Ke Singapura dengan Dua Balita

Anak-anak saya, Raya 4 thn 2 bln dan Rana 2 thn 6 bln sangat menyukai pertunjukan musikal, terutama “Laskar Pelangi”. Mereka sampai hafal semua lagunya. Ketika tahu kami mendapat tiket dari tantenya untuk menonton pertunjukkannya lagi di Singapura awal Oktober lalu, anak-anak langsung kegirangan dan lucunya Raya langsung makin semangat belajar. Masalahnya saya ragu kalau pergi hanya bertiga karena kebetulan suami ada tugas ke Bali di waktu yang sama. Dan tidak mungkin juga saya hanya mengajak salah satu anak saja.

Akhirnya saya putuskan untuk berangkat bertiga saja dengan anak-anak dengan mencoba mempersiapkan semuanya dengan matang. Saya pikir kalau tidak dicoba kita tidak akan tahu bisa atau tidaknya. Rasanya kalau di luar negeri sering lihat ibu yang travelling hanya dengan anaknya saja. Lagipula katanya, kan, seorang ibu punya 10 tangan jadi pasti bisa multi tasking. Akhirnya tiket pesawat pun dibeli untuk saya dan anak- anak dan persiapan pun dimulai.

Dimulai dengan mengemas koper seringan mungkin lengkap dengan tas yang akan dibawa ke pesawat dengan semua cemilan dan keperluan selama di jalan. Untungnya jarak antara Jakarta dan Singapura sangat dekat sehingga tidak lama di pesawat. Yang mengkhawatirkan adalah ketika harus antri imigrasi dan proses naik turun pesawat dengan segala peraturan keamanannya. Namanya anak- anak, kan, tidak bisa diam dan maunya berlari-larian.

Proses dimulai seminggu sebelumnya. Setiap hari saya mengingatkan mereka akan perjalanan kita nanti hanya akan bertiga jadi mereka harus behave dan tak lupa saya ceritakan juga apa saja yang akan kami lewati nantinya. Kemudian memadumadankan baju yang akan di bawa dengan semua tetek bengeknya. Trik saya adalah membawa semua toiletries dalam ukuran travel sehingga tidak makan tempat banyak dan berat. Karena hanya akan berada di Singapura selama 2 hari baju kami bertiga harus muat ke dalam 1 koper tarik ukuran kecil sehingga gampang untuk dibawa dan diangkat. Saya memilih berangkat dengan pesawat pagi sehingga mereka masih segar.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba dan anak-anak sangat excited. Ketika sudah di mobil saya baru menyadari bahwa saya lupa membawa stroller. Jadilah trolley yang ada di dalam airport saya jadikan stroller dadakan. Ternyata ada untungnya juga tidak bawa 1 stroller sendiri karena kalau di trolley kedua anak saya bisa naik sekaligus bahkan mereka malah senang karena dikira sedang dia ajak main.
Untungnya lagi, ini bukan perjalanan mereka yang pertama sehingga mereka sudah tahu proses yang akan dijalani. Repotnya hanya ketika salah satu tertidur karena harus saya gendong keluar pesawat. Saat antri imigrasi, anak-anak bisa tertib karena melihat semua orang antri, paling hanya berlari-lari di sekitar antrian.

Untuk penginapan, kami menginap di M Hotel karena jaraknya dekat dengan Esplanade dan Marina Bay Sand jadi di tengah-tengah antara tempat pertunjukan satu dengan lainya.

Selama di Singapura saya mencoba untuk tetap mengikuti jadwal makan dan tidur mereka sehingga mereka tidak terlalu lelah. Karena kalau sampe cranky bisa kacau jadwal hari itu. Begitu sampai saya langsung membeli makan siang untuk dimakan di hotel sekalian istirahat sebentar. Karena sangat excited keduanya makan dengan lahap dan sangat ceria. Apalagi ada  jadwal menonton “Laskar Pelangi” di sore hari kemudian malamnya dilanjutkan dengan menonton musikal “Lion King”. Perjalanan kali ini sangat pas untuk Raya karena dia baru saja mempelajari tentang negara Singapura di sekolahnya jadi dengan semangat dia menceritakan kepada adiknya tentang Merlion, mata uang Singapore Dollar, dll.

Akhirnya perjalanan berjalan dengan lancar walapun saya cukup capek tetapi semua senang. Mungkin intinya harus PD dan yakin bisa sehingga semuanya akan lancar. Siapkan semua kebutuhan dengan matang dan jangan panik serta sebisa mungkin mengikuti jadwal sehari-hari untuk makan dan tidur anak agar tidak terlambat. Kalau cukup makan dan tidur anak akan lebih kooperatif sehingga ibunya tidak terlalu kewalahan.

Satu hal yang agak repot tapi menyenangkan adalah mandi! Pas mau brangkat karena sudah hampir telat ke Laskar Pelangi jadi anak-anak saya mandiin bareng. Besok paginya cara mengakali ritual mandi ini adalah dengan bubble bath di bath tub saya mandi di shower, deh!

Good luck buat mommies yang mau bepergian, most importantly just enjoy your trip and have fun ;)

 

 

 

 


17 Comments - Write a Comment

Post Comment