Pengalamanku Terkena Mastitis

by: - Thursday, May 26th, 2011 at 8:00 am

In: Breastfeeding 43 responses

0 share

Moms and newmoms, saya mau sharing, nih, soal pengalaman menyusui. Pengalaman yang tidak akan terlupakan sakitnya. Semua berawal pascamelahirkan anak pertama. Gejala yang sayaceritakan mungkin berbeda dengan gejala mastitis yang dialami ibu lainnya. Tapi secara garis besar kurang lebih sama.

  • Begitu selesai melahirkan PD bengkak dan air susu keluar 6 hari setelahnya. Saya pikir ini adalah efek melahirkan.
  • Puting pecah–pecah karena proses belajar menyusui pada beberapa minggu awal. Mungkin saat itulah bakteri jahat, melalui luka puting, masuk ke dalam PD.
  • Sakit tapi PD belum keras, hanya bengkak saja.

GEJALA:
(ini sudah masuk kategori yang disebutkan di buku “Baby Book” karya dr. Sears)

  • Dua minggu setelah melahirkan badan mulai panas dingin meriang. Sudah ke dokter tapi divonis “ngerangsemi” (istilah Jawa) dan diharuskan untuk lebih sering menyusui.
  • Bagian tengah ke bawah PD mengeras. Akhirnya saya konsultasi ke dokter kandungan. Di sana suster sudah panik, katanya mastitis dan segera mengompres PD dengan air panas, memijat, dan mengeluarkan ASI dengan menggunakan alat suntik besar yang dipotong ujungnya. Tapi sayang … dokter masih berpendapat itu “ngerangsemi” biasa. Saya hanya diberi obat penghilang nyeri.
  • Sakitnya sudah tak terkira, bahkan hanya terkena air biasa waktu mandi, atau terkena sentuhan kain bra.
  • ASI sulit keluar dan lama kelamaan berhenti total
  • PD membengkak sampai ukurannya hampir 2 kali lipat keadaan normal dan bentuknya sudah aneh.
  • PD mengeras dan berwarna kemerahan.
  • Aerola juga ikut mengeras. Jangan dibayangkan sakitnya kalo bayi menyusui pake aerola keras.
  • ASI yang keluar bukan ASI bersih tetapi bercampur dengan nanah :(

