering dimanfaatkan untuk mainan yang lain, yaitu jadi biskuit untuk boneka2ya kalo lagi ngayal lagi tea party T____T
    Yah positifnya, anak gue berarti kreatif :p

  2. hahahaha. akhirnya ada juga artikel di mommies daily yang emang ud gue terapin dari dulu :p *sekalinya bener seneng hehe*. selain gadget, al emang mainannya puzzle. dan gue sengaja pilihin dari yang gampang sampe yang lumayan. cuma ngeliat si jehan yang 100 biji, boleh deh dicoba :D

  3. Sempet ada masanya Maika seneng main puzzle tapi berhenti di 20-an pcs deh. Sekarang ga mau tuh diajak main puzzle, bilangnya “Maika ga suka”. Ya udah ga gue paksa juga, padahal gue suka banget dari kecil main puzzle, makin ribuan kepingannya, makin semangat. Cuman ya karena sekarang rumah seiprit, jadi susah cari space buat pasang puzzle ribuan :)

Post Comment