I Dont Know How She Does It

“Me without a job, isn’t me. But me without a family, is nothing.”

Itu adalah kalimat yang paling saya ingat saat menonton film I Don’t Know How She Does It. Sangat menyentuh! Kalau mau mirip-miripan, nih, saya mirip Kate Reddy (Sarah Jessica Parker) yang sangat mencintai pekerjaannya dan sangat ingin memiliki waktu lebih dengan anak-anak serta pasangannya.
Di awal pernikahan, saya bilang ke suami, “Jangan pernah kamu melarang saya kerja, ya, that’s my world“. Alhamdulillah, suami mengerti (malah mendukung, karena dia pusing kalau saya nggak kerja, bawelnya setengah mati, hihihi).

Film ini menurut saya nggak ada lebay-lebaynya. Plek banget sama dunia ibu bekerja. Betapa riweuh-nya di pagi hari menyiapkan sarapan, mengantar anak ke sekolah, berharap pengasuh segera datang, sampai ke bagian memperbolehkan anak menonton TV supaya Kate bisa melakukan pekerjaan lain dengan lebih tenang.

Kate menjalankan kehidupannya sebagai working mom dengan tenang (ya, nggak setenang itu juga, sih, tetap aja repot), apalagi ketika atasannya memercayakan sebuah proyek besar yang membuatnya semakin sibuk, banyak business trip sehingga mempengaruhi quality time-nya dengan keluarga.

Kate pun dilema.. Career? Or family?

Film ini menarik, menarik sekali bagi saya. Sebagai working mom, dibanding merasa sempurna atau lebih hebat daripada stay at home mom, saya (dan juga Kate) malah sering merasa inferior dengan kehebatan ibu-ibu lain. Sebagai contoh, adanya geng ibu-ibu yang disebut sebagai The Momster oleh Kate. Para Momster ini selalu mengantar anak-anak mereka tepat waktu, memasak kue-kue enak dan indah untuk dibawa ke bake sale sekolah, serta memiliki waktu seharian untuk menemani anak beraktivitas.

Ada isu lain juga yang diangkat, yaitu rekan kerja tampan yang menaruh simpati pada Kate. Ahem, kalau gantengnya kayak Pierce Brosnan, siapa yang bisa nolak? :)) Kate ternyata mampu mengatasi isu ini dengan baik. Ya, jelaslah ya, ia memiliki suami yang sangat suportif terhadap karirnya. Sang suami bersedia pulang lebih cepat saat Kate lembur, mengajak anak-anaknya bermain, menjemput ke sekolah, dan banyak lagi. Sosok suami siagalah, kalau kata saya!

Film yang dibuat berdasarkan novel dengan judul yang sama ini dirilis tahun 2011, sudah tayang di bioskop. Kalau belum sempat menontonnya, hayuk segera cari DVD-nya, deh.


27 Comments - Write a Comment

  1. Gw udah nonton nih, sukses bikin gw cekikikan sendiri krn kayak bikin gw ngaca… hehehehhe…. Apalagi yg bagian SJP sibuk bikin list di kepalanya sama takut kalo suaminya mau negur si pengasuh krn khawatir bakal bikin si nanny bt dan minta brenti… :P

  2. Belum sempet nonton film-nya euy. Tapi baca review orang-orang, kayaknya a must-see movie ya buat WM kayak gue. Tapi anehnya, di media luar negeri, review film ini kurang oke. Banyak kritikus dan penonton yang bilang film ini menampilkan gender view yang outdated gitu. Mereka gak terima kalo perempuan selalu identik dengan keluarga dan tugas domestik.

    Gue sih mendukung banget kesetaraan gender. Tapi gue gak bisa membohongi hati kecil meskipun gue bekerja, dalam hati kecil gue tetep pengen mengutamakan keluarga. Yah mungkin karena beda perspektif lah ya gue yang dibesarkan dengan pola parenting ala Timur dengan mereka yang dibesarkan di Dunia Barat :)

  3. Ini film akhirnya keluar juga yah… udah ditunggu2 sejak jaman kuda gigit besi *lebay*. Novelnya jd favoritku waktu jaman2 ngantor dulu (toss ama funky-ira). Kayaknya kl di buku itu endingnya, si Kate jadi ibu rumah tangga, cmiiw… *memori slow*. Kl di film, endingnya gimana ya… *penasaran, cari filmnya ah*

    Tfs!

  4. momster banget hehehehe… i love this book sejak anak pertama, cuma satu2xnya buku yg bikin gw wuhuuu ternyata gw gak sendirian yg pontang panting kayak Kate. baru tahu tnyt SJP yg meranin Kate, dulu katanya Julia Roberts yg bakal main, kayaknya lebih cocok gak sie?

    1. Wah, iya, kalo Julia Roberts yang meranin bakal lebih cocok kali ya. SJP imej-nya udah lekat sama Carrie Bradshaw yang nggak mau punya anak di Sex and the City kalo di mata gue, jadi pa lihat dia meranin ibu, agak, ummm.. gimana gitu :D

Post Comment