Dengan gejala di atas, dr. Sears menyarankan pemberian antibiotik. Tapi jika tidak membaik juga maka perlu dilakukan tindakan insisi. Sepertinya kasus saya sudah masuk kategori terlambat ditangani :(. Ketika kembali ke dokter kandungan dan diberikan antibiotik untuk 10 hari, keadaan tidak bertambah baik. PD tetap mengeras dan memerah, namun ASI lebih lancar keluar walaupun masih bercampur nanah.
Karena sudah tidak tahan, saya pun memutuskan berkonsultasi dengan dokter kandungan yang lebih senior (dr. Sunaryadi di RS Delta Surya Sidoarjo) dan ternyata memang sudah terlambat … beliau langsung menyarankan insisi saat itu juga seusai beliau praktik!
Ketika ASI sudah bercampur nanah, dokter menyarankan buang dulu bagian awal susu yang biasanya banyak nanah kemudian susui bayi dengan ASI tengah yang kalau dilihat sudah bersih.
Tapi seringkali terjadi di ASI tengah pun nanah tetap ada walau tidak sebanyak seperti di ASI awal. Saran berikutnya, lihat kondisi bayi, apakah setelah menyusui ada perubahan tekstur pup menjadi lebih cair atau rewel? Jika tidak, teruskan menyusui dan usahakan SESERING mungkin.
Apakah tidak berbahaya? Kata dokter, ASI sebenarnya sudah ada antibakterinya yang otomatis menetralisir efek buruk dari bakteri nanah yang tertelan bayi (cmiiw ini kata dokter, saya belum cari referensinya). Tapi tolong lihat reaksinya dulu, kalo ada gejala seperti tadi, tetap usahakan keluarkan ASI tapi jangan berikan pada bayi.
Setelah insisi (sayatan) pun dokter tidak menyuruh saya berhenti menyusui karena ada luka insisi. Katanya, “Susui terus bayinya. Luka insisi akan menutup dengan sendirinya selama kurang lebih 2 minggu. Kalau ibu tidak menyusui, bagian keras di PD tidak akan kembali normal! Susui terus dan sesering mungkin.”
Pertanyaan terakhir terlontar karena setelah saya mendapatkan informasi mengenai seorang ibu yang terkena mastitis juga di Google. Ketika saya hubungi, dokter menyarankan untuk stop menyusui dengan obat stop ASI yang diberikan setelah tindakan insisi. Dan benar saja,  sekarang putranya sudah 1 tahun lebih tapi benjolan keras masih ada di PD-nya. Bayi saya baru 1,5 bulan saat itu. Masak kudu stop ASI? Rasanya ingin menangis .…
APA ITU INSISI?
Insisi adalah tindakan mengeluarkan nanah karena ada indikasi ABSES MAMMAE. PD bagian yang bernanah disayat kecil kemudian diberi drain (saluran/sedotan) agar dalam beberapa hari nanah bisa tuntas keluar. Kemudian setelah drain tersebut diangkat (pada kasusku 4 hari setelah operasi), luka bedah tersebut dibiarkan terbuka sampai tertutup sendiri.
Insisi tergolong operasi kecil yang kurang lebih memakan waktu sekitar 15 menit. Tapi waktu itu saya dibius total dan baru sadar kira-kira 2 jam setelahnya. Setelah operasi diberikan antibiotik (standar operasi). Ketika obat habis, diganti dengan habbbatussauda (kapsul jinten hitam) oleh dokter agar luka cepat sembuh. Dua minggu pascaoperasi luka sudah menutup sempurna.
Seharusnya bayi bisa langsung belajar menyusu di PD yang sakit. Tapi karena salah instruksi dari suster, jadinya saya baru belajar menyusui dengan PD yang sakit di hari ke-4 setelah drain diambil. Areola PD yang sudah mengeras membuat rasa sakit itu tetap ada, dan ada bagian-bagian lain yang mengeras, hal ini membuat bayi susah menyusu. Tapi berkat ketelatenan, dalam 3 hari areola sudah melemas. Tiga  minggu setelah operasi, bagian yang mengeras berangsur membaik dengan fisioterapi laser, pemijatan, dan pengeluaran ASI dibantu oleh suster kurang lebih dalam 6 kali kedatangan (di RS Delta Surya Sidoarjo juga, hub. Ruang Dahlia).
Sebenarnya setelah operasi saya sempat bingung, kok tidak segera membaik, sementara pembanding yang kasus persis juga tidak ada. Maka saya sharing ke teman yang kebetulan berprofesi dokter dan dia menyarankan USG payudara di laboratorium. Tapi karena sekarang sudah membaik, saya belum sempat USG. Untunglah semua akhirnya telah berlalu ….

SARAN:
(melihat kesalahan-kesalahan pascamelahirkan)

  • Setelah melahirkan dan PD penuh/tegang minta pihak RS untuk membantu mengeluarkan, minta bidan/suster mengajari cara menyusui dengan benar (latch-on), memerah, dan memijat PD.
  • Pastikan cara menyusui sudah benar agar tidak menimbulkan lecet. Susui bayi sesering mungkin.
  • Jika sudah selesai menyusui tapi PD masih penuh, keluarkan!! Jangan disayang-sayang.
  • Jika sakit, kompres dengan air dingin untuk mengurangi rasa sakit dan kompres panas untuk membuka penyumbatan/melancarkan keluarnya ASI.
  • Jika PD mengeras dan kompres tidak menolong justru malah sakit menjadi-jadi, segera lakukan tindakan fisioterapi laser. Kata dokter dan susternya tidak ada efek sampingnya kok, ini salah satu teknik pembukaan sumbatan saluran ASI.
  • Jika sudah terlambat, kemerahan dan PD mengeras, lebih baik langsung ke dokter bedah.

