Menari Bersama Matara Art Center

Sejak kecil saya akrab dengan duna tari menari. Waktu di taman kanak-kanak saya pernah ikut sebuah sanggar tari daerah dan sejak itu aktif menari. Yah, belum sampai ke tingkat nasional/internasional sih, hanya sekolah dan panggung 17-an di lingkungan rumah, hihihi…

Berdasarkan itu, saya bercita-cita ingin memasukkan Langit ke sanggar tari. Pengennya sih, tarian daerah juga, kan sekalian melestarikan budaya Indonesia.

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Yessy Riana Sutiyoso, pemilik sanggar seni Matara Art Center. Rupanya Mbak Yessy mendirikan sanggar seni ini awalnya dari mencari sanggar tari tradisional untuk anaknya. Namun karena di wilayah tempat tinggalnya tidak ditemukan sanggar semacam itu, maka ia pun mendirikan sanggar seni ini. Apalagi Mbak Yessy sudah belajar menari sejak SMP, SMU, kuliah tapi sayang sempat berhenti lama karena kesibukan kerja dan punya anak.

Murid di Matara Art Center sangat beragam. Mulai dari balita usia 3 tahun, sampai orang dewasa yang berusia 60 tahun! Untuk kelas anak-anak yang diajarkan juga bermacam-macam tari kreasi nusantara, sebut deh mulai dari tari Sumatra, Bali, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Betawi hingga Papua! Sementara untuk kelas dewasa alias ibu-ibu yang diajarkan hanya tari Jawa karena gerakannya lebih lemah gemulai supaya nggak encok kata mbak Yessy, hehehe…

Menurut Mbak Yessy lagi nih, menari sejak dini, apalagi tarian nusantara ya, selain untuk memupuk kecintaan terhadap seni tradisional Indonesia, juga untuk diri pribadi anak sendiri karena dapat melatih perkembangan motorik kasar, motorik halus dan harmonisasi. Contohnya melatih motorik kasar karena anak akan loncat-loncat dan banyak bergerak. Sementara motorik halusnya, anak belajar menggerakkan jari-jari, mata dan aneka gerakan yang halus lainnya. Menari juga melatih anak untuk harmonisasi atau kekompakan, anak belajar menyatukan gerakan dengan musik dan juga dengan teman satu tim.

Anak-anak di Matara Art Center juga sudah tampil di mana-mana lho ternyata! Di Gedung Kesenian Jakarta, FX mal, Plasa Indonesia, Kidzania, Djakarta Theater dan banyak lagi. Biasanya mereka tampil sebagai tari pembuka di acara-acara seminar/dialog.

Dalam waktu dekat, Matara Art center sedang  mempersiapkan sebuah drama musikal anak-anak bertajuk “Jack-O! When Jack Meets Joko”. Saya sempat melihat mereka berlatih dan saat membaca sinopsisnya saya langsung tertarik dan nggak sabar untuk nonton. Ceritanya sendiri sederhana, tentang Jack, seorang anak yang baru datang dari luar negeri dan harus beradaptasi dengan Indonesia.

Drama musikal yang akan dipentaskan hari Minggu, 3 April ini melibatkan kurang lebih 100 anak. Mereka akan berakting, menyanyi dan menari lagu-lagu tradisional Indonesia. Seriously can’t wait!

 


34 Comments - Write a Comment

Post Comment