Merencanakan Bekal Sehat

Salah satu tantangan harian orangtua yang memiliki anak usia sekolah adalah menyiapkan bekal untuk dikonsumsi saat mereka beraktivitas di sekolah. Tidak sedikit juga yang akhirnya memilih jalan mudah dengan memberikan anaknya uang jajan. Memangnya seberapa penting arti bekal makanan untuk kesehatan anak? Jelas penting sekali. Hasil studi mengatakan bahwa mengonsumsi makan siang penuh gizi akan membuat anak-anak memiliki tubuh yang lebih sehat, jarang sakit, tidak mudah lelah, menurunkan risiko mereka akan penyakit kelainan pola makan, dan yang tak kalah penting … membuat mereka mudah menyerap pelajaran yang diberikan di sekolah.

Menurut Persatuan Ahli Gizi Indonesia, sekitar 70% asupan harian anak dipenuhi dari jam makan saat mereka beraktivitas di luar rumah. Dan biasanya saat di sekolah, anak-anak lebih memilih untuk jajan. Membawa bekal jelas akan melindungi anak-anak dari bahaya camilan tidak sehat yang banyak terdapat di lingkungan sekolah. Misalnya permen atau aneka ragam minuman dingin yang biasanya diberi pewarna buatan, gorengan yang berulang kali mengalami proses penghangatan, makanan instan, produk yang belum terdaftar di BPOM serta makanan yang mengandung banyak bahan pengawet.

Bekal sekolah anak sebaiknya terdiri dari makanan yang kaya protein serta kalsium. Sayur dan buah juga harus dimasukkan ke dalam menu bekal sehari-hari. Kadang masalah yang timbul bukan karena orangtua malas atau tidak punya waktu menyiapkan bekal tetapi anak-anaklah yang enggan memakannya karena merasa bosan. Kami punya beberapa kiat mengakali hal ini:

  • Ikut sertakan anak dalam merancang menu

Tanya apa bekal favorit si kecil, ajak dia berdiskusi soal menu. Supaya anak tidak bingung, mommies bisa memintanya untuk memilih 2-3 sumber protein, 2 jenis sayur, 3 jenis buah, 1 makanan penutup, dan susu. Pilihan anak ini bisa mommies masukkan ke dalam menu bekal makan siang untuk satu minggu. Secara tidak langsung anak jadi belajar memilih bahan makanan sehat. Dan mommies juga tidak pusing lagi menentukan jenis makanannya.

  • Perencanaan

Setelah acara diskusi, mommies bisa review lagi menu pilihan anak. Jika ada yang kurang sreg karena nilai gizinya kurang, mommies bisa modifikasi menu tersebut agar jadi lebih bergizi. Anak tidak suka dibekali susu? Akali dengan mengganti rasa susu yang biasa mommies siapkan dengan cokelat atau stroberi. Berikan mereka pilihan baru.

  • Jangan takut berkreasi

Anak adalah pembosan. Bisa dikarenakan menunya, bisa juga karena bentuk makanannya. Mengkreasikan bekal sederhana menjadi makanan yang lucu bentuknya bisa memotivasi anak menghabiskan bekalnya, lho. Contoh yang bisa mommies lakukan adalah berkreasi ala para ibu di Jepang … ya, buatlah bekal anak seperti bento.

 

  • Ubah cara kemasnya

Ingat, mommies menyiapkan bekal bukan untuk diri sendiri, ya. Jadi coba pikirkan juga detail pengemasannya. Cara mudahnya adalah mengganti kotak makanan polos ala ibu dengan kotak makanan bergambar karakter film kartun favorit anak. Atau masukkan produk bergizi yang kemasannya menarik untuk anak seperti Milkuat Botol Tiger. Produk Danone ini mengandung 15% dari jumlah kebutuhan asupan zat besi dan zink harian yang direkomendasikan. Tersedia dalam dua rasa, cokelat dan stroberi, yang disukai anak-anak. Bisa dikatakan Milkuat Botol Tiger adalah contoh bekal yang komplet untuk anak: bergizi dan berkemasan seru.

Jadi … mari bantu anak berkosentrasi di sekolah dengan menyiapkan bekal makanan yang memenuhi standar gizi. Mommies pasti bisa!

 

 

 

 


16 Comments - Write a Comment

Post Comment