Semoga bermanfaat, ya, moms.
Cmiiw jika ternyata ada info yang tidak sesuai dengan ilmu kedokteran.
*dikirim oleh Ratih Kusumawati ibu dari Janitra Aqila Putri (Lila, 14 bulan dan masih menyusu :) ). Terimakasih sharing-nya, ya, mom :)

Share this story:

Recommended for you:

43 thoughts on “Pengalamanku Terkena Mastitis

  1. Pingback: Mommies Daily
  2. Pingback: kirana
  3. Pingback: hepiarianti
  4. Pingback: lita iqtianti
  5. Pingback: Affi Assegaf
  6. Pingback: Bobita Wrap
  7. Pingback: hepiarianti
  8. Pingback: Grace Herman
  9. TFS ya mom Ratih..
    haduuh ga kebayang serem dan sakitnya deh, dulu gw jg ngerasain putih pecah kroak berdarah2, PD bengkak keras sampe kena baju aja sakitnya minta ampun, tp gak sampe bernanah..
    waktu itu nasehat DSOG ya trs disusuin aja, dan gw lakuin walopun tiap nyusuin sampe berlinang air mata, gigi anduk, keringet dingin *drama abis*
    Gak lupa kompres air dingin + air anget sambil di massage pelan2..
    Alhamdulillah akhirnya sembuh juga..

  10. TFS ya mbak, haduuh idem sama Rini, ngilu banget bayanginnya. Pernah bengkak di salah 1 bagian aja karena telat memerah waktu itu sakit bener, karena letak yang kesumbat itu deket lengan jd agak sakit kalo menggerakkan tangan. Salut buat dirimu deh! *thumbs up!*

  11. senangnya ketemu dengan dokter & perawat yang pro-ASI jadi ga usah sampe stop asi untuk anaknya..

    pernah juga ngalamin PD bengkak keras & sulit diperah.. sampe hampir meriang & sakit banget meski kesenggol dikit aja…

    1. iya bener mbak, bahkan waktu aku tanya “harus langsung nyusuin ya dok, kan aerola masih keras n sakit kalo nyusuin?” eh dibilang dokternya “mau cepet sembuh gak bu?” Seneng ketemu bpk dokter satu ini.. krn nyusuin obat paling mujarab n cepat

  12. wow ngebayanginnya aja udah ngilu mom. TFS ya…aku juga pernah ngalamin waktu lagi diklat karena keseringan telat merah jadi meriang n pd keras dan bengkak. Alhamdulillah di kompres bisa normal lagi. Itu juga kayanya udah sakit banget, apalagi sampe di insisi. salut mbaa

    1. sakitnya? haduh kalo bayangin lagi jadi males :D Dulu saya rajin baca buku soal Babyblues n yakin bakal g kena, eh gara2 kena mastitis ini, akhirnya Babyblues juga sakit sakitnya

  13. Pingback: Adrianto's Family
  14. Pingback: Ika Rahma
  15. Pingback: tifani adilla
  16. wah mom, aku juga pernah ngalamin hal tsb, awalnya mastitis tp karena puting luka jadi kemungkinan infeksi. Konsul ke klinik laktas malah disuruh massage dan dipompa. tapi semakin dimassage bukannya baik malah benjolan makin besar dan tambah sakit. Ahirnya konsul ke dokter bedah di salah satu RS malah disuruh insisi tapi harus stop ASInya. Sedih dan down bngt krn anakku baru umur 2 bln. trus cari alternative dokter bedah, alhamdulillah bisa di insisi tapi tetep bisa kasih ASI. Dokter bedahnya sempet marah2 ke dokter laktasinya krn sebetulnya penanganannya harusnya tidak boleh dimassage tapi hanya dikasih antibiotik saja.

    Intinya adalah, liat dulu kasusnya, kalau hanya bengkak saja mungkin masih bisa di massage dan dikompress. tapi kalau sudah infeksi sebaiknya jangan dimassage dan langsung minum antibiotik.
    Yg kedua, cari second opinion ke dokter lain

    Keep breastfeeding….

