Menjaga Bahan Makanan Tetap Segar

by: - Tuesday, July 5th, 2011 at 8:00 am

In: Sponsored Post 30 responses

0 share

Setelah membahas mengenai cemaran bakteri pada produk pangan di artikel sebelumnya, sekarang kita bahas tentang cara menghindari akibat buruknya, ya!

Tapi sebelumnya, mari kita lihat cara mengenali makanan yang telah tercemar bakteri. Sebagian makanan yang telah tercemar bakteri memang menunjukkan tanda-tanda yang dapat dilihat mata.

Pada daging, misalnya, waspadalah terhadap cemaran bakteri jika daging yang akan dikonsumsi menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • warna memucat
  • berlendir
  • berjamur
  • berbau busuk
  • rasa tidak enak

Sementara, pada ikan, tanda-tanda yang muncul adalah:

  • Adanya lendir di permukaan ikan
  • Insang memudar (pucat, tidak merah)
  • Mata tidak bening
  • Berbau busuk
  • Sisik mudah terkelupas

*gambar dari sini

Jika produk daging dan ikan telah menunjukkan tanda-tanda di atas, ada baiknya untuk sama sekali tidak mengonsumsi produk. Namun, untuk produk yang belum tercemar, berikut adalah cara-cara untuk mencegah terjadinya cemaran bakteri:

  • Pilih bahan pangan dengan teliti. Jangan pilih bahan pangan yang telah rusak.
  • Biasakan mencuci tangan sebelum mengolah bahan pangan atau makan. Tidak perlu menggunakan sabun antibakteri apalagi yang mengandung triclocarban (TCC) dan triclosan. Triclosan adalah senyawa pestisida ringan yang dicurigai sebagai pencetus kanker. Walau penelitian masih harus diperdalam, ada baiknya dihindari saja. Lagipula, sabun semacam ini berlaku seperti antibiotik. Makin sering digunakan, makin membuat kebal bakteri/kuman sehingga tidak lagi berfungsi semestinya. Cukup gunakan sabun cuci tangan atau cuci piring biasa.
  • Cuci dan bersihkan bahan pangan dengan teliti sampai ke sudut-sudut tersembunyi.
  • Cuci perangkat olah dengan baik sebelum digunakan. Perhatikan juga bahwa perangkat yang terbuat dari kayu tidak berjamur.
  • Olah bahan pangan sesuai jenisnya. Misalnya:
  1. Susu. Pilih yang sudah diproses UHT atau pasteurisasi dan dikemas kotak kedap udara. Ikuti panduan penyimpanan yang tertera di kemasan. Untuk susu segar, rebus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
  2. Telur. Pilih telur yang bersih cangkangnya. Simpan telur dalam lemari es bila baru akan digunakan lebih dari 3 hari ke depan.
  3. Sayur. Rebus dalam suhu tinggi, tapi jangan terlalu lama supaya tidak merusak gizinya. Sayur bisa juga dikukus untuk mempertahankan nilai gizi.
  4. Daging. Rebus dalam waktu yang cukup lama untuk mematikan spora yang tahan suhu tinggi. Perhatikan juga proses pencairan daging (defrosting). Jangan melakukan defrost langsung di suhu ruangan karena terlalu hangat dan mempercepat berbiaknya bakteri. Paling aman melakukan defrost di kulkas bawah, atau microwave dengan mode “defrost” atau “50% power”. Defrost dengan air dingin mengalir juga aman.
  • Untuk menghindari kontaminasi silang, proses penyimpanan masing-masing bahan makanan juga harus diperhatikan.
  1. Pisah-pisah bahan makanan berdasarkan kecepatan rusaknya. Bahan makanan yang seharusnya tahan lebih lama akan ikut rusak bila terpapar bahan yang telah rusak.
  2. Jangan campur daging mentah dengan sayuran mentah dalam satu kemasan.
  3. Daging-dagingan sebaiknya disimpan di lemari pembeku.
  4. Jangan campur bahan mentah dengan bahan matang.
  5. Sebaiknya tidak menginapkan nasi di dalam Magic Com/jar. Lebih baik simpan di lemari es untuk dipanaskan lagi besoknya. Suhu dan kelembaban Magic Com merupakan kondisi yang pas untuk berkembangnya mikroba.
  6. Untuk makanan yang tersimpan lama, periksa setiap beberapa waktu sekali untuk memastikan tidak ada bagian/potongan yang rusak.
  7. Penyimpanan makanan biasanya tergantung suhu tempat penyimpanan, bukan lama tahannya pangan. Karena bahan pangan yang bisa tahan seminggu misalnya, bila suhu di sekitarnya lebih tinggi dari biasanya, daya tahannya ikut turun jadi kurang dari seminggu.

Bila tidak yakin akan keamanan produk pangan yang tersimpan lama, buang saja. Kadang mencicipi sedikit risikonya sama besar dengan memakan produk pangan yang telah tercemar.

