Gelar Terbaik

by: - Thursday, January 12th, 2012 at 3:00 pm

In: Featured Mommy Chatter 33 responses

0 share

Mungkin sebagian para Mommies mendengar kasus di awal tahun ini mengenai seorang artis lawas yang telah menjadi politician ‘berperang’ di arena social media karena gelar pendidikannya diragukan keabsahannya. Dengan tujuan membela diri, artis ini membeberkan fakta-fakta pendidikan akademisnya dan serta gelar-gelar yang diperolehnya di social media tersebut. Saya di sini tidak untuk membahas tentang ‘twitwar’ seru tersebut, tapi ingin bercerita bahwa anak sang artis meminta maaf secara terbuka kepada orang-orang yang mungkin tersakiti oleh pernyataan orangtuanya tersebut dan menegur orangtuanya itu.

Reaksi saya hanya “WOW!” Siapakah orangtua dari gadis tersebut yang dengan rendah hati dan berani meminta maaf itu, pastinya telah atau pernah mendidik anak tersebut dengan sangat baik. Mau tidak mau, di tengah-tengah kekacauan ‘twitwar’ tersebut, dengan adil saya harus memuji orangtua dari anak tersebut. Sebagai orangtua jika anak-anak saya kelak seperti ini, berani stand up, saya akan bangga sekali.

Saya jadi ingat ketika teman satu kantor saya mengalami musibah ditinggal pergi oleh ibunya. Pada saat sebelum pemakaman, anak-anaknya menangisi kepergian ibu mereka karena kedekatan batin dengan ibunda  mereka dan dalam keadaan yang terbaik ibu tersebut di mana anak-anaknya sudah dihantarnya dengan sukses. Teman saya yang lain berujar bahwa kelak kalau dia harus meninggalkan anak-anaknya lebih dulu, dia ingin meninggal dalam keadaan sama seperti ibu tersebut.

Saya sempat ditegur oleh suami karena terlalu keras terutama kepada si sulung yang baru juga menginjak umur 3,5 tahun. Saya memang keras mengenai hal-hal seperti kemandirian, kepatuhan, dan kesopanan. Kenapa saya keras? Karena saya takut anak-anak kami menjadi orang yang tak berguna di kemudian hari, yang dicemoohkan orang-orang karena tingkah lakunya atau dibenci lingkungannya. Saya tak berharap anak saya harus jadi juara olimpiade, orang terkenal atau jadi saudagar kaya raya, saya hanya ingin anak saya menjadi orang baik-baik dan dicintai oleh lingkungannya.

Bagi saya, parenting is a lifetime university, tidak akan habisnya, yang namanya anak tetap anak sampai setua apa pun, tidak ada namanya mantan anak bukan? Layaknya sebuah universitas, dengan mahasiswanya yaitu kita sebagai orangtua, dosennya adalah anak-anak kita yang mengajarkan kehidupan dan kurikulumnya adalah menghantarkan anak-anak kita kepada kehidupan yang terbaik.

Mungkin semua orang tua di universitas ini mempunyai gelar akademis yang beragam dari yang tamat sekolah dasar atau menengah sampai yang tamat dari perguruan tinggi dengan gelar berderet, tetapi di sini kita belajar dan berusaha bersama-sama dibantu anak-anak kita. Di sini tak perlu gelar setinggi langit, hanya memerlukan satu tekad untuk satu tujuan yaitu menjadi orangtua terbaik sehingga dapat mengantarkan anak-anak kita menjadi anak yang berguna dan sukses di kemudian hari.

Mungkin secara akademis saya belum mencapai cita-cita pendidikan pascasarjana, tapi di universitas ini ada satu gelar terbaik yang saya idam-idamkan untuk saya raih mengalahkan semua gelar di dunia ini: the best mommy of Shazia Prita and Maghali Syifa.

*gambar dari sini

Share this story:

Recommended for you:

33 thoughts on “Gelar Terbaik

  1. Pingback: Mommies Daily
  2. Pingback: lita iqtianti
  3. Pingback: ✨Rika R✨
  4. Pingback: Nana Ulie
  5. Pingback: Dinda permata
  6. Pingback: Neneng Restiana
  7. Pingback: kirana
  8. Pingback: Mommies Daily
  9. Pingback: Putra Djohan
  10. Pingback: Indah Julianti S
  11. Pingback: Risha Paramita
  12. Pingback: begthebag
  13. Pingback: wulan ismail
  14. Pingback: Ervina Sumitro
  15. Pingback: ekaeka
  16. Sepikiran deh sama penulisnya, somehow anak-anaknya mbak artis ini sangat-sangat canggih. Mereka berdua bisa dengan rendah hati meminta maaf secara publik pada yang bersangkutan dan bahkan menegur ibu mereka. Angkat topi!
    Mungkin sang bunda pernah mengajari mereka tentang maaf, mungkin sang bunda pernah mengajari mereka tentang rendah hati. Apapun itu, alhamdulillah yang nyangkut di anak2nya adalah ajaran terbaik dari ibunya.

