Hemat Energi di Rumah, Yuk!

Beberapa waktu lalu, kami mendapat undangan dari EECCHI (Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia), sebuah lembaga yang berada di bawah Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral yang bertujuan untuk mempromosikan efisiensi energi di Indonesia. Dari sana, kami mendapat banyak sekali pengetahuan.

Bagian pertama yang ingin kami share adalah aneka kiat penghematan energi dalam rumah tangga. Selain dalam rangka ikut menjaga kelestarian lingkungan, tentunya penghematan ini juga berdampak positif pada menurunnya tagihan listrik di rumah. Jadi, kenapa tidak dimulai dari sekarang?

Tahu tidak, sih, ternyata penggunaan energi terbesar di rumah itu terdapat di pendingin ruangan (AC) dan lemari es? Karena itu, kedua alat elektronik ini harus digunakan secara efisien. Pastikan juga daya pasang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga kita. Rumah kecil cukup dengan 450 VA – 900 VA, dan rumah sedang cukup dengan 1300 VA – 2200 VA.

Lalu, bagaimana penerapan hemat energi ini dalam kegiatan sehari-hari di rumah? Seberapa besar penghematan yang bisa kita lakukan pada setiap alat elektronik yang kita gunakan di dalam rumah? Yuk, kita bahas satu per satu dengan mengasumsikan perhitungan pada rumah daya pasang R2 dengan tarif Rp890/kWh.

 

  1. Pendingin ruangan (AC) – Potensi hemat Rp215.000/bulan. Tetapkan suhu AC pada suhu ideal, yaitu 24-25 derajat Celcius. Setiap menurunkan 1 derajat pada AC, maka konsumsi listrik meningkat 6%. Bersihkan kondensor, filter, dan coil AC secara teratur. AC yang kotor adalah AC yang boros energi. Tutup pintu, jendela, dan bukaan lainnya supaya udara dingin tidak keluar.
  2. Lampu – potensi hemat Rp140.000/bulan. Ganti semua lampu pijar di rumah dengan lampu CFL (Lampu Hemat Energi). CFL menghemat lebih dari 50%. Matikan semua lampu saat tidak digunakan atau keluar ruangan. Bersihkan lampu dari debu karena debu bisa mengurangi sampai 5% tingkat penerangan.
  3. Lemari es – potensi hemat Rp45.000/bulan. Atur suhu ideal lemari es pada 2 – 4 derajat Celcius. Atur suhu freezer pada suhu ideal -17 sampai -15 derajat Celcius. Lemari es yang sudah tua (dibeli tahun 2001 dan sebelumnya) sebaiknya diganti. Dalam 10 tahun, lemari es mengalami peningkatan efisiensi sebesar 75%, lho! Kurangi frekuensi membuka pintu lemari es karena hampir 7% energi terbuang kalau pintu dibuka terlalu sering atau lama.
  4. Alat-alat elektronik – potensi hemat Rp50.000/bulan. Matikan semua alat elektronik saat tidak lagi digunakan. Cabut kabel listrik dari stopkontak, karena alat-alat elektronik masih menggunakan energi waktku kabel tersambung (dalam posisi stand by). Gunakan laptop, karena hampir 5 kali lebih hemat energi dibandingkan dengan desktop.

Nah, mommies, kalau kiat di atas ini kita lakukan, dalam setahun kita bisa memotong tagihan listrik sampai Rp5.400.000, lho. Sebagai informasi tambahan saja, total subsidi energi di APBN 2010 adalah Rp143,997 trilyun. Sedangkan bila ditotal, jumlah semua subsidi lain hanya sekitar sepertiga dari angka tersebut. Bayangkan, kalau subsidi energi dipakai untuk membantu operasional sekolah, berarti kita bisa membantu pendidikan semua anak di Indonesia, dikalikan 4!

Jadi … yuk, mulai hemat energi di rumah. Selain menurunkan tagihan listrik, hal ini juga ikut membantu mencerahkan masa depan anak-anak Indonesia. :)

 

*gambar pertama dari sini


17 Comments - Write a Comment

Post Comment