Gadget dan Anak

Sebenarnya saya lebih suka buku cerita berbentuk buku, puzzle, dan mainan dalam bentuk aslinya. Namun terkadang keterbatasan tempat di tas bila bepergian tidak memungkinan kita untuk membawa terlalu banyak sementara anak-anak, kan, pembosan. Sebenarnya itu alasan utama pertimbangan untuk membeli iPad pada awalnya.

Selain itu bertepatan dengan libur lebaran dan rencana bersama keluarga besar untuk road trip sesudah mudik ke Bandung. Apalagi dengan dua anak balita di mobil yang tidak bisa diam. Saya pikir kalau sudah bosan bernyanyi, melihat pemandangan, dan main tebak-tebakan nanti mereka bisa ada hiburan lain.  Raya yg saat itu sudah berumur 3 tahun bermain iPad dan Rana yangg saat itu berumur 1,5 tahun cukup puas melihat gambar-gambar di iPod. Selain itu memang sebetulnya saya juga ingin punya karena memudahkan ketika harus browsing,dll.

Karena untuk keperluan bersama, sebelum beli saya memberi pengertian ke anak-anak kalau iPad itu adalah milik bersama yang harus dijaga dan digunakan bergantian. Jadi kalau nanti ada sepupunya yang mau pinjam harus boleh dan mereka tidak boleh pamer/sombong dengan mainan barunya. Suami pun setuju untuk membelikan dan barangnya datang pas sebelum lebaran tiba.

Ternyata gadget ini memang sangat membantu sekali. Jadi tidak perlu bawa berbagai macam buku, mainan, dll. Cukup unduh semaunya dan kalau sudah bosan bisa dihapus dan ganti yang lain. Mulai dari cerita, permainan, puzzle, video, dan masih banyak sekali aplikasi lain yang berguna.

Libur lebaran pun sukses dan sesudah itu penggunaannya di rumah menjadi salah satu bonding time saya dan anak-anak. Karena pada saat itu saya masih bekerja, setiap hari iPad saya bawa. Awalnya anak-anak selalu mencari tetapi lama kelamaan tidak, karena mereka tahu ketika saya pulang, mereka akan bisa menggunakannya. Untuk saya, iPad sangat berguna untuk menerapkan konsep bergantian, manajemen waktu (karena ketika main mereka diberi batas waktu, tidak boleh terlalu lama), dan menjelaskan untung ruginya sesuatu (misalnya kenapa tidak boleh main iPad terlalu lama, dll). Memang tidak dipungkiri juga kadang kalau sedang membawa anak ke tempat yang harus menunggu, misalnya ke bank, saya mengeluarkan iPad supaya mereka mau duduk manis dan diam karena asik bermain.

Awalnya suami tidak terlalu setuju belajar tracing dengan iPad karena menggunakan jari dan bukan pensil seperti di atas buku, tetapi dengan menggunakan stylus fungsinya jadi mirip pensil seperti di sekolah. Sangat banyak aplikasi yang bermanfaat, bahkan ada aplikasi belajar mengaji yang interaktif, jadi anak-anak senang. Memang bentuk asli sebuah buku menurut saya tidak tergantikan dan masih sangat penting. Tetapi sebagai variasi sarana belajar, iPad bisa sangat berguna supaya anak tidak bosan dan mulai belajar teknologi. Karena nantinya akan ada lebih banyak lagi gadget yang akan muncul seiring dengan berjalannya waktu mereka tumbuh. Paling tidak sedikit-sedikit mereka bisa dikenalkan dengan fungsi serta untung ruginya sebuah gadget sedini mungkin sehingga mereka nantinya tidak kaget, apalagi sekarang sudah banyak sekolah yang sudah menggunakan komputer. Saya berharap mereka akan bisa menilai dan menggunakan gadget dengan bijak nantinya.

Untuk ayah ibunya, iPad sangat berguna karena portable sehinga bisa digunakan di mana saja, tidak terbatas ruang dan tempat juga tidak perlu membawa tas sendiri. Bahkan, saya menulis artikel ini juga menggunakan iPad sambil menunggu anak pulang sekolah :) kalau bawa laptop, kan, agak lebih berat, walaupun memang fungsinya lebih banyak.

Menurut saya, kiat untuk menggunakan gadget apa pun bentuknya adalah:

  1. Jelaskan ke anak tentang fungsi alat itu sebelum mulai menggunakan supaya anak mengerti. Jelaskan juga bahwa benda itu bukan lah mainan yang bisa dibanting dan harus dijaga. Mommies akan kaget bahwa anak yang masih sangat kecil pun kalau diberi pengertian akan mau mengerti. Mereka akan ada rasa tanggung jwab untuk menjaga barang tersebut.
  2. Temani anak, jadikan sebagai bonding moment yang bisa disisipkan berbagai pelajaran positif tanpa anak sadari. Justru akan lebih diingat dan diikuti karena mereka tidak merasa sedang diceramahi atau disuruh.
  3. Luangkan waktu. Biarkan anak untuk bermain sendiri dengan gadget-nya sehingga mereka merasa diberi tanggung jawab. Ini akan sangat berguna untuk membangun kepercayaan dirinya dan menunjukkan kalau kita sebagai orangtua percaya kepada mereka.

Semoga membantu, ya, untuk mommies yang sedang memutuskan kasih gadget ke anak atau tidak :)

 


Having children really changes your view on these things. We’re born, we live for a brief instant, and we die

~Steve Jobs

 

*remembering Steve Jobs, the man behind apple :)


23 Comments - Write a Comment

Post Comment