It’s a (Gift) Wrap!

Di satu akhir minggu  kami membuat bungkus kado. Awalnya, sih, saya hanya bermaksud membiarkan Aira dan Aidan melukis di atas koran bekas. Tapi biasanya hasil karya mereka yang semacam ini hanya akan menumpuk dan berdebu. Lalu saya terpikir untuk menjadikannya bungkus kado saja. Kegiatan ini menjadi multifungsi, anak-anak bisa berkreasi dan di saat yang sama juga melakukan daur ulang sederhana, menjadikan kertas koran bekas sebagai bungkus kado. Kalau sekedar kertas koran yang digunakan untuk membungkus tentunya akan terlihat seperti bungkus belanjaan dari pasar, tapi begitu sudah dilukis oleh anak-anak, jadi ada sentuhan personal. :)

Saya memilah kertas koran yang akan digunakan, menghindari kertas yang berisi berita negatif atau obituari. Tentunya kurang cocok kalau di atas kado ada berita yang tidak menyenangkan, walaupun terkadang lolos juga 1-2 obituari kecil dari penglihatan saya ketika sedang memilah. Haha. Kemudian saya membiarkan Aira dan Aidan melukis kertas koran mereka masing-masing dengan menggunakan cat air atau cat akrilik. Saya meminta mereka membuat gambar dalam ukuran kecil atau sedang secara berulang atau berpola, agar lebih mirip bungkus kado. Aira dengan cepat membuat gambar-gambar seperti bunga, hati, atau lingkaran-lingkaran. Buatan Aidan lebih abstrak dan tidak ada polanya. Dia semau-maunya membuat lingkaran, coretan, atau bentuk yang katanya adalah mobil. Aidan juga membuat cap tangannya ketika sudah mulai bosan melukis dengan kuas.

Setelah kering, kertas-kertas bungkus kado ini tinggal digulung dan disimpan untuk digunakan kemudian. Kebetulan si kakek berulang tahun, dan kami pun menggunakan selembar bungkus kado buatan Aira-Aidan untuk membungkus hadiah yang akan diberikan. :D

KIAT

  • Bisa menggunakan finger paint untuk anak balita, biarkan anak mencoret-coret dengan bebas, atau dibuat motif cap tangan anak.
  • Motif bungkus kado bisa juga dibuat dari macam-macam bentuk dengan cap dari kentang.

Kakek Nenek tentunya akan senang sekali menerima kado yang bungkusnya dibuat sendiri oleh cucunya.


9 Comments - Write a Comment

  1. Ah, seru! Jaman SMP-SMA pas lg kurang kerjaan kan tuh, gw sering bungkus kado pake koran. Ga hanya kado, buku atau bikin buku tulis sendiri dari buku bekas, covernya dari koran. Selain di lukis pake cat air, biasanya gue lebih senang menghias pake ranting2, tali2an, daun kering, biji2an.. Pas sejak kerja, udah babay deh segala kerajinan tangan itu. Thanks idenya ya Puan, segera dilakukan sama Langit, ah!

Post Comment