Memasak dengan Balita (dan Bayi!)

Akhir minggu ini saya hampir kehabisan ide mencari aktivitas untuk Mikail. Bermain ke mal lagi? Duh, bosan betul rasanya. Secara tidak sengaja saya melihat profil BBM salah satu teman saya dan ternyata dia mengadakan kelas masak pada Minggu pagi. Hari itu sudah Sabtu sore, saya langsung menghubunginya dan beruntung masih ada tempat kosong untuk kami bergabung.

Kami pun sangat semangat mengikuti kursus masak hari itu. Mikail yang biasanya malas bangun pagi, sudah siap mandi pukul 8.00, tidak sabar ingin segera pergi. Tante saya juga tak kalah bersemangat. Saya sengaja mengajaknya karena dia ingin memulai berbisnis kue. Beruntung juga Mbak Dewi, penyelenggara acara, dengan senang hati memperbolehkan saya membawa Naznin, karena di rumah tidak ada yang menjaga. Di tempat kursus, kelihatannya rombongan kami adalah yang paling ramai :D

CCI bekerjasama dengan toko bahan kue In-gre’di-ents: di Radio Dalam, sebagai penyedia tempat. Disediakan 1 meja besar untuk setiap peserta kursus. Semua bahan makanan dan peralatan masak juga lengkap disiapkan di masing-masing meja. Tema kursus yang kami ikuti kali ini adalah “Basic Crusty Pie” dengan 3 filling: apple cinnamon, chocolate and nuts, dan banana cream. Fasilitas kursus lumayan canggih. Chef Solihin yang memandu kursus berada di depan, dengan meja lengkap di dapurnya. Supaya terlihat jelas, semua yang dilakukan chef ditangkap kamera dan ditayangkan di layar TV besar yang diletakkan di depan kelas. Keren, ya, sepanjang waktu, saya sibuk terkagum-kagum dengan kecantikan dapur dan kelengkapan peralatan memasak Chef Solihin. It’s my dream to have a pretty and spacey kitchen like that. :)

Selama ini saya membayangkan proses pembuatan pie, cake dan kue-kue lainnya itu sangat repot dan messy. Ternyata cukup sederhana, lho. Saya akan share resepnya di tulisan berikut, ya. Sepanjang acara, karena saya lupa membawa stroller, saya harus menggendong Naznin dibantu gendongan bayi. Tapi pie buatan saya dipuji chef, lho. So it’s that easy to make a pie, saya bisa melakukannya sambil menggendong anak!

Harga kursus memasak di CCI adalah Rp. 150.000- 300,000/orang. Semua hasil masakan, sisa adonan, dan resep dari chef bisa dibawa pulang. Jam kursus dimulai pukul 10.00 sampai 13.00. Di tempat yang sama, toko In-gre’di-ents: menyediakan peralatan memasak, baking utensils, dan bahan-bahan kue. Jadi setelah kursus, bisa langsung membeli yang diperlukan untuk praktik di rumah. Puas, deh, pokoknya.

Mikail senang sekali bermain sambil belajar masak. Dia terlihat sibuk mengaduk, menuang adonan, dan mencicipi bahan-bahan masakan. Sesekali dia membuat guyonan yang membuat seisi kelas tersenyum-senyum. Walaupun di tengah-tengah dia mulai bosan dan mencari kesibukan sendiri, mengganggu Mbak Dewi yang bekerja di balik laptop-nya. Naznin pun ikut mencoba kue buatan si Abang. “Nyaaamm,” katanya. Tante saya jadi semakin mantap ingin memulai bisnis kue. Kami semua pun pulang dengan perut kenyang dan hati yang senang.

Culinary Course of Indonesia
Twitter: @culinarycourse
Fb: Cci Jakarta
Contact: Dewi Subrata
021-93394646/08777852261
cci.jakarta@gmail.com

Toko bahan kue In-gre’di-ents:
Jl. Radio Dalam Raya No. 14c
Sebelah Pegadaian
Jakarta Selatan


18 Comments - Write a Comment

  1. Hehehe. Dia hobbynya masak mbak Lita. Kl lg main sendiri, tanpa sadar kebanyakan pura2nya jadi tukang sate, waiter, tukang warteg, chef di kapal. Kebanyakan berhubungan dgn masak2an dan jual2an hihihi

  2. Lucu banget Mikai jago bikin pie, nanti lama2 kalo ada acara mamanya udah nggak perlu bikin masakan lagi ya hehehe Gue jadi tertarik nih berkunjung ke in-gre’-di-ents (repot yak nulisnya) karena sering lewat situ dan liat dari luar tapi nggak pernah masuk. Lengkap ya na peralatan bakingnya?

  3. Wehehehe *menunggu Mikail dewasa masak buat maknya.
    Lumayan lengkap alat bakingnya Mbak Affi. Dari bahan baku sampai peralatan baking. Harganya sedikit lebih mahal dari tempat lain. Tanteku yg sering baking sih mendapat banyak alat yg ga dijual di pasar

Post Comment