Inside Firda’s Kitchen

Sejak awal saya memimpikan untuk memiliki dapur besar dengan island di tengahnya serta rak untuk menyimpan semua peralatan “tempur”, tapi karena dapur hanyalah tempat saya membuat secangkir teh saja (jangan hakimi dulu ya … saya rajin cuci piring dan bebersih lho) saya pun mengurungkan niat tersebut. Awalnya kami tinggal di rumah kontrakkan yang dapurnya terbatas, jadi tidak leluasa utk menyimpan semua alat-alat dapur. Nah, sekarang waktunya tiba untuk kami membangun rumah idaman, bisa ditebak saya pun langsung semangat mencari inspirasi untuk mewujudkan dapur impian.

Saya berperan sebagai mandor dalam pembuatan dapur dan pantry, dari mulai nol sampai akhirnya selesai (termasuk pengukuran awal, peletakan kompor, pemilihan granit, pemilihan vendor untuk membuat kitchen set, milih handle sampai dengan membeli rak terbuat dari stainless steel), semua ilmu saya dapatkan dari pembicaraan bersama ibu-ibu “penghuni” thread kitchen di forum.!

Saya sangatlah beruntung karena proses pembangunan rumah dilakukan saat saya sedang cuti melahirkan yang panjang (7 bulan!), jadi saya punya banyak waktu untuk riset dan berburu perlengkapan di Klender dan Percetakan Negara.

And voilà….finally I made it come true.

Dapur

Kebanyakan menggunakan rak stainless untuk menyimpan panci dan wadah plastik di bagian pojok. Jadi kalau mau mengambil panci yang diletakkan paling dalam, tinggal tarik saja. Pengalaman dari rumah kontrakkan, panci yang jarang dipakai sedikit berjamur karena jarang dikeluarkan.

Tempat untuk menyimpan piring ada di bawah laci, sedangkan laci untuk menyimpan sendok sayur dan ulekan menggunakan organizer … supaya lebih rapi.

Bumbu dan bahan makanan diletakkan di tempat terpisah berdasarkan jenis dan kegunaannya.

Cooker hood, wajib pasang karena kebanyakan masakan si Mbak memakai cabai, jadi kalau tidak memakai cooker hood, baunya susah hilang.

Pantry (gabung dengan ruang makan)

I love stainless rack. Saya menggunakannya untuk menyimpan susu and biskuit Aufy (bahkan sekarang dia bisa ambil sendiri camilannya tanpa perlu bantuan kita)

Laci dengan spoon organizer

Lemari menggunakan kaca sandblast dan untuk menyimpan botol susu serta tempat makan plastik masing-masing lemari diberi kunci, agar tidak menjadi sasaran “kreativitas” Aufy. Hehehe.

 

And now I have to keep my promise to my husband, try to cook more often :)

*Dikirim oleh Firda Inayah (Phier), ibu dari Aufy (23 bulan) dan Raissa (9 bulan)

 


8 Comments - Write a Comment

  1. Ini brp ukurannya ya mom?
    Mau bikin dapur idaman tp terbatas sama ruangan yg imut2 amit2 hehehe…
    kayanya ini mungil ya…atau jgn2 krn fotonya kecil jd keliatan mungil…
    bener2 dapur idaman…semoga tambah rajin masak y mom….

  2. mba, beli rak stainlessnya yang bisa ditarik dimana? beli terpisah atau sudah paket sama kontraktornya? dari dulu aku nyari yang seperti ini, biar dapurnya terlihat rapih nga pating jumpalitan diluar..

Post Comment