Barang Kesayangan Pemberi Rasa Nyaman

Salah satu hal yang tidak terpikirkan oleh kami saat menjadi orangtua adalah bagaimana kami harus deal dengan kebutuhan Igo akan security and comfort objects. Ternyata sangatlah wajar untuk anak usia 9 hingga 12 bulan memilih comforting objects-nya, kadang bentuknya mainan atau selimut.

Tunggu … sebenarnya kenapa sih anak punya “barang kesayangan”?

Ternyata, apapun bentuknya, benda tersebut memberikan kenyamanan emosional seperti yang anak rasakan ketika dia dekat dengan orangtuanya. Jadi, semacam pemain cadanganlah. Haha. Benda tersebut bisa membantu anak menenangkan dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada bujuk rayu orang terdekatnya. Tak hanya itu, benda kesayangan tersebut juga bisa jadi tempat pelampiasan marah anak dan teman pengantar tidur.

Nah, lucunya … pilihan comforting object Igo bukanlah mainan kesukaan atau selimut bayinya melainkan … jreng jreeeeng … siku orang yang dia kenal dan posisinya dekat dengannya ketika dia membutuhkan kenyamanan. *lap keringat* Igo akan mengusap dan mencubit-cubit kecil siku kami tiap kali dia merasa ngantuk atau manja. Belakangan kebiasaan ini semakin menjadi-jadi. Saat Igo flu berat kemarin, saya harus merelakan kedua siku di-abuse olehnya secara konstan. Bahkan saat saya sedang makan pun dia minta dipangku dan siku ini “habis” diutik-utik.

Sampai saat ini kami tidak khawatir soal kebiasaan tersebut, kami menganggapnya Igo masih “layak” masuk kategori membutuhkan comforting objects. Tapi untuk jaga-jaga, kami mulai mencoba memodifikasi kebiasaan tersebut agar Igo bisa mulai belajar menenangkan dirinya sendiri … kami mencoba agar dia mau mengusap sikunya sendiri. Belum 100 persen berhasil tapi dia sepertinya mulai memahami konsepnya.

Memiliki comforting object bukanlah tanda bahwa anak adalah pribadi yang lemah lho. Justru bisa membantu anak untuk bisa lebih mandiri (paling tidak sampai usia tertentu ya, tetap harus ada batasannya). Berikut tip mengenai comforting object:

  • Biarkan anak memilih barang yang dia rasa bisa membuat dirinya nyaman. Jika dia sudah memilih dan belum terbiasa dengan konsep ini, sodorkan barang tersebut setiap kali anak merasa sedih, kesal, atau saat persiapan tidur.
  • Ciptakan ritual sebelum tidur. Jangan lupa untuk menyertakan barang kesayangan yang telah dipilih anak di dalamnya, misal: “Yuk ambil guling adik … lalu kita tidur.”
  • Jangan menyembunyikan atau menentang kebiasaan anak memiliki comforting object.
  • Beritahukan pada anak tempat dia bisa menyimpan barang kesayangannya itu agar tidak mudah tercecer. Ini juga mengajarkan rasa tanggung jawab.

Periode anak membutuhkan comforting object:

  • Anak akan mulai bergantung dengan barang kesayangannya saat berusia enam bulan—tapi belum tentu dia akan merasa kehilangan jika Anda mengambil dan menyimpan barang kesayangannya itu.
  • Saat anak berusia 8 bulan, dia sudah mulai memiliki hubungan cukup erat dengan barang kesayangannya. Dan barang tersebut bisa menenangkan dirinya saat waktunya tidur.
  • Usia di mana anak paling membutuhkan comforter adalah 1 hingga 3 tahun, di mana anak harus belajar merasa nyaman berada jauh dari Anda.
  • Usia 3 hingga 4 tahun anak mulai lebih mandiri. Dia mungkin sudah siap untuk melepaskan benda kesayangannya itu.
  • Jika anak memasuki usia sekolah (TK-SD) dan dia terlihat masih sangat bergantung pada benda kesayangannya, Anda mungkin harus mengambil langkah lebih lanjut untuk membantu anak dalam menangani kecemasannya … bantu anak mencari cara lain untuk menenangkan dirinya.

 

*foto diambil dari http://newyorkdadblog.com

 


25 Comments - Write a Comment

  1. Anak ku yg umur 3 thn juga punya bantal apek dan bau… dan bantal itu selalu jadi password kalo dia mau minta minum susu … ” susu anget separo bantal ” … keeeemana mana mesti ngikut tu bantal ,,, kalo diperhatiin dia sebenernya cuma butuh ujung bantal nya doang … jadi sambil nyusu sambul mlintir mlintir ujung bantal …

    Gimana cara ngilangin kebiasaan ini yah ?? tapi kalo dibilang faktor keturunan mungkin iya juga krn kakaknya yang sekarang udah kelas 2 SD begitu juga … kalo kakaknya tali guling yang diplintir” trs diciumin… dan masih bertahan sampe sekarang….

    Dan kononnya Abi nya dulu juga punya selimut apek kumel…. *hadeuuuh* masak sejarah mesti berulang ????

Post Comment