Pesat 6 Jawa Timur : Seputar ASI dan Nutrisi, serta Tumbuh Kembang Anak

by: - Wednesday, February 15th, 2012 at 4:00 pm

In: Event Health 6 responses

0 share

Tak ingin kalah dengan Bekasi, Tangerang, dan kota-kota lainnya, Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua (PESAT) juga digelar di Sekolah Cikal, Bukit Darmo Golf Surabaya.

Bertajuk Pesat 6 Jawa Timur, acara ini sukses menggerakkan smart parents untuk terus menggali ilmu mengenai kesehatan anak. Acara ini digelar dalam 4 sesi. Sesi 1 tanggal 28 Januari bertemakan seputar ASI dan nutrisi yang tepat untuk anak, serta tumbuh kembangnya, sesi 2 29 Januari membahas common problems pada anak yaitu diare, muntah, batpil, dan seputar imunisasi. Lalu sesi 3 digelar 25 Februari membicarakan berbagai macam demam dan kesehatan gigi dan mulut, dan sesi terakhir 26 Februari dengan topik berteman dengan antibiotik, sex education, dan rational use of medicines (RUM).

Saya yang dalam hal ini mewakili Mommiesdaily merasa beruntung sekali mendapat kesempatan untuk menghadiri acara ini. Dan tentu saja saya tidak keberatan kok menyebarkan ilmunya.

Banyak poin-poin penting yang bisa saya catat saat sesi kemarin, monggo disimak, ya, Mommies…

Sesi I – 28 Januari 2012

Topik 1 : Seputar ASI

Kunci sukses menyusui salah satunya adalah mulai dengan benar. WHO dan UNICEF merekomendasikan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada awal kelahiran bayi, enam bulan ASI eksklusif, ASI dan MPASI yang bergizi, dan ASI dilanjutkan sampai dua tahun atau lebih.

ASI merupakan keputusan terbaik untuk memulai kehidupan, memberi banyak manfaat bagi ibu dan bayi, antara lain takarannya sesuai dengan kebutuhan bayi, meningkatkan kekebalan tubuh bayi, dan menurunkan risiko obesitas, dan masih banyak mafaat lainnya.

Prinsip dasar menyusui salah satunya adalah teknik menyusui (posisi dan perlekatan) yang tepat. Beberapa pilihan posisi menyusui seperti cradle hold (kepala bayi di lipatan tangan), cross-cradle hold (mirip cradle hold, tapi memegang payudara dari arah luar), football hold (posisi kaki pada ketiak ibu, dan ibu memegang payudara dari arah dalam), dan lying down (dilakukan sambil tidur). Pelekatan (latch on) yang tepat meliputi mulut bayi yang terbuka lebar dan menutupi areola, dagu menempel pada payudara, dan bibir atas terputar keluar (seperti memble). Untuk gambar dan keterangan lebih lengkap silakan lihat di sini.

Produksi ASI didasarkan atas permintaan, adalah prinsip dasar menyusui lainnya. Tidak akan ada produksi, apabila tidak ada permintaan. Makin sering disusui, maka akan makin banyak asi yang diproduksi. Juga faktor psikologis, 70%  keberhasilan sekaligus kegagalan ASI eksklusif ditentukan oleh faktor ini. Ibu harus percaya dirinya mampu. Ibu yang PD, yakin, tenang,  dan dukungan dari keluarga, serta lingkungan sangat mempengaruhi kondisi psikologis ibu.

IMD yang dilakukan sesaat setelah kelahiran bayi menunjang keberhasilan pemberian asi eksklusif. Bayi akan lebih cepat mendapatkan kolostrum dan bakteri baik, sehingga melindungi dan menyelamatkan bayi dari berbagai infeksi. Dada ibu menghangatkan bayi, dapat menurunkan resiko kematian bayi karena kedinginan.

Bekerja bukanlah hambatan untuk memberikan ASI eksklusif. Yang berbeda hanya pemberiannya, ASI bisa diberikan dalam bentuk asi perah saat ibu bekerja. Sebaiknya tetap keluarkan ASI saat tidak bersama bayi.

Setiap ibu memiliki pengalaman berbeda dalam menyusui. Membutuhkan proses dan penyesuaian hingga menemukan cara yang paling nyaman. Biasanya akan ada tantangan, tetapi pasti bisa disiasati. Jangan ragu untuk bertanya dan mencari informasi, dan lebih baik menemui konselor laktasi bila membutuhkan bantuan.

Topik 2 : Memantau Pertumbuhan Anak

Pertumbuhan menyangkut hal-hal yang mendukung aspek kuantitas, semua yang bisa dilihat dengan pengukuran. Misal tinggi badan (TB), berat badan (BB), lingkar kepala (LK). Sementara perkembangan menyangkut aspek kualitas.

Pantau pertumbuhan anak dengan menggunakan growth chart, pertumbuhan fisik yang baik ditandai dengan parameter BB, TB, LK yang baik dan optimal.

Sering terjadi salah anggapan di masyarakat, bahwa anak sehat berarti anak yang gemuk dan lucu, sementara anak kurus atau langsing berartu kurang gizi, penyakitan, bahkan yang terburuk jadi imej negatif buat orang tua.

Pertumbuhan BB yang berlebih menyebabkan kondisi patologis yang disebut dengan obesitas atau kegemukan. Dimana bisa mengakibatkan diabetes, jantung dan kolesterol tinggi, hipertensi usia dini, bahkan dapat menghambat perkembangan motorik anak.

Obesitas ini umumnya disebabkan oleh pola makan yang salah, tinggi lemak dan sedikit serat, fast food. Juga pola asuh yang tidak tepat yang mana menerapkan misconception “anak kecil harus gemuk”. Atau bisa juga dikarenakan faktor genetik, dan kurangnya aktivitas fisik.

Proses perkembangan anak sifatnya berkelanjutan, dari yang konkret-sederhana sampai yang abstrak-kompleks, diajarkan dari keterampilan umum sampai khusus.

Proses perkembangan setiap anak itu unik, berbeda dengan anak lainnya. Dengan memperbanyak stimulasi, maka potensi anak akan berkembang optimal. Stimulasi yang tepat akan mengakibatkan perkembangan yang sesuai tahapan.

Proses ini bukanlah kompetisi, untuk itu jangan dibandingkan.

Topik 3 : Nutrisi yang Tepat Untuk Anak

Nutrisi yang tepat untuk anak yaitu ASI eksklusif untuk 6 bulan pertama, dan diberikan MPASI bergizi tinggi setelah 6 bulan.

Makan bukan hanya berfungsi sebagai nutrisi dan sekedar untuk menaikkan BB semata. Di dalamnya juga terdapat proses belajar, berpetualang yang bagi anak sangat menyenangkan. Bagi orang tua juga bisa mengenalkan makanan sehat seimbang yang bervariasi, dan aturan-aturan seperti jadwal makan, kesopanan dalam makan, dll.

MPASI mulai diberikan setelah anak berusia 6 bulan, pada saat itu sistem pencernaan sudah sempurna dan risiko alergi lebih kecil. Namun ASI tetap menjadi makanan ideal dan dapat diteruskan hingga 2 tahun atau lebih. Beberapa tanda kesiapan makan yaitu kontrol kepala dan leher cukup baik, dapat menopang badan, dan masih lapar meski sudah diberi ASI.

Sebaiknya memberikan makanan tanpa tambahan gula dan atau garam, karena bayi tidak membutuhkan. Dan penambahan bahan-bahan tersebut tidak akan memperbaiki nilai nutrisi.

Beberapa keuntungan mengolah masakan sendiri, antara lain kebersihan dan nutrisi terjamin, rasa yang lebih nikmat dan bisa mengenalkan lebih banyak variasi makanan, dapat terhindar dari zat-zat sintetis, dan tentunya lebih irit.

Rupanya panjang sekali, ya, bahasannya. Untuk sesi kedua saya tulis dalam artikel lanjutan saja, deh. Ditunggu, ya :)

Share this story:

Recommended for you:

6 thoughts on “Pesat 6 Jawa Timur : Seputar ASI dan Nutrisi, serta Tumbuh Kembang Anak

  1. Pingback: Mommies Daily
  2. Pingback: lita iqtianti
  3. Pingback: indiradewi lala
  4. Pingback: PESAT 6 Surabaya

Leave a Reply