My Baby Bump Makes Me Feel Beautiful!

Memasuki usia kehamilan 33 minggu, saya semakin excited menanti kehadiran si baby. Mengingat ini pengalaman hamil kedua (sebelumnya harus dikuret karena blighted ovum), rasanya terkagum-kagum melihat waktu berjalan begitu cepat dan si baby semakin tumbuh besar. Pada awal kehamilan, saya agak menahan diri untuk menunjukkan ‘kehamilan’, karena masih tersisa sedikit rasa khawatir dari pengalaman pertama. Begitu trimester I lewat, saya baru berani unjuk perut dengan memilih pakaian yang bisa menonjolkan perut saya.

Beruntung saya bersuamikan seorang penggila fotografi. Maka, sejak perut ini mulai menampakkan bentuk dan eksistensinya, saya heboh meminta suami untuk mengabadikan perut dan saya tentunya! Beberapa kali kami memanfaatkan momen seperti Lebaran untuk foto hamil-cantik (ini bahasa suami untuk memfoto saya dengan pose cantik). Kadang kami juga sengaja pergi ke taman dekat rumah untuk melakukan beberapa pose hamil-cantik tadi. Selain itu, kalau mood menjepret suami sedang muncul kapan saja, dia bisa dengan bebas mengambil foto saya yang sedang berkeringat, berdaster, duh pokoknya dari segi kostum nggak banget, deh! Yang jelas, foto-foto yang disebut terakhir pasti tidak akan saya tampilkan di mana pun, hehehe.

Sebetulnya, saya masih ingin melakukan sesi foto di studio agar suami juga ikut tampil difoto. Namun, suami masih enggan karena dia lebih suka menjadi orang yang berada di balik kamera. Atau … sepertinya dia agak kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang memang semakin makmur sejak menikah, hehehe (padahal, buat saya dia tetap seksi!).

Sekarang semakin banyak studio foto yang menyediakan jasa maternity photography. Mulai dari yang ala kadarnya, sampai yang betul-betul terkonsep. Namun, bagi saya, mengabadikan foto masa kehamilan tidak melulu harus ke studio. Kita sendiri juga bisa, kok.

  • Berdayakan kamera yang kita miliki, baik kamera digital maupun kamera telepon selular. Semakin tinggi resolusi kameranya tentu semakin baik.
  • Buatlah konsep sederhana tentang bagaimana foto itu akan dibuat. Rajin browsing di internet pasti sangat membantu! Silakan lihat di sini: Digital Photography School, Vari Kusumo, Mom Photo, Maternity Photography.
  • Pilih tempat yang mendukung konsep foto. Tempatnya nggak selalu jauh, keren, atau eksotis. Di rumah pun bisa! Di taman dekat rumah juga! Yang penting, cahayanya mendukung dan cukup, apalagi kalau mau menjepret dengan kamera telepon selular.
  • Pilih pakaian yang nyaman dikenakan, begitu juga aksesorinya. Ini saatnya kita unjuk gigi soal penampilan. Hamil nggak selalu identik dengan daster, lho! Pakai pakaian yang memeluk tubuh alias pas di tubuh, sehingga lekukan tubuh kita terlihat jelas.
  • Lebih baik sesi foto dilakukan saat kehamilan memasuki trimester III karena bentuk perut sudah hampir bulat sempurna. Namun, mengabadikan perubahan perut dari trimester I, II, sampai menjelang kelahiran juga sama menyenangkan! Kita pasti takjub dibuatnya menyaksikan sendiri perubahan bentuk tubuh kita menjadi semakin berlekuk dan seksi!
  • Hari gini rasanya malas sekali untuk mencetak foto. Cara menyimpan paling seru adalah buat satu album khusus di Facebook (tag teman atau saudara!), pajang di blog/web, atau lakukan online scrapbooking dan berbagilah dengan orang-orang tersayang!

Satu hal yang pasti, momen perut mblendung ini tidak datang setiap tahun!

Setiap habis foto, saya selalu nggak sabar untuk berbagi dengan teman dan keluarga di seberang pulau. I feel so sexy and beautiful at the same time! Berapapun berat badan saya sudah bertambah, saya tetap menikmati perubahan ini. Sssttt … perasaan senang yang kita rasakan ini juga dialami si baby, lho! Setiap suami menjepretkan foto, bahkan si baby juga ikut bergerak, jedug! Agaknya dia juga punya bakat tampil depan kamera, hehehe.

Yuk, tunjukkan rasa percaya diri dan bangga dengan si baby dalam perut, and this make us truly beautiful!


13 Comments - Write a Comment

Post Comment