 

sumber:
http://www.mayoclinic.com/health/first-aid-food-borne-illness/FA00043
http://www.mayoclinic.com/health/food-poisoning/DS00981
http://www.smallcrab.com/makanan-dan-gizi/652-bahaya-biologis-pada-bahan-pangan

 

Share this story:

Tags:

Recommended for you:

30 thoughts on “Menjaga Bahan Makanan Tetap Segar

  1. Pingback: Mommies Daily
  2. Pingback: monalisthia
  3. Pingback: Puti A Dewi Oka
  4. Pingback: Irwan Haris
  5. Pingback: lita iqtianti
  6. Pingback: Alfa Kurnia
  7. makasih atas artikel yg penting banget….dan sebagai tambahan aku mulai dr masa kehamilan uda jaga asupan gula supaya ga kegemukan dan anakku juga ga beresiko obesitas

  8. Ternyata nginepin nasi di rice cooker ga boleh toh, waduh…thx infonya.
    Menjaga makanan agar tetap sehat untuk dikonsumsi adalah tugas kita sebagai ibu.

  9. Ternyata cuci pake tcc ga bagus yah, wah padahal di iklan bagus2 aja tuh. Memang kita harus pinter2 pilih mana yg baik dan tdk, pilih susu buat anak juga gt, harus cari yg tanpa gula tambahan.

  10. Susu. Pilih yang sudah diproses UHT atau pasteurisasi dan dikemas kotak kedap udara. Ikuti panduan penyimpanan yang tertera di kemasan. Untuk susu segar, rebus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. >> sebenernya gimana sih cara milih susu yang baik?

  11. wah.. artikelnya bagus banget.. :)
    dan yang komen disini juga oke2 banget.. jadi bisa nambah pengetahuan soal makanan dan minuman sufor untuk my baby.. :)

  12. asupan gizi yagn kurang baik berakibat pada pola makan yang tidak baik tentunya, berikan anak kita kasih sanyang dan jagalah pola makannya…dengan asupan gizi yg benar

  13. waduh… semua punya idealisme yang tinggi yah,,, mudah2an semua bunda bisa ambil hikmah dai forum ini… dan tetap bisa melindungi putra-putrinya dari hal kecil sampai yg besar… tetap semangat bunda

  14. betul..pola makan yang salah dan daya pandang orang tua yang salah yang bisa buat anak menjadi obesitas.
    Gendut gak berarti sehat….
    asupan makan anak pun tidak sebanyak orang dewasa. lambung anak balita itu lebih kecil dari orang tuanya, jadi jangan memaksakan makan yang banyak untuk anak yah. Jauhi gula..secukupnya aja. gula juga dapat memicu obesitas

  15. bagus nih artikelnya saya setuju makan segar memang baik dan cara menyimpannya perlu dipelajari tambahan dikit, memilih susu formula sebaiknya yang tidak manis untuk anak anak.

  16. serem juga dengan penjelasan cemaran bakteri akibat salah menyimpan makanan. Saran saya kalau akses ke pasar dekat ya sebaiknya jangan menyimpan bahan makanan terlalu lama. Untuk anak kita pilihan selalu bahan makanan yang bersih dan sehat. Oh ya, biasakan anak-anak jangan mengkonsumsi yang manis-manis biar terhindar dari berbagai penyakit.

  17. Dulu saya jijik jika sayuran ada uletnya, sekarang malah suka karena dengan keberadaan ulet disayur, berarti sayuran itu tidak mengandung pestisida. Jadi lebih aman sayuran ada uletnya dari pada yang sama sekali mulus. Anak kita selain dibiri makanan yang tidak terkontaminasi bakteri, juga perlu diperbatikan yang tidak banyak mengandung lemak, msg dan gula. Wah sekarang banyak makanan sampai susu ditambahi gula biar menarik selera anak-anak, padahal itu mengundang penyakit.

  18. nasi yang telalu lama disimpan dalam magicjar sering kali warnyanya jadi kuning dan baunya kurang sedap. Baru tau kalau mau menympan nasi bisa di dalam kulkas. Saya mau coba deh. menyambung para bunda di atas saya juga setuju untuk membatasi konsumsi gula pada anak-anak termasuk sebaiknya memberi susu tanpa rasa manis.

  19. kita diajarkan untuk memberi anak konsumsi 4 sehat 5 sempurna..
    jadi selain makanan 4 sehat nya untuk pemilihan susu juga tidak kalah penting..
    untuk anak agar meminimalkan resiko obesitas sebaiknya berikan susu yang kadar gulanya 0 gram..

  20. bahan makanan yang tidak sehat akan membikin anak jadi sakit..
    begitu pula dengan konsumsi gula yang berlebih..akan dapat membuat anak karies gigi, obesitas bahkan diabetes dan sakit jantung..
    jadi sebaiknya batasi asupan gula pada anak dari sejak selesai asi..

Leave a Reply