    1. iya bener. makasih buat tambahannya. kalo sudah terinfeksi (tandanya keluar nanah) memang jadi makin parah kalo dipijat. Itu kata suster di RS yang saya minta pijat PD saya yg sakit sebelum saya di insisi. Pikir saya mungkin bisa sembuh kalo dipijat jadi g harus diinsisi. Tapi susternya gak mau melakukannya.

  17. Hadeuh,..bacanya aja ngilu. TFS mba, saat ini sedang hamil anak ke 2 dan sedang mengumpulkan informasi mengenai per ASI-an. Ga kepengen kebodohan saya soal ASI di anak pertama terulang lagi,…amin :)

    1. gak ada mbak “kebodohan” seorang ibu, “ketidak-tahuan” mungkin lebih memberi semangat kita menambah ilmu per-ASI-an dan terus berpikir positif. Semangat!

  18. mba ratih aq skrg terkena mastitis n peradangannya dah parah aq jg diSidoarjo klo blh tau berapa biaya yg mba ratih habiskan selama menjalani pengobatan diRS.Delta Surya maklum mba danaQ terbatas :( thanks a lot ya mba…………

    1. wah maap. g pernah buka lg halaman ini. semoga sekarang sudah sembuh ya mom. Unt biaya rincialnnya berikut ini :
      konsul ke dokter : 75rb
      op kecil insisi (paket ma kamar) 2.5jt
      fisioterapi laser : 25rb per kedatangan

      ini harga 1.5thn yg lalu. Jika ada yg membutuhkan telp langsung ke RS. delta surya ajah. 031-8961271-8962531 minta dihub ruang Dahlia

  19. Dear moms, seminggu lalu (14 Juni) saya baru insisi di PD karena mastitis. Gejalanya sama dan dokter bedah tumor memutuskan untuk insisi. Luka sudah menutup dengan sempurna tapi keluhannya masih ada bagian yang keras dan masih terasa nyeri sewaktu-waktu. Sharing mba ratih mencerahkan saya. Saya ada di Jakarta dan insisi dilakukan di RSPAD. Sangat bersyukur bisa sharing dengan moms dengan pengalaman serupa.

    1. mom, boleh tau dulu dtangani dokter siapa? saya jg kena mastitis dan ini untuk yang kedua kalinya…hikhik..kemarin dah ke klinik laktasi di Carolus Jakarta, trus sama dokter aq disaranin ke dokter bedah. rencana saya mau ke RSPAD jg, boleh tau ga mom, kemarin habis biaya berapa seluruhnya, trus butuh waktu berapa lama penangannya. makasih banyak…

  20. Pingback: kirana
  21. Pingback: Mommies Daily
  22. Pingback: Vinna Widyani
  23. Pingback: Minda M. Sebayang
  24. Pingback: venty abriyani
  25. mba ratih, seminggu yang lalu aku baru menjalani insisi PD. sampai sekarang aku blm boleh menyusui di PD yg sakit dan luka blm menutup sempurna. pada kasus mba ratih sepertinya sudah boleh lbh cepat untuk disusui. apa nanahnya sudah benar2 ga keluar lagi? krn pada kasusku, aku masih hrs bolak balik ke rs untuk mengganti perban dan dokter bedahku takut masih adanya infeksi sehingga aku blm diperbolehkan untuk menyusui.

    1. Uthyputri, semoga sekarang dah sembuh yah… seminggu memang belum sembuh n luka belum nutup bun. Luka saya nutup baru 2 minggu. itupun masih kudu fisio terapi selama seminggu setelah luka nutup. iya memang sering kali dokter mengkhawatirkan kalo terminum baby, walo setelah operasi asi saya juga gak langsung bersih masih ada sisa2 nanah yg keluar, tp tetep dokter nyuruh diminumkan selama baby ndak rewel, diare ato panas. kalo ada gejala itu dokter pasti minta aku berhenti kasih asi.

  26. di akhir tahun 2013 kmrn,saya terserang mastitis, dan skg uda sembuh,tp.bekas mastitis itu,tepat ny di areola masi keras..apakah mastitis emank meninggalkan bekas.mengeras do.areola yah? mohon.jawaban nya sis

Leave a Reply