Bicara Keuangan Bersama Kelompok Peduli Anak

Sabtu, 14 Mei lalu, Komunitas Peduli Anak mengadakan Seminar berjudul “Menanamkan Jiwa Enterpreneurship pada Anak dan Tip n Trik Menuju Kebebasan Finansial” di Kemang Village, Jakarta Selatan.

Ada hal unik dari seminar ini, selain Ligwina Hananto bertindak sebagai pembawa materi seminar tentang keuangan, ada juga dr. Aisah Dahlan yang memberikan seminar mengenai pengenalan karakter manusia. Kesannya, kok, tidak berhubungan, ya? Padahal, sebenarnya ada benarnya juga, lho, dengan memahami karakter seseorang, maka kita bisa tahu kapan dan bagaimana membicarakan mengenai keuangan dan perencanaannya pada seseorang. Misalnya pada pasangan atau mengenalkan keuangan pada anak.

Berikut poin-poin yang kami catat dan live tweet selama seminar berlangsung:

  • Karakter manusia terbagi atas 4 karakter besar, yaitu sanguinis, koleris, flegmatis, dan melankolis
  • Ada orang-orang yang karakternya sanguinis saja atau flegmatis saja, tapi ada juga yang campuran.
  • Sanguinis identik dengan kepopuleran, ekstrover dan optimis serta pandai bicara. Hasratnya adalah bersenang-senang dan bisa menyikapi kesedihan/bencana jadi humor.
  • Koleris adalah mereka yang kuat (baik dalam kemauan ataupun bicara), ekstrover, optimis, dan selalu menjadi pelaku dalam sebuah kesempatan. Ia cepat mengambil keputusan, sehingga biasanya dalam sebuah kelompok ia menjadi pemimpin.
  • Flegmatis cinta damai, introver, pesimis, dan biasanya memposisikan diri sebagai pengamat. Karena cinta damai, ia kerap menghindari konflik sehingga pribadinya lebih tenang tapi terkesan kurang bisa mengambil keputusan.
  • Melankolis suka akan kesempurnaan, introver, pesimis, dan pemikir. Ia memiliki standar idealisme yang tinggi, mampu mengingat detail karena hasratnya memang untuk jadi sempurna.
  • Ekstrover adalah mereka yang senang berdialog, segala hal yang dirasakan, dipikirkan selalu dikeluarkan. Beda dengan introver, mereka senang berdialog tapi lebih ke dalam diri sendiri.

Jika membicarakan bisnis pada si optimis, maka ia akan langsung menjawab, “Ayo!”, sementara pesimis akan menjawab, “Bisnis apa? Di mana? Biayanya berapa?” alias lebih banyak pertimbangan.

Korpus kalosum pada otak perempuan lebih tebal 30%, makanya bisa melakukan pekerjaan yang berbeda sekaligus #finance

Otak pria dibuat untuk pekerjaan khusus, makanya pria hanya mampu melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu #finance

Orang berkarakter flegmatis, biasanya paling takut’ kalau disuruh mencatat pengeluarannya #finance *saya banget! :p *

88% pasangan menikah terdiri dari dua karakter berbeda. Misal flegmatis biasanya menikah dengan koleris, melankolis dengan sanguinis #finance

Jangan mengkritik orang sanguinis, apalagi di depan publik. Ia senang dipuji, terutama tnentag penampilannya #finance

Flegmatis biasanya sulit membayangkan kehidupan masa depan (10-15 th lagi), beda sama koleris #finance

Ketika kita mengenal watak anak, maka kita tidak membandingkan anak yang satu dengan yang lain. Ingat mantra kita, setiap pribadi itu unik #finance

Good money habit: komitmen untuk ‘menyelamatkan’ minimal 10% dari pendapatan per bulan #finance

Asuransi yang pertama harus dimiliki adalah asuransi kesehatan. Cari yang kesehatan murni, belinya di general insurance #finance

Pendidikan tentang uang kepada anak, harus dimulai dari rumah. Caranya? Baca artikel Investasi dan Mengajarkan Konsep Uang pada Anak #finance

Dana darurat bisa digunakan untuk apa saja. Misal, dana pendidikan tak tercapai targetnya kekurangan bisa dari dana darurat #finance

Keluarga dengan satu anak, dana daruratnya adalah 9x pengeluaran bulanan, dua anak adalah12x pengeluaran bulanan. Nah, kan, KB efekti,f nih kalau ngomongin #finance

Cara simpan dana darurat dari paling atas: tabungan, deposito/RD pasar uang, RD campuran, LM, aset. #finance

Kenapa cara simpan dana darurat begitu? Kalau ada apa-apa, ambil dari lapisan paling atas #finance

Kalau kondisi darurat sekali dan dana darurat abis, apa yang boleh dicairkan? Dana pensiun saja, jangan dana pendidikan. #finance

Anak-anak @mrshananto, saat ini sudah bisa belajar bahwa uang itu untuk: 1. Menabung, 2. Membeli barang, 3. Amal :) #finance

Saat orangtua mengikuti seminar, ada aktivitas seru untuk anak-anak di ruangan terpisah yaitu membuat prakarya. Hasil prakarya ini kemudian dijual kepada orangtua masing-masing. Lucu, ya, mengajarkan jiwa entrepreneurship sejak dini.  :)


9 Comments - Write a Comment

Post Comment