Menari Bersama Matara Art Center

by: - Thursday, March 17th, 2011 at 8:00 am

In: Event Mommies 34 responses

0 share

Sejak kecil saya akrab dengan duna tari menari. Waktu di taman kanak-kanak saya pernah ikut sebuah sanggar tari daerah dan sejak itu aktif menari. Yah, belum sampai ke tingkat nasional/internasional sih, hanya sekolah dan panggung 17-an di lingkungan rumah, hihihi…

Berdasarkan itu, saya bercita-cita ingin memasukkan Langit ke sanggar tari. Pengennya sih, tarian daerah juga, kan sekalian melestarikan budaya Indonesia.

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Yessy Riana Sutiyoso, pemilik sanggar seni Matara Art Center. Rupanya Mbak Yessy mendirikan sanggar seni ini awalnya dari mencari sanggar tari tradisional untuk anaknya. Namun karena di wilayah tempat tinggalnya tidak ditemukan sanggar semacam itu, maka ia pun mendirikan sanggar seni ini. Apalagi Mbak Yessy sudah belajar menari sejak SMP, SMU, kuliah tapi sayang sempat berhenti lama karena kesibukan kerja dan punya anak.

Murid di Matara Art Center sangat beragam. Mulai dari balita usia 3 tahun, sampai orang dewasa yang berusia 60 tahun! Untuk kelas anak-anak yang diajarkan juga bermacam-macam tari kreasi nusantara, sebut deh mulai dari tari Sumatra, Bali, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Betawi hingga Papua! Sementara untuk kelas dewasa alias ibu-ibu yang diajarkan hanya tari Jawa karena gerakannya lebih lemah gemulai supaya nggak encok kata mbak Yessy, hehehe…

Menurut Mbak Yessy lagi nih, menari sejak dini, apalagi tarian nusantara ya, selain untuk memupuk kecintaan terhadap seni tradisional Indonesia, juga untuk diri pribadi anak sendiri karena dapat melatih perkembangan motorik kasar, motorik halus dan harmonisasi. Contohnya melatih motorik kasar karena anak akan loncat-loncat dan banyak bergerak. Sementara motorik halusnya, anak belajar menggerakkan jari-jari, mata dan aneka gerakan yang halus lainnya. Menari juga melatih anak untuk harmonisasi atau kekompakan, anak belajar menyatukan gerakan dengan musik dan juga dengan teman satu tim.

Anak-anak di Matara Art Center juga sudah tampil di mana-mana lho ternyata! Di Gedung Kesenian Jakarta, FX mal, Plasa Indonesia, Kidzania, Djakarta Theater dan banyak lagi. Biasanya mereka tampil sebagai tari pembuka di acara-acara seminar/dialog.

Dalam waktu dekat, Matara Art center sedang  mempersiapkan sebuah drama musikal anak-anak bertajuk “Jack-O! When Jack Meets Joko”. Saya sempat melihat mereka berlatih dan saat membaca sinopsisnya saya langsung tertarik dan nggak sabar untuk nonton. Ceritanya sendiri sederhana, tentang Jack, seorang anak yang baru datang dari luar negeri dan harus beradaptasi dengan Indonesia.

Drama musikal yang akan dipentaskan hari Minggu, 3 April ini melibatkan kurang lebih 100 anak. Mereka akan berakting, menyanyi dan menari lagu-lagu tradisional Indonesia. Seriously can’t wait!

 

Share this story:

Recommended for you:

34 thoughts on “Menari Bersama Matara Art Center

  1. Pingback: mommiesdaily
  2. Pingback: heidi nurul
  3. Pingback: mommiesdaily
  4. Gw lebih suka klo anak2 prempuan dr kecil ikut kegiatan spt ini, dibandingkan ikut kursus2 modelling yg lebih banyak keinginan ortunya drpd kesenangan anaknya, klo menari rata2 anak2 suka. Gue pun msh kecil ikut di sanggar khusus Tarian Padang, cm sayang gk diterusin brenti pas kelas 5 karna lg seneng2nya les renang
    Sanggar tari gw dulu namanya “Nan Tongga” ini terbentuk dr paguyubannya kakek gw,semacam perkumpulan orang2 minang, jd penari dan pengajr ada kaderisasi, yg skrg ngajar dulunya mreka penari juga…Termasuk angkatan nyokap dulu mudanya mreka penari juga. Tarian yg jenisnya masih exist sampai skrg Tari Pesembahan, yg suka kita temuin di resepsi2 pernikahan orng minang.

    Lita klo mo masukin anak ke Matara Art Centre mulai umur brapa tahun ya…?ayo Langit barengan sm cecil,hehehe btw Buka cabang di daerah timur gak?bisa diinfo gak enrollment fee sm fee bulanannya brapa? biasanya kursus tari lbh murah drpd kursus musik…hehehe

    1. oia..di TMII di anjungan padang temen gw yg ngajar, di anjungan jawa barat juga ada temen, itu malah lebih exist grup tarian ajungan jawa barat sering perform ke luar negeri…

  5. iye Lit, di TMII suka ada noh, gw pernah liat di anjungan mana gituh, ada anak-anak kecil lagi latihan nari… yuuuukkk, sini mari main-main ke TMII :D
    kalo laki gw, gara-gara keseringan nonton Live To Dance ama Got To Dance, malah pengen ngikutin anak gw balet neh :D

  6. Ah..jadi inget saya waktu kecil juga ikut sanggar tari. Tapi narinya tari Gambyong gitu hehehe. Ntar kalau Dita tertarik nari mah, hayo aja…yang penting ana happy. Hmm…paling deket Bekasi di TMII ya mam? :-)

  7. ahh….akyu tak sabar pgn ikutin Nara di sanggar begini..aku dulu penari di Tokyo, selama 5thn dissana, hampir semua tarian daerah harus bs dikuasai, untuk acara2 kenegaraan…pgn rasanya Nara mendapatkan pengalaman dan kesempatan yang sama…thanks Lita for sharing

  8. aku suka banget tari tradisional..sayang anak2 sekarang jarang yang belajar tari tradisional…waktu aku SD,ini jadi pelajaran wajib di sekolah…berharap banyak sekolah yang bisa menerapkan pelajaran tari tradisional sebagai salah satu pelajaran seni..

  9. Pingback: Rina Nuryanti
  10. Pingback: Dana Irina
  11. Pingback: Nenni Marsetiawan
  12. Pingback: Chr. Yuvianti
  13. Pingback: Janniata
  14. Pingback: Juliana Charmy
  15. Pingback: Nanink Greeny
  16. Pingback: mifta novikasari
  17. Pingback: Retno Hasan
  18. Pingback: Camallia Ganiem
  19. Pingback: mifta novikasari
  20. Pingback: r1ena
  21. Pingback: naira ammara putri
  22. Pingback: jasminetayeb
  23. Pingback: Nanink Greeny
  24. Pingback: chitra novalastia
  25. Pingback: Mommies Daily
  26. Pingback: Mommies Daily

Leave a Reply