    Dan ya, nggak peduli si ibu gelarnya apa, anak akan selalu cinta dan ibu pasti memberikan yang terbaik untuk anak2 mereka. TFS, moms!

  17. Nice article :)

    Gue juga salut sama anaknya yang sangat dewasa, sopan, tidak menanggapi dengan emosi dan tetap bisa jernih berpikir mana yang salah dan yang benar.

    Jadi ibu memang sebuah pembelajaran yang nggak ada abisnya ya, setiap hari ada aja hal-hal yang harus dipelajari tentang semua hal, dan termasuk juga belajar dari anak-anak kita sendiri.

  18. kalo saya kok justru ngeliatnya lain yaa…mungkin juga karena saya pernah merasakan bagaimana berada diposisi anak2 artis lawas tersebut, yang meminta maaf pada banyak orang atas kesalahan salah satu anggota keluarga. jadi kira2 bisa merasakan apa yang ada didalam hati si anak. jujur pasti ada rasa malu dan kecewa atas perilaku sang ibunda dan karena ini bukan kasus pertama jadi saya yakin anak2nya pun berpikir ” daripada saya defensif dan nambah2in masalah lebih baik saya ngga ikut2an” karena itu dia meminta maaf kepada pihak2 terkait yang mungkin sakit hati pada ibunya, melontarkan kritikan kepada ibunya yang dirasa menyerang membabi buta untuk menunjukkan kalau dia tidak seperti ibunya dan dia tidak ada sangkut pautnya dengan pernyataan si ibu. saya yakin dia juga merasakan kekecewaan yang sama dengan yang dulu saya rasakan….
    kedewasaan yang diperlihatkan si anak mungkin juga hasil dari “konflik internal” yang terjadi dalam keluarganya, karena jujur aja pasangan ini dari dulusaya dengar memang sering mengalami konflik hehehe…
    kalo saya pribadi kasihan sekaligus salut dengan anak2 dari artis tersebut. tapi yaa memang kalo ngga ada noda yaa ngga belajar…. semoga dimasa depan mereka bs belajar dari kejadian kemarin untuk menjadi pribadi yang arif dalam bersikap dan bertindak, seperti yang si anak sendiri bilang “ambil baiknya saja, buang yang buruk” :)

    1. Nah, gue juga berpendapat begini … gue datang dari keluarga yang juga penuh konflik dan tiap kali ada yang bilang “bangga” dengan cara gue menangani masalah keluarga dari kecil, gue berpikir yaaa … tidak 100 persen karena didikan orangtua, sih, tapi memang gue dipaksa dewasa karena konflik internal.

      But then again, kita juga tidak tahu di dalam sebenarnya bagaimana. Mudah-mudahan anak-anak itu dewasa karena tuntunan orangtuanya :) dan mudah-mudahan juga kita bisa menuntun anak-anak kita supaya kualitas mereka baik.

  19. hihihi kedua pasangan ini dulu sempet tetanggaan sama salah satu tanteku, dulu waktu kecil inget mereka suka ribut2 kecil gitu, si istri emang rada cemburuan sepertinya, insecure kalo suaminya deket sama wanita lain :))

  20. Saya punya pengalaman dgn anak2 yg tidak diajarkan kata terima kasih, tolong, dan maaf. Sampe usia skrg (5-6thn) mrk berlaku ga sopan ke mbak dirumah, dan seenaknya thd sodara2 seumur maupun org2 tua di kluarga. Pendek kata, anak2 tsb ‘dijauhi’ oleh org2 tua yg takut anaknya di bully, atau menghindari bertemu anak tsb. Karena kami tau org tua dan kluarga anak tsb memanjakan, dan slalu ikut mau si anak. Jujur saja kami menilai anak2 tsb ga diajari oleh org tuanya, tidak pernah diberi tahu/diingatkan ttg manner.

    Ayo mommies, sesibuk apapun kita, kualitas anak2 hrs kita perhatikan. Saya suka kasian mbak dirumah yg dibentak2, dikambing hitamkan sm si anak. Yg terpenting kasian si anak nanti krn krg ‘dididik’ oleh org tuanya. :(

  21. Sbnrnya ingin bilang ke si ibu anak2x itu klo beliau sdh dapat gelar paling keren krn perilaku terpuji anak2xnya itu :) tak lupa sama lawan main twitwar-nya yg msh menanggapi dalam batas koridor kesantunan.

    Semoga doa-doa mommies utk menjadi yg terbaik utk anak2x kita terkabul ya. Amien.

  22. Pingback: Oki Lestari
  23. Pingback: Mila I'anawati
  24. Pingback: MARO
  25. Pingback: Mommies Daily
  26. Pingback: dini wasis

Leave a Reply