Ayo, Cuci Tangan!

Cara paliiiing mudah untuk menghalau penyakit pada anak adalah mencuci tangan. Tidak percaya?


Menurut sebuah penelitian, rata-rata di tangan manusia terdapat 150 spesies bakteri. Nah, terbayang tidak, anak-anak kita terutama yang balita, nih, lagi senang-senangnya eksplor segala hal. Semua mau dipegang, semua mau disentuh. Pegangan pintu, pegangan eskalator, tombol lift, koin yang terjatuh di lantai atau jalanan, dan banyak lagi.

Nah, daripada pusing setiap si kecil mau pegang sesuatu kita teriak “Jangan” atau jejeritan, lebih baik kita ajari saja mereka mencuci tangan. Seperti orang dewasa, anak-anak juga harus mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah dari toilet atau usai bermain di tempat umum. Terbayang, kan, kalau anak-anak habis main di playground berbarengan dengan anak yang sedang flu misalnya. Si anak yang sakit jika bersin ditutupi dengan tangan tapi setelahnya dia memegang mainan yang kemudian dimainkan oleh anak kita?

Tidak melakukan cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu faktor risiko terjadinya pneumonia atau penularan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) serta kejadian diare.

Riskesdas tahun 2007 menunjukkan penyebab kematian bayi umur 29 hari sampai 11 bulan terbanyak (55,2%) disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan intervensi lingkungan dan perilaku, yaitu diare (31,4%) dan pneumonia (23,8%).

Demikian pula proporsi penyebab kematian pada anak umur 4 – 11 tahun yaitu diare (25,4%) dan pneumonia (15,5%). Sedangkan untuk persentase pneumonia pada semua golongan umur secara rerata nasional mencapai 26,4%.

Sulit membiasakan si kecil cuci tangan? I feel you, mommies *tepuk-tepuk bahu*. Para ibu juga banyak yang sering lupa cuci tangan, kan? Ayo, ngaku! :D

Nah, coba lihat, deh, di bawah ini ada beberapa kiat untuk membiasakan si kecil (dan ibunya) mencuci tangan dengan baik dan benar :

  • Cuci tangan dengan air bersih dan sabun. Air saja ternyata belum cukup untuk membasmi kuman yang bersarang di tangan mungil anak-anak kita. Sabun dapat meluruhkan lemak dan kotoran yang mengandung kuman dengan cara digosokkan, dan tangan pun menjadi harum. Ini, ya, cara cuci tangan Lifebuoy:
  1. Basuh dengan air yang bersih dan mengalir
  2. Tuangkan/basuh dengan sabun Lifebuoy secukupnya
  3. Gosok sela-sela jari satu per satu
  4. Gosok punggung  tangan dan sela-sela jari dengan Sabun Lifebuoy
  5. Bersihkan sela-sela kuku satu per satu
  6. Bilas dengan air bersih dan keringkan dengan handuk/tisu
  • Proses mencuci tangan ini minimal dilakukan selama 10 detik. Kalau si kecil lekas bosan, lakukan prosesi mencuci tangan ini sambil menyanyi lagu-lagu kesenangannya. Kalau saya biasanya sambil menceritakan kembali buku Winnie The Pooh seri menjaga kebersihan milik Langit sembari menjelaskan menjaga kebersihan tangan itu penting.

 

  • Pastikan area mencuci tangan mudah diakses untuk anak. Kebetulan wastafel di rumah saya tidak rendah, jadi kami harus menyediakan stool (kursi pendek) yang mudah diakses oleh Langit.
  • Jadikan diri kita sebagai contoh.

Pelaksanaannya mudah, kok, Moms, tapi menjadikan hal ini sebagai rutinitas yang agak sulit. Nanti kalau sudah terbiasa, siap-siap saja si kecil bolak balik teriak, “Aku mau cuci tangaaaaaaann” seperti yang Langit lakukan sekarang :D

Mommies tahu tidak, kalau setiap tanggal 15 Oktober adalah “Global Hand Washing Day“? Acara ini diselenggarakan di lebih dari 70 negara dengan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya cuci tangan pakai sabun (CPTS).

Berapa lama anak akan terbiasa dengan rutinitas ini? Dr. Maxwell Maltz dalam bukunya Psyco-Cybernetics menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu minimal 21 hari untuk melakukan kebiasaan baru tersebut secara terus-menerus tanpa putus.

Pada perayaan Global Hand Washing Day tahun ini Lifebuoy yang aktif melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai CTPS, juga mensosialisasikan pentingnya membentuk kebiasaan sehat sejak dini, di antaranya kebiasaan CTPS melalui metode Gerakan 21 Hari. Lifebuoy menekankan CTPS pada minimal 5 saat penting yaitu mandi menggunakan sabun, CTPS sebelum makan pagi, CTPS sebelum makan siang, CTPS sebelum makan malam, dan CTPS setelah dari toilet.

Yuk, gabung di facebook-nya to do the pledge dan follow Twitter @Berbagi_Sehat untuk menunjukkan bahwa mommies peduli. Saya sudah, lho!

 


17 Comments - Write a Comment

Post Comment