PESAT 4 TANGERANG: Tatalaksana Demam Dengue dan Jaundice

Rangkaian Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua (PESAT) Tangerang dimulai dengan pertemuan pertama di German Center, Bumi Serpong Damai (BSD). Untuk sesi I ini, PESAT 4 Tangerang mengangkat topik seputar bayi, yaitu mengenai Demam & Demam Dengue, Imunisasi dan Jaundice (Kuning) pada Bayi.

Sebagai smartparents, secara umum pasti kita sudah membekali diri dengan wawasan seputar topik-topik di atas, terutama pada bayi. Informasi yang tepat dan sesuai juga sudah banyak tersedia, namun seringkali terlupakan. Beberapa poin dan catatan berikut mudah-mudahan bisa menjadi reminder kita bersama.

1. Demam dan Demam Dengue

Yang penting diketahui oleh orangtua, yaitu pedoman: cara mengetahui demam, bahaya demam, penyebab dan penaganannya. Demam bukan penyakit, tetapi alarm, mekanisme pertahanan tubuh, sebagai hasil respon imun menghadang invasi mikroba patogen (bakteri atau virus).  Mengenai demam dan tatalaksananya, bisa kita lihat kembali di sini: Semua Tentang Demam

Demam Dengue disebabkan oleh infeksi virus. Pasien dengue yang mengalami pendarahan, disebut DHF,atau demam berdarah. Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam mendadak. Demam tinggi sekitar 39-40°C yang disertai ciri khas dengue, yaitu sakit di belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan terkadang bercak merah di kulit. Demam akan terjadi sekitar 5-7 hari. Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke 3-4, tetapi hari berikutnya naik lagi. Terkadang, seseorang dapat menderita dengue tanpa gejala di atas sama sekali.

Pengobatannya? Seperti infeksi virus lainnya, tidak ada pengobatan khusus. Antibiotik tidak dapat membantu. Parasetamol adalah pilihan utama untuk menurunkan panas dan sakit sendi. Aspirin dan Brufen harus dihindari karena bisa meningkatkan risiko pendarahan. Dengue dapat menjadi berbahaya jika mengakibatkan kerusakan pada dinding pembuluh darah. Kapan harus ke rumah sakit atau dokter? Umumnya perkembangan ke arah DB atau DSS terjadi 3-5 hari mengalami demam, yang ditandai dengan demam menurun. Hal ini dapat mengecoh, karena sebenarnya ini adalah saat yang paling berbahaya. Bawa segera ke rumah sakit pada saat ini jika ada gejala nyeri dalam perut  dan muntah-muntah.

(gambar diambil dari sini)

2. Jaundice (Kuning) Pada Bayi

Bayi baru lahir yang sehat biasanya ditandai dengan warna kulit yang bersemu pink, menangis kuat, gerakan otot baik, dan suhu tubuh hangat (36.5 – 37.5°C). Bayi sehat juga mendapat ASI yang cukup, ditandai dengan buang air kecil lebih dari 6 kali sehari, berat badan bertambah sesuai kurva, anak tidur nyenyak diantara waktu menyusu, hari ke 3-4 tinja sudah mulai berwarna kuning.

Jaundice atau kuning pada bayi terjadi karena kadar bilirubin (hasil penghancuran normal sel darah merah) yang berlebih pada darah. Bayi baru lahir menghasilkan bilirubin lebih banyak dari orang dewasa karena sel darah merah bayi usianya lebih pendek sehingga cepat dihancurkan.

Gejala jaundice: kuning di kulit, dan di mata. Pertama kali tampak di muka, kemudian di dada, perut juga bisa kaki. Mudah terlihat di bawah cahaya matahari. Jaundice normal/fisiologis, muncul pada hari ke 2-3 setelah bayi lahir. Dan bisa menghilang sendiri dalam 2 minggu. Disebabkan semata karena belum matangnya fungsi hati. Jaundice tidak normal/patologis, timbul dalam jangka 24 jam pertama pada bayi baru lahir. Disebabkan karena ketidakcocokan rhesus darah atau terdapat infeksi berat.

Hubungi dokter segera bila: kuning pada 24 jam pertama, kuning menyebar atau menjadi lebih berat, bayi menjadi demam dan terlihat sakit. Pengobatan: pada jaundice ringan hingga sedang, dalam 1-2 minggu bayi dapat mengeluarkan bilirubin dengan sendirinya. Pada kadar bilirubin tinggi, dapat dilakukan fototerapi/sinar khusus. Pemberian ASI lebih sering untuk membantu bayi mengeluarkan bilirubin melalui tinja. Pada kasus berat, transfusi darah merupakan sebuah pertimbangan.

Sesi 2 Pesat 4 Tangerang akan berlangsung pada tanggal 10 Maret 2012. Lihat jadwal, info pendaftaran, dan topik seminarnya di forum ini, ya!

 


12 Comments - Write a Comment

Post Comment