Dalang Cilik di Rumah Kami

Dalang dalam dunia pewayangan diartikan sebagai seseorang yang mempunyai keahlian khusus memainkan boneka wayang (ndalang). Biasanya seorang anak dalang akan bisa mendalang tanpa belajar secara formal. Proses mengikuti si Ayah merupakan sarana bagi si anak untuk belajar secara otodidak. Namun saat ini sudah banyak sekolah seni pedalangan di Yogyakarta baik tingkat SMU maupun perguruan tinggi.

Dalang adalah seorang sutradara, penulis lakon, seorang narator, seorang pemain karakter, penyusun iringan, seorang “penyanyi”, penata pentas, penari dan lain sebagainya. Intinya dalang harus bisa multitasking, jadi manager, dan jadi pemimpin dalam pertunjukan bagi para anggotanya (pesinden dan pengrawit). Dalang harus bisa mengubah-ubah intonasi dan warna suara untuk masing-masing tokoh, mendramatisir adegan, dan membuat lelucon agar tontonan wayang menjadi asyik dan dapat membangkitkan rasa keterlibatan penonton.

Ketertarikan Dika akan wayang mungkin juga karena adanya prasarana di rumah Mbah Kakungnya yang juga merupakan sanggar latihan mendalang Mbah Kung dan teman-temannya pecinta seni wayang kulit. Sanggar tersebut bernama “Sanggar Cermo Laras”. Semula kami hanya menyediakan tempat (garasi mobil), sekotak wayang dan gamelan lengkap untuk latihan setiap seminggu sekali, namun di tahun 2009 Mbah Kung membangun lantai atas rumah kami untuk digunakan sebagai Sanggar yang lumayan luas.

Andika (6 tahun 5 bulan) sudah tertarik dengan wayang sejak usia 2 tahun. Mungkin ketertarikan ini juga disebabkan adanya bakat mendalang yang diperoleh secara turun-temurun di keluarga kami.

Mbah saya merupakan dalang pertama di Gunung Kidul dan sekarang ini paman saya dalang terkenal di daerah sana, sementara dua sepupu saya dalang cilik. Bapak saya (mbah kakung Dika) juga dalang di Ciledug meski saat ini belum cukup terkenal :D.

Awalnya Dika hanya senang memainkan wayang saja, belum bisa disebut mendalang sih. Tapi lama kelamaan karena sering melihat Mbah Kung dan teman-temannya latihan, jadi suka menemani dan memperhatikan jalannya latihan. Lama-lama Dika mempraktekan apa yang dia lihat sewaktu latihan.

Melihat bakatnya ini, Mbah Kung bertekad untuk menjadikan Dika dalang cilik. Rencananya bila sudah lancar membaca, Dika akan disekolahkan dalang.

YouTube Preview Image

Dika latihan kapan saja, sesukanya. Kapan pun Dika mau atau kapan Mbah bisa menemani dan mengajari Dika maka kegiatan mendalang akan dilakukan. Kadang Dika juga latihan sendiri tanpa Mbah. Biasanya ini dia lakukan kalo malamnya habis nonton Mbah dan teman-temannya latihan, besoknya Dika akan mempraktekan apa yang dia lihat. Dan kami terkejut-kejut dengan apa yang dia lakukan saat mendalang.

Hanya dari memperhatikan, tahu-tahu Dika bisa ‘seluluk’ (ooooooooong panjang). Atau gaya memainkan wayangnya persis seperti lakon yang dimainkan Mbah Kung waktu latihan. Terus bisa ngecrek (kaki) bareng sambil memainkan wayang (dengan tangan) yang sebetulnya merupakan keterampilan yang memerlukan latihan.

Karena bentuk latihannya bukan kursus dan hanya untuk memfasilitasi kegemaran Dika akan wayang, sejak awal kami tidak ada target keterampilan apa yang harus dikuasai Dika dalam waktu tertentu. Kami juga menyadari adanya kendala wicara agak menghambat Dika dalam menyalurkan hobinya ini.

Alhamdullilah saat ini keselarasan tangan dan kaki sudah bisa dilakukan Dika. Gaya bicara kadang mengikuti Mbah Kung saat beliau latihan dan Dika sudah hapal tokoh punakawan (Bagong, Petruk, Semar, Gareng), Limbuk, Togog, Cangik, Gunungan, Bima atau si raksasa Buto Ijo. Tokoh lainnya memang belum dipegang Dika. Dia lebih senang memainkan tokoh-tokoh tersebut atau wayang binatang.

Kami berharap, suatu hari nanti, bila kemampuan wicara dan membaca Dika sudah maksimal Dika bisa benar-benar jadi dalang.

Saat ini Sanggar Cermo Laras belum menerima kursus untuk anak dan dewasa, namun bila ada teman-teman yang mau bermain dan latihan bareng Dika kami siap menerima kunjungan di Sanggar pada hari Sabtu-Minggu.

Alamat Sanggar Cermo Laras:

Jl. Sektor 7 Blok C no 15 RT 004/09

Sudimara Jaya, Ciledug

Tangerang

Tlp : 021-7332806

Kontak : Bp. Sunaryo

Ps: kalau mau berkunjung, janjian dulu ya

*Dikirim oleh Shinta Wahyuni (@shintakiara, http://swahyuni.multiply.com/), ibu dari Andika Nur Luthfi (6 tahun)


9 Comments - Write a Comment

Post Comment