Negeri 5 Menara: Yang Sungguh-Sungguh Pasti Berhasil

Minggu lalu saya mendapat undangan untuk menonton film Negeri 5 Menara di Blitz, Pacific Place. Saya memang belum membaca novelnya, tapi berhubung review novel karya Ahmad Fuadi ini bagus (bahkan mendapat beberapa penghargaan), maka saya langsung mengiyakan undangan tersebut.


Negeri 5 Menara berkisah tentang seorang anak dari Pulau Sumatera bernama Alif yang ‘dipaksa’ oleh orangtuanya untuk masuk ke pesantren Pondok Madani di Pulau Jawa. Alif padahal ingin sekali sekolah di Bandung, agar ia bisa melanjutkan pendidikannya ke ITB. Cita-citanya adalah menjadi Habibie. Namun apa daya, orangtuanya ingin ia menjadi Hamka.

Beberapa menit pertama film ini saja, saya sudah mendapatkan banyak pelajaran. Antara lain, saya sering mendengar bahwa orangtua akan melakukan apa saja untuk anaknya. Kalimat ini pas sekali dengan adegan saat ayah Alif menjual satu-satunya kerbau milik keluarga mereka sebagai biaya Alif bersekolah di pesantren nanti.

Tapi di lain pihak, tanpa kita sadari, banyak juga anak yang mengikuti kemauan orangtua semata-mata hanya supaya mereka bahagia. Contohnya, ya, Alif ini, sedemikian besarnya keinginan Alif untuk masuk ITB, sampai ngambek nggak mau keluar kamar, akhirnya yang terlontar dari mulut Alif adalah, “Rendang kalau dimasukkan ke kaleng susu ini tahan berapa lama, Mak? Untuk bekal Alif di Pulau Jawa nanti.”

Negeri 5 Menara memang kurang cocok untuk balita, tapi sangat pas menurut saya, untuk mommies yang anaknya sudah duduk di kelas 5-6 Sekolah Dasar keatas. Di sini, mereka bisa mendapat pelajaran tentang persahabatan, kerja keras mengejar cita-cita, sampai yang menjadi semboyan film ini yaitu “Man Jadda Wa Jadda” artinya “yang sungguh-sungguh pasti berhasil”. O, ya, kalimat ini dilontarkan oleh seorang Ustadz (lupa namanya) yang diperankan oleh Donny Alamsyah (penyegaran untuk ibu-ibunya, nih, hihihihi).

Kalau saja anak saya sudah di atas 10 tahun misalnya, ingin rasanya bilang, “Tuh lihat, nggak peduli kamu sekolah di mana, asalkan kamu sungguh-sungguh, pasti akan berhasil”. Thumbs up! Film ini mulai tayang di bioskop 1 Maret 2012, jangan sampai ketinggalan, ya :)


9 Comments - Write a Comment

  1. Wah, terima kasih update dari nenglita, sayangnya saya baru bisa liat trailer-nya :(. Novelnya memang sarat hikmah. Coba ya media kita semakin banyak mengekspos berita kaya gini, bahwa banyak sekali novel dan film anak negeri yang berkualitas, yang memberi hawa positif :)

Post Comment