Gelar Terbaik

Mungkin sebagian para Mommies mendengar kasus di awal tahun ini mengenai seorang artis lawas yang telah menjadi politician ‘berperang’ di arena social media karena gelar pendidikannya diragukan keabsahannya. Dengan tujuan membela diri, artis ini membeberkan fakta-fakta pendidikan akademisnya dan serta gelar-gelar yang diperolehnya di social media tersebut. Saya di sini tidak untuk membahas tentang ‘twitwar’ seru tersebut, tapi ingin bercerita bahwa anak sang artis meminta maaf secara terbuka kepada orang-orang yang mungkin tersakiti oleh pernyataan orangtuanya tersebut dan menegur orangtuanya itu.

Reaksi saya hanya “WOW!” Siapakah orangtua dari gadis tersebut yang dengan rendah hati dan berani meminta maaf itu, pastinya telah atau pernah mendidik anak tersebut dengan sangat baik. Mau tidak mau, di tengah-tengah kekacauan ‘twitwar’ tersebut, dengan adil saya harus memuji orangtua dari anak tersebut. Sebagai orangtua jika anak-anak saya kelak seperti ini, berani stand up, saya akan bangga sekali.

Saya jadi ingat ketika teman satu kantor saya mengalami musibah ditinggal pergi oleh ibunya. Pada saat sebelum pemakaman, anak-anaknya menangisi kepergian ibu mereka karena kedekatan batin dengan ibunda  mereka dan dalam keadaan yang terbaik ibu tersebut di mana anak-anaknya sudah dihantarnya dengan sukses. Teman saya yang lain berujar bahwa kelak kalau dia harus meninggalkan anak-anaknya lebih dulu, dia ingin meninggal dalam keadaan sama seperti ibu tersebut.

Saya sempat ditegur oleh suami karena terlalu keras terutama kepada si sulung yang baru juga menginjak umur 3,5 tahun. Saya memang keras mengenai hal-hal seperti kemandirian, kepatuhan, dan kesopanan. Kenapa saya keras? Karena saya takut anak-anak kami menjadi orang yang tak berguna di kemudian hari, yang dicemoohkan orang-orang karena tingkah lakunya atau dibenci lingkungannya. Saya tak berharap anak saya harus jadi juara olimpiade, orang terkenal atau jadi saudagar kaya raya, saya hanya ingin anak saya menjadi orang baik-baik dan dicintai oleh lingkungannya.

Bagi saya, parenting is a lifetime university, tidak akan habisnya, yang namanya anak tetap anak sampai setua apa pun, tidak ada namanya mantan anak bukan? Layaknya sebuah universitas, dengan mahasiswanya yaitu kita sebagai orangtua, dosennya adalah anak-anak kita yang mengajarkan kehidupan dan kurikulumnya adalah menghantarkan anak-anak kita kepada kehidupan yang terbaik.

Mungkin semua orang tua di universitas ini mempunyai gelar akademis yang beragam dari yang tamat sekolah dasar atau menengah sampai yang tamat dari perguruan tinggi dengan gelar berderet, tetapi di sini kita belajar dan berusaha bersama-sama dibantu anak-anak kita. Di sini tak perlu gelar setinggi langit, hanya memerlukan satu tekad untuk satu tujuan yaitu menjadi orangtua terbaik sehingga dapat mengantarkan anak-anak kita menjadi anak yang berguna dan sukses di kemudian hari.

Mungkin secara akademis saya belum mencapai cita-cita pendidikan pascasarjana, tapi di universitas ini ada satu gelar terbaik yang saya idam-idamkan untuk saya raih mengalahkan semua gelar di dunia ini: the best mommy of Shazia Prita and Maghali Syifa.

*gambar dari sini


33 Comments - Write a Comment

